Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Kami menyarankan untuk beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

10 Prinsip Ergonomi di Tempat Kerja dan Contoh Penerapannya

Pernah merasa leher kaku, bahu cepat pegal, atau harus terus membungkuk untuk melihat layar saat bekerja? Masalahnya belum tentu hanya karena Anda duduk terlalu lama. Bisa jadi, ruang kerja belum menyesuaikan kebutuhan tubuh Anda.

Ergonomi bukan sekadar tentang menggunakan kursi yang nyaman. International Ergonomics Association (IEA) mendefinisikan ergonomi sebagai disiplin yang mempelajari interaksi manusia dengan elemen lain dalam suatu sistem dan menerapkannya dalam desain untuk mendukung kesejahteraan manusia sekaligus kinerja sistem.

Sederhananya, prinsip utama ergonomi adalah menyesuaikan pekerjaan dan lingkungan kerja terhadap manusia, bukan memaksa tubuh menyesuaikan lingkungan kerja.

Jika Anda masih ingin memahami manfaatnya terlebih dahulu, baca juga manfaat ergonomi dalam lingkungan kerja.

Prinsip Ergonomi dan Fungsinya

Apa Itu Prinsip Ergonomi?

Prinsip ergonomi adalah pedoman untuk merancang aktivitas, peralatan, dan lingkungan kerja agar sesuai dengan kemampuan serta keterbatasan penggunanya.

Ergonomi juga tidak hanya membahas postur tubuh. IEA membaginya ke dalam ergonomi fisik, kognitif, dan organisasi. Namun, untuk aktivitas kerja di meja, faktor seperti postur, jangkauan, gerakan berulang, beban, dan tata letak workstation menjadi beberapa hal yang paling mudah dievaluasi sehari-hari.

Berikut 10 prinsip yang dapat digunakan sebagai panduan.

10 Prinsip Ergonomi dan Contohnya

Prinsip Ergonomis dan Contohnya

1. Pertahankan Postur Tubuh yang Netral

Postur netral berarti tubuh berada dalam posisi yang nyaman tanpa harus terus membungkuk, memutar tubuh, mengangkat bahu, atau menekuk pergelangan tangan secara berlebihan.

Untuk pekerjaan komputer, kepala dan leher sebaiknya relatif sejajar dengan torso, bahu rileks, punggung mendapatkan dukungan, dan posisi tangan memungkinkan pergelangan tetap nyaman ketika mengetik.

Contohnya: atur tinggi kursi sehingga Anda dapat mengetik tanpa mengangkat bahu. Sesuaikan monitor agar Anda tidak harus terus menundukkan atau mendongakkan kepala.

Jika ingin membahasnya lebih detail, PEXIO juga memiliki panduan tentang posisi duduk ergonomis yang benar.

Bekerja dalam posisi atau postur normal

2. Kurangi Beban dan Gaya yang Berlebihan

Semakin besar gaya yang harus dikeluarkan tubuh, semakin besar pula tuntutan yang diterima otot dan persendian.

Prinsipnya bukan hanya “gunakan tenaga lebih sedikit”, tetapi mencari cara agar pekerjaan dapat dilakukan dengan usaha fisik yang lebih efisien.

Contohnya: gunakan alat bantu untuk memindahkan barang berat dan tempatkan perlengkapan yang sering digunakan pada posisi yang mudah dijangkau.

3. Letakkan Barang Penting dalam Jangkauan

Jika Anda berkali-kali harus meregangkan badan untuk mengambil mouse, telepon, dokumen, atau perlengkapan lainnya, layout meja kemungkinan perlu diperbaiki.

Gunakan konsep reach zone: benda yang paling sering digunakan ditempatkan paling dekat dengan tubuh.

Contohnya: keyboard dan mouse berada di depan atau dekat tubuh, sementara barang yang jarang dipakai dapat diletakkan lebih jauh.

Jangkau amplop

4. Sesuaikan Tinggi Area Kerja dengan Tubuh

Tidak ada satu tinggi meja atau kursi yang ideal untuk semua orang. Tinggi workstation perlu mempertimbangkan tubuh pengguna dan aktivitas yang dilakukan.

Untuk aktivitas mengetik, posisi kursi dan meja sebaiknya memungkinkan siku berada dekat dengan tubuh tanpa membuat bahu terus terangkat.

Di sinilah fitur adjustability pada furniture menjadi penting.

Selain kursi, Anda dapat mempelajari bagaimana meja kerja ergonomis membantu menciptakan setup kerja yang lebih nyaman.

Bekerja sesuai dengan ketinggian dimensi tubuh

5. Kurangi Gerakan yang Dilakukan Berulang-ulang

Mengetik, menggunakan mouse, mengangkat benda, atau melakukan aktivitas yang sama secara terus-menerus dapat meningkatkan paparan terhadap gerakan repetitif.

Solusinya tidak selalu berarti berhenti bekerja. Anda dapat mengubah layout, menggunakan alat yang lebih sesuai, mengganti metode kerja, atau melakukan variasi tugas.

6. Hindari Posisi Statis Terlalu Lama

Postur yang terlihat “benar” belum tentu ideal jika dipertahankan tanpa bergerak sepanjang hari.

Duduk tegak selama berjam-jam tanpa perubahan posisi tetap merupakan posisi statis.

Karena itu, ergonomi bukan tentang menemukan satu posisi sempurna, melainkan menciptakan workstation yang memungkinkan tubuh mengganti posisi dengan nyaman.

Contohnya: sesekali ubah posisi duduk, berdiri, berjalan sebentar, atau gunakan meja adjustable untuk memberikan lebih banyak variasi posisi kerja.

7. Kurangi Titik Tekanan pada Tubuh

Permukaan keras atau tepian furniture dapat memberikan tekanan pada bagian tubuh tertentu ketika digunakan dalam waktu lama.

Misalnya, bagian depan dudukan yang tidak sesuai dapat membuat area belakang lutut terasa kurang nyaman.

Karena itu, ukuran kursi tidak hanya soal lebar dudukan. Kedalaman dudukan atau seat depth juga perlu sesuai dengan proporsi tubuh pengguna.

8. Sediakan Ruang Gerak yang Cukup

Workspace ergonomis harus menyediakan ruang bagi kaki, lutut, tangan, dan tubuh untuk bergerak.

Coba cek bagian bawah meja Anda. Apakah dipenuhi kotak, kabel, atau barang lain sampai kaki sulit berpindah posisi?

Jika iya, tubuh mungkin mempertahankan postur tertentu lebih lama hanya karena tidak mempunyai ruang untuk bergerak.

Contohnya: kosongkan bagian bawah meja dan pastikan kursi dapat mendekati meja tanpa terhalang.

9. Bergerak dan Ganti Posisi Secara Berkala

Furniture bukan satu-satunya faktor dalam ergonomi.

Tubuh tetap membutuhkan gerakan selama bekerja. Variasikan aktivitas dengan berdiri, berjalan singkat, atau melakukan peregangan ringan sesuai kebutuhan.

Jadi, jangan menganggap menggunakan kursi ergonomis berarti Anda harus duduk di kursi tersebut sepanjang hari.

Peregangan untuk mencegah masalah nyeri saat bekerja

10. Ciptakan Lingkungan Kerja yang Nyaman

Ergonomi juga memperhatikan kondisi di sekitar workstation.

Pencahayaan, glare pada monitor, ruang, posisi peralatan, temperatur, dan faktor lingkungan lainnya dapat memengaruhi kenyamanan bekerja.

Contohnya: hindari menempatkan monitor pada posisi yang membuat pantulan cahaya mengganggu pandangan sehingga Anda terpaksa terus mengubah posisi kepala.

Cek Ergonomi Meja Kerja Anda dalam 5 Menit

Setelah memahami prinsip di atas, coba cek workstation Anda:

  1. Apakah telapak kaki memiliki tumpuan yang stabil?
  2. Apakah punggung mendapatkan dukungan?
  3. Apakah bahu tetap rileks ketika mengetik?
  4. Apakah keyboard dan mouse mudah dijangkau?
  5. Apakah pergelangan tangan berada pada posisi yang nyaman?
  6. Apakah monitor dapat dilihat tanpa terus menunduk atau mendongak?
  7. Apakah tersedia ruang yang cukup untuk kaki?
  8. Apakah barang yang sering digunakan berada dekat tubuh?
  9. Apakah layar bebas dari pantulan cahaya yang mengganggu?
  10. Apakah workstation memungkinkan Anda berganti posisi?

Jika banyak jawaban Anda masih “tidak”, jangan langsung mengganti seluruh furniture.

Mulailah dari hal yang bisa diatur terlebih dahulu: tinggi kursi, posisi monitor, keyboard, mouse, serta layout meja kerja.

Untuk setup komputer yang lebih spesifik, lihat juga panduan posisi duduk di depan komputer.

Apakah Menggunakan Furniture Ergonomis Sudah Cukup?

Belum tentu.

Kursi berlabel “ergonomis” tidak otomatis menghasilkan setup ergonomis apabila tinggi dudukan, lumbar support, armrest, seat depth, dan posisi meja tidak disesuaikan dengan penggunanya.

Karena itu, ketika memilih kursi, jangan hanya bertanya:

“Apakah kursi ini ergonomis?”

Pertanyaan yang lebih berguna adalah:

“Apakah kursi ini dapat disesuaikan dengan tubuh dan cara saya bekerja?”

Sebagai contoh, PEXIO x HBADA Evolve 3 Ergonomic Office Chair memiliki beberapa fitur penyesuaian seperti seat height, sliding seat, lumbar support, headrest, dan armrest yang dapat membantu pengguna menyesuaikan kursi dengan kebutuhan posisi duduknya.

Jika belum yakin fitur apa yang perlu dicari, pelajari terlebih dahulu pengertian dan kriteria kursi kerja ergonomis.

 

Mulai dari Workspace yang Menyesuaikan Anda

Prinsip ergonomi bukan tentang memaksa tubuh mempertahankan satu posisi “sempurna” sepanjang hari.

Intinya adalah membuat aktivitas, furniture, dan lingkungan kerja lebih mudah menyesuaikan kebutuhan tubuh Anda.

Mulailah dari hal sederhana: atur kursi, dekatkan mouse, sesuaikan posisi monitor, bebaskan ruang kaki, lalu biasakan mengganti posisi selama bekerja.

Jika Anda membutuhkan furniture yang memberikan lebih banyak fleksibilitas pengaturan, lihat pilihan kursi ergonomis PEXIO dan meja ergonomis PEXIO untuk menemukan setup yang lebih sesuai dengan kebutuhan kerja Anda.

Sudah tahu bagian mana dari workstation Anda yang perlu diperbaiki? Mulai dari menyesuaikan satu elemen terlebih dahulu, lalu bangun workspace yang benar-benar dapat mengikuti kebutuhan tubuh Anda.

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda kosong