This site has limited support for your browser. We recommend switching to Edge, Chrome, Safari, or Firefox.

Inilah Posisi dan Sikap Duduk yang Benar dan Sehat

Sebagian besar aktivitas sehari-hari dilakukan dalam posisi duduk, mulai dari bekerja di depan komputer, belajar, mengikuti rapat, berkendara, hingga bersantai. Sayangnya, kebiasaan membungkuk, menunduk, atau membiarkan kaki menggantung sering dilakukan tanpa disadari.

Posisi duduk yang kurang tepat dapat membuat otot bekerja lebih keras dan menyebabkan tubuh terasa cepat lelah. Keluhan yang paling sering muncul biasanya berupa rasa pegal pada punggung bawah, leher, bahu, pergelangan tangan, atau kaki.

Menerapkan posisi duduk yang benar bukan berarti Anda harus mempertahankan tubuh dalam satu posisi yang kaku sepanjang hari. Kuncinya adalah menjaga tubuh dalam posisi netral, memberikan dukungan yang sesuai, dan mengubah posisi secara berkala.

Lantas, bagaimana posisi dan sikap duduk yang benar dan sehat saat bekerja? Simak panduannya berikut ini.

Seperti Apa Posisi Duduk yang Benar?

Posisi duduk yang benar adalah posisi ketika kepala, leher, punggung, lengan, dan kaki mendapatkan dukungan yang memadai tanpa membuat tubuh harus membungkuk, menjangkau, atau menahan ketegangan secara berlebihan.

Secara umum, posisi duduk yang baik memiliki ciri-ciri berikut:

  • Punggung ditopang oleh sandaran kursi.

  • Kepala menghadap ke depan dan tidak terus menunduk.

  • Bahu berada dalam keadaan rileks.

  • Siku berada dekat dengan tubuh.

  • Pergelangan tangan tetap lurus saat mengetik.

  • Telapak kaki menapak pada lantai atau footrest.

  • Paha mendapatkan dukungan dari dudukan.

  • Monitor berada tepat di depan pengguna.

Menurut Occupational Safety and Health Administration atau OSHA, posisi netral membantu menjaga persendian tetap berada dalam keselarasan alami sehingga dapat mengurangi tekanan pada otot, tendon, dan sistem rangka.

Baca juga: Mengenal Posisi Duduk Ergonomis dan Dampaknya terhadap Kesehatan

9 Posisi dan Sikap Duduk yang Benar

Berikut cara mengatur posisi tubuh dan area kerja agar Anda dapat duduk dengan lebih nyaman.

1. Sandarkan Punggung pada Kursi

Posisikan tubuh hingga punggung menyentuh sandaran kursi. Hindari duduk terlalu maju karena posisi tersebut membuat punggung kehilangan dukungan dan memaksa otot bekerja lebih keras untuk mempertahankan tubuh.

Pilih kursi dengan sandaran yang mengikuti lekukan alami tulang belakang. Area punggung bawah sebaiknya mendapat dukungan dari lumbar support, terutama ketika Anda harus duduk dalam waktu lama.

Namun, duduk dengan benar bukan berarti tubuh harus terus berada dalam posisi tegak lurus yang kaku. Anda dapat sedikit bersandar selama kepala, leher, dan punggung tetap mendapatkan dukungan.

OSHA merekomendasikan sandaran yang mengikuti lengkungan alami tulang belakang dan memberikan dukungan yang sesuai pada area lumbar.

2. Jaga Posisi Kepala dan Leher Tetap Netral

Kepala sebaiknya berada sejajar dengan tubuh dan menghadap lurus ke depan. Hindari kebiasaan memajukan kepala, menunduk terlalu lama, atau memiringkan leher ketika melihat layar.

Posisi kepala yang terus maju biasanya terjadi karena layar terlalu rendah atau terlalu jauh. Jika menggunakan laptop, pertimbangkan penggunaan laptop stand, keyboard eksternal, dan mouse agar posisi layar dapat dinaikkan tanpa mengganggu posisi tangan.

Pastikan pula Anda tidak menjepit telepon di antara bahu dan telinga. Gunakan speaker atau headset apabila perlu mengetik sambil melakukan panggilan.

3. Rilekskan Bahu

Bahu yang terangkat menandakan bahwa posisi meja, keyboard, atau sandaran tangan mungkin terlalu tinggi. Sebaliknya, armrest yang terlalu rendah dapat membuat tubuh condong ke satu sisi untuk mencari tumpuan.

Atur sandaran tangan agar lengan bawah mendapat dukungan ringan tanpa mendorong bahu ke atas. Posisi yang tepat membuat bahu tetap rileks dan lengan atas berada dekat dengan tubuh.

Apabila armrest justru membuat Anda sulit mendekat ke meja, sesuaikan ketinggiannya atau jangan gunakan armrest saat sedang mengetik.

4. Atur Siku Dekat dengan Tubuh

Saat mengetik, siku sebaiknya tetap dekat dengan tubuh dengan sudut yang terasa nyaman. OSHA menggunakan rentang sekitar 90–120 derajat sebagai salah satu acuan posisi netral ketika bekerja di depan komputer.

Hindari meletakkan keyboard atau mouse terlalu jauh karena tubuh akan terdorong membungkuk dan bahu harus menjangkau ke depan. Tempatkan keyboard tepat di depan tubuh dan mouse pada permukaan yang sama serta mudah dijangkau.

Apabila Anda harus terus mengangkat atau merentangkan lengan ketika menggunakan mouse, periksa kembali jarak kursi dengan meja.

5. Pertahankan Pergelangan Tangan Tetap Lurus

Pergelangan tangan sebaiknya berada sejajar dengan lengan bawah ketika menggunakan keyboard dan mouse. Hindari menekuk pergelangan tangan terlalu tinggi, terlalu rendah, atau ke samping.

Atur posisi keyboard agar tangan berada setinggi atau sedikit lebih rendah daripada siku. Saat mengetik, gunakan sentuhan ringan dan jangan menekan telapak tangan terlalu kuat pada tepi meja yang keras.

Mouse juga perlu ditempatkan dekat dengan keyboard. Posisi yang terlalu jauh dapat membuat siku menjauh dari tubuh dan memberikan beban tambahan pada bahu.

Baca juga: 10 Prinsip Ergonomi dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

6. Pastikan Telapak Kaki Mendapat Dukungan

Atur tinggi kursi hingga seluruh telapak kaki dapat menapak dengan stabil pada lantai. Hindari membiarkan kaki menggantung karena bagian belakang paha dapat mengalami tekanan yang membuat posisi duduk terasa tidak nyaman.

Apabila tinggi kursi harus dinaikkan agar sesuai dengan meja, gunakan footrest sebagai penopang kaki. Jangan menurunkan kursi secara berlebihan jika hal tersebut membuat posisi tangan terlalu rendah terhadap meja.

Anda dapat menggunakan PEXIO Anti-Fatigue Footrest yang memiliki pengaturan ketinggian dan kemiringan untuk membantu memberikan tumpuan pada kaki.

Sesekali menyilangkan kaki mungkin terasa nyaman, tetapi hindari mempertahankannya terlalu lama. Kembalikan kedua kaki ke posisi yang mendapat dukungan dan ubah posisi secara berkala.

7. Posisikan Lutut Setinggi atau Sedikit Lebih Rendah dari Pinggul

Lutut sebaiknya berada kurang lebih setinggi pinggul dengan paha mendapatkan dukungan yang merata dari dudukan. Kaki dapat ditempatkan sedikit ke depan selama telapak kaki tetap mendapat tumpuan.

Perhatikan pula kedalaman dudukan. Sisakan sedikit ruang antara bagian depan kursi dan belakang lutut agar tepi dudukan tidak menekan kaki.

Jika dudukan terlalu panjang, punggung akan sulit menyentuh sandaran. Sebaliknya, dudukan yang terlalu pendek mungkin tidak memberikan dukungan yang cukup pada paha. Kursi dengan fitur sliding seat dapat membantu menyesuaikan kedalaman dudukan dengan panjang kaki pengguna.

8. Letakkan Monitor Tepat di Depan Tubuh

Monitor sebaiknya berada tepat di depan tubuh, bukan terlalu jauh ke kanan atau kiri. Dengan demikian, Anda tidak perlu memutar leher atau tubuh secara terus-menerus saat bekerja.

Letakkan layar kurang lebih sepanjang satu lengan dari wajah. Bagian atas layar dapat ditempatkan sejajar atau sedikit di bawah tinggi mata. Pengaturan tersebut membantu pengguna melihat layar tanpa terus menundukkan atau mendongakkan kepala.

Panduan Mayo Clinic mengenai ergonomi kantor merekomendasikan jarak monitor sekitar 50–100 cm, tergantung ukuran layar dan kenyamanan pengguna.

Jika menggunakan dua monitor dengan intensitas yang sama, tempatkan keduanya berdekatan dan posisikan titik pertemuannya tepat di depan tubuh. Jika salah satu lebih sering digunakan, tempatkan monitor utama di depan Anda.

Baca juga: 8 Cara Mengatur Posisi Duduk di Depan Komputer

9. Jangan Mempertahankan Satu Posisi Terlalu Lama

Tidak ada satu posisi duduk yang ideal untuk dipertahankan selama berjam-jam. Meskipun workstation sudah diatur dengan baik, tubuh tetap membutuhkan perubahan posisi dan gerakan.

Lakukan penyesuaian kecil pada sandaran atau dudukan, berdiri, berjalan sebentar, dan lakukan peregangan ringan secara berkala. Anda juga dapat mengerjakan sebagian aktivitas sambil berdiri jika menggunakan adjustable desk.

OSHA menekankan bahwa duduk diam dalam satu posisi terlalu lama tetap tidak baik, terlepas dari seberapa ergonomis posisi tersebut. Pengguna dianjurkan mengubah posisi, melakukan peregangan, dan berdiri atau berjalan secara berkala.

Kesalahan Posisi Duduk yang Sering Dilakukan

Beberapa kebiasaan berikut dapat membuat tubuh lebih cepat lelah saat bekerja:

  • Duduk terlalu jauh dari meja.

  • Membungkuk untuk mendekati layar.

  • Menempatkan laptop terlalu rendah.

  • Membiarkan kaki menggantung.

  • Menaruh mouse terlalu jauh dari keyboard.

  • Duduk di bagian depan kursi tanpa dukungan punggung.

  • Mengatur armrest terlalu tinggi.

  • Menaruh benda yang sering digunakan di luar jangkauan.

  • Bertahan dalam satu posisi selama berjam-jam.

Kenyamanan duduk tidak hanya dipengaruhi oleh postur tubuh. Tinggi meja, posisi monitor, jenis kursi, keyboard, mouse, dan tata letak barang kerja juga perlu disesuaikan secara menyeluruh.

Baca juga: Kenali Ciri Postur Duduk yang Salah dan Dampaknya

Cara Mengatur Kursi Ergonomis agar Posisi Duduk Lebih Nyaman

Sebelum mulai bekerja, atur kursi secara bertahap dengan urutan berikut:

  1. Sesuaikan tinggi dudukan hingga kaki mendapat tumpuan.

  2. Duduk hingga punggung menyentuh sandaran.

  3. Posisikan lumbar support pada lekukan punggung bawah.

  4. Sesuaikan kedalaman dudukan agar tidak menekan belakang lutut.

  5. Atur armrest hingga bahu tetap rileks.

  6. Sesuaikan headrest agar menopang kepala ketika bersandar.

  7. Atur tingkat recline dan ketegangannya sesuai berat tubuh.

  8. Dekatkan kursi ke meja agar keyboard dan mouse mudah dijangkau.

Jangan langsung menyalin pengaturan kursi milik orang lain. Tinggi badan, panjang paha, lebar bahu, dan tinggi meja setiap orang dapat berbeda.

Rekomendasi Kursi PEXIO untuk Mendukung Posisi Duduk

Berikut beberapa kursi PEXIO dengan fitur penyesuaian yang dapat membantu menciptakan posisi duduk lebih personal.

1. PEXIO Avalon Ergonomic Chair

PEXIO Avalon dilengkapi adjustable lumbar support, headrest 3D, armrest 3D, sliding seat, pengaturan tinggi, serta sistem recline dan locking.

Sliding seat membantu pengguna menyesuaikan kedalaman dudukan, sedangkan lumbar support dapat diposisikan untuk memberikan dukungan pada punggung bawah. Kursi ini direkomendasikan untuk pengguna dengan tinggi sekitar 150–190 cm.

2. PEXIO Mike Ergonomic Office Chair

PEXIO Mike memiliki backrest yang dapat diatur hingga tujuh tingkat, lumbar support 2D, headrest 2D, armrest 3D, sliding seat, serta pengaturan tinggi dan recline.

Fitur penyesuaian pada sandaran dan dudukan membuat kursi ini dapat digunakan untuk mengakomodasi variasi posisi selama bekerja.

3. PEXIO Taylor Ergonomic Office Chair

PEXIO Taylor dapat dipertimbangkan oleh pengguna dengan postur tubuh lebih tinggi. Produk ini direkomendasikan untuk tinggi sekitar 165–200 cm dan dilengkapi lumbar support 2D, headrest 2D, armrest 4D, sliding seat, serta reclining mechanism.

Pengaturan kedalaman dudukan dan lumbar support membantu kursi menyesuaikan panjang paha serta posisi punggung pengguna.

Anda dapat melihat lebih banyak pilihan pada halaman koleksi kursi ergonomis PEXIO atau mengunjungi showroom PEXIO untuk mencoba kursi secara langsung.

Posisi Terbaik Adalah Posisi yang Terus Disesuaikan

Posisi duduk yang benar membantu tubuh bekerja dalam postur yang lebih netral. Pastikan punggung mendapatkan dukungan, bahu rileks, tangan mudah menjangkau perangkat, dan kaki mendapat tumpuan yang stabil.

Namun, kursi ergonomis dan workstation yang sudah tertata belum menggantikan kebutuhan untuk bergerak. Ubah posisi tubuh, berdiri, dan berjalan secara berkala agar Anda tidak terus berada dalam posisi statis.

Jika rasa sakit, kebas, kesemutan, atau keterbatasan gerak terus muncul meskipun posisi kerja sudah diperbaiki, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter atau tenaga kesehatan yang kompeten.

Cart

No more products available for purchase

Your Cart is Empty