Ergonomi sering dikaitkan dengan kursi kantor, posisi duduk, dan tinggi meja kerja. Padahal, penerapannya jauh lebih luas. Ergonomi juga mencakup peralatan, beban kerja, tata ruang, teknologi, pencahayaan, komunikasi, hingga cara suatu pekerjaan disusun.
Secara sederhana, ergonomi berusaha menyesuaikan pekerjaan dan lingkungan dengan kemampuan manusia. Artinya, pengguna tidak terus-menerus dipaksa menyesuaikan tubuh, kebiasaan, dan pikirannya dengan sistem yang kurang sesuai.
Penerapan ergonomi yang tepat dapat membantu menciptakan aktivitas kerja yang lebih nyaman, aman, mudah dilakukan, dan efisien. Manfaat ergonomi juga tidak hanya dirasakan oleh karyawan, tetapi dapat mendukung kualitas kerja dan operasional perusahaan.
Lantas, apa tujuan ergonomi, fungsi ergonomis, serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari? Simak penjelasan berikut.
Apa Itu Ergonomi?
Ergonomi adalah pendekatan yang mempelajari interaksi antara manusia dengan pekerjaan, alat, produk, teknologi, lingkungan, dan sistem yang digunakannya.
Penerapan ergonomi berusaha menyelaraskan berbagai elemen tersebut dengan kemampuan dan keterbatasan pengguna. Pendekatan ini dapat diterapkan pada aktivitas fisik, proses mental, sistem organisasi, maupun kondisi lingkungan.
Beberapa contoh penerapan ergonomi adalah:
-
Menyesuaikan tinggi meja dan kursi.
-
Menempatkan monitor dalam posisi yang mudah dilihat.
-
Mengurangi aktivitas mengangkat secara manual.
-
Menyederhanakan tampilan aplikasi.
-
Mengatur pembagian tugas dan waktu istirahat.
-
Menjaga pencahayaan dan suhu ruang.
-
Menempatkan alat yang sering digunakan dalam jangkauan.
-
Merancang ruang yang mudah diakses oleh berbagai pengguna.
Dengan demikian, ergonomi bukan hanya tentang produk. Kursi atau meja ergonomis merupakan bagian dari sistem kerja yang juga melibatkan manusia, tugas, teknologi, kebiasaan, dan lingkungan.
Baca juga: Ruang Lingkup Ergonomi dan Jenis-Jenisnya
Apa Perbedaan Tujuan, Fungsi, dan Manfaat Ergonomi?
Ketiga istilah tersebut saling berhubungan, tetapi memiliki arti yang berbeda.
Tujuan Ergonomi
Tujuan ergonomi menjelaskan kondisi yang ingin dicapai melalui penerapannya. Secara umum, ergonomi bertujuan menciptakan kesesuaian antara manusia dengan tugas, alat, dan sistem agar pekerjaan dapat dilakukan secara lebih aman, nyaman, dan efektif.
Fungsi Ergonomis
Fungsi ergonomis menjelaskan peran suatu desain, alat, atau sistem dalam membantu pengguna. Contohnya, fitur adjustable height berfungsi menyesuaikan tinggi meja atau kursi dengan tubuh pengguna.
Manfaat Ergonomi
Manfaat ergonomi adalah dampak positif yang dapat dirasakan setelah prinsip ergonomi diterapkan dengan tepat. Dampaknya dapat berupa kenyamanan yang lebih baik, risiko kerja yang lebih terkendali, atau proses kerja yang lebih efisien.
Sebagai contoh, tujuan sebuah kursi ergonomis adalah membantu kursi menyesuaikan tubuh pengguna. Lumbar support berfungsi memberikan dukungan pada punggung bawah. Salah satu manfaat yang dapat dirasakan adalah posisi duduk menjadi lebih mudah dipertahankan tanpa ketegangan berlebihan.
Apa Tujuan Utama Ergonomi?
1. Menyesuaikan Pekerjaan dengan Manusia
Setiap orang memiliki tinggi, berat, jangkauan, kekuatan, kemampuan, dan kebutuhan yang berbeda. Ergonomi bertujuan menyesuaikan pekerjaan dengan variasi tersebut.
Karena itu, furnitur dan peralatan yang dapat disesuaikan umumnya lebih fleksibel daripada produk dengan satu pengaturan tetap.
2. Mendukung Keselamatan dan Kenyamanan
Ergonomi membantu mengenali kondisi yang dapat menimbulkan beban berlebihan, seperti postur canggung, gerakan berulang, jangkauan terlalu jauh, atau penggunaan tenaga yang tidak sesuai.
Tujuannya bukan menghilangkan seluruh aktivitas fisik, melainkan merancang aktivitas agar dapat dilakukan dengan lebih terkendali.
3. Meningkatkan Efektivitas Sistem
Sistem ergonomis membantu pengguna menemukan informasi, menjangkau peralatan, dan menyelesaikan tugas tanpa langkah yang tidak diperlukan.
Penerapannya dapat terlihat pada tata letak ruang, desain aplikasi, alur produksi, hingga pembagian tugas dalam tim.
4. Mendukung Kesejahteraan dan Performa Pengguna
Ergonomi berusaha menjaga keseimbangan antara performa sistem dan kebutuhan manusia. Perusahaan tidak hanya mengejar hasil kerja, tetapi juga memperhatikan bagaimana pekerjaan tersebut dilakukan.
Baca juga: Penerapan Ergonomi di Tempat Kerja dan Manfaatnya
8 Manfaat Ergonomi dalam Lingkungan Kerja
1. Membantu Mengurangi Faktor Risiko Fisik
Salah satu manfaat ergonomi adalah membantu mengurangi paparan terhadap faktor risiko seperti postur yang tidak nyaman, gerakan berulang, penggunaan tenaga berlebihan, dan posisi statis terlalu lama.
Contohnya, meja yang terlalu tinggi dapat membuat bahu terus terangkat. Monitor yang ditempatkan di samping tubuh dapat membuat leher terus berputar. Sementara itu, alat yang terlalu jauh memaksa pengguna menjangkau berkali-kali.
Penerapan ergonomi dilakukan dengan mengubah alat, posisi, tata letak, atau cara kerja. Namun, hasilnya tetap bergantung pada kesesuaian solusi dan cara penggunaannya.
2. Mendukung Keselamatan Kerja
Ergonomi membantu mengidentifikasi potensi bahaya sebelum menimbulkan masalah. Pendekatan ini dapat digunakan pada pekerjaan kantor, produksi, gudang, pelayanan, transportasi, maupun aktivitas lain.
Contohnya meliputi:
-
Menyediakan alat bantu untuk memindahkan barang.
-
Menempatkan kabel agar tidak menghalangi jalan.
-
Memberikan ruang gerak yang cukup.
-
Menyediakan pencahayaan sesuai aktivitas.
-
Menggunakan kontrol dan label yang mudah dipahami.
-
Menempatkan barang berat pada ketinggian yang mudah dijangkau.
Keselamatan kerja tidak hanya bergantung pada furnitur. Prosedur, pelatihan, kebiasaan, dan pengawasan tetap perlu diterapkan sebagai satu sistem.
3. Membantu Meningkatkan Kenyamanan
Fungsi ergonomis pada alat dan furnitur membantu pengguna melakukan penyesuaian berdasarkan tubuh serta aktivitasnya.
Sebagai contoh, kursi dengan pengaturan tinggi, kedalaman dudukan, lumbar support, dan armrest dapat memberikan lebih banyak pilihan posisi dibandingkan kursi dengan pengaturan tetap.
Namun, kenyamanan bersifat personal. Kursi yang nyaman bagi satu orang belum tentu cocok bagi orang lain. Produk tetap perlu dipilih berdasarkan ukuran tubuh, durasi pemakaian, aktivitas, dan meja yang digunakan.
4. Membantu Menjaga Fokus
Rasa tidak nyaman, peralatan yang sulit dijangkau, atau tata letak yang membingungkan dapat mengalihkan perhatian dari pekerjaan utama.
Lingkungan yang lebih tertata membantu pengguna mengakses perangkat, dokumen, dan informasi dengan lebih mudah. Pengaturan ini dapat mengurangi gangguan yang sebenarnya dapat dihindari.
Ergonomi kognitif juga berperan dalam menjaga fokus. Informasi perlu disusun dengan jelas, notifikasi dikendalikan, dan instruksi dibuat mudah dipahami agar pengguna tidak menerima beban mental yang tidak diperlukan.
5. Mendukung Produktivitas dan Efisiensi
Produktivitas bukan hanya tentang bekerja lebih cepat. Proses kerja juga perlu mengurangi langkah, gerakan, pencarian, atau pengulangan yang tidak memberikan nilai.
Contoh penerapan ergonomi untuk efisiensi meliputi:
-
Menempatkan alat berdasarkan frekuensi penggunaan.
-
Mengurangi perpindahan yang tidak diperlukan.
-
Menyesuaikan tinggi permukaan kerja.
-
Membuat sistem penyimpanan yang mudah dipahami.
-
Menyederhanakan prosedur.
-
Menggunakan perangkat yang sesuai dengan tugas.
Perbaikan kecil pada tata letak dapat memberikan pengaruh besar apabila aktivitas tersebut dilakukan berulang kali setiap hari.
6. Membantu Menjaga Kualitas Kerja
Kondisi kerja dapat memengaruhi ketelitian pengguna. Saat tubuh terasa tidak nyaman atau informasi sulit dipahami, kemungkinan terjadinya kesalahan dapat meningkat.
Ergonomi membantu menciptakan kondisi yang mendukung pengguna bekerja secara konsisten. Contohnya adalah menyediakan pencahayaan untuk pekerjaan detail, menggunakan tampilan yang mudah dibaca, dan menempatkan perangkat dalam posisi stabil.
Meski demikian, ergonomi bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi kualitas. Kemampuan, pelatihan, alat, waktu, dan standar kerja juga perlu diperhatikan.
7. Membantu Mengakomodasi Perbedaan Pengguna
Satu ukuran atau pengaturan belum tentu sesuai untuk semua orang. Lingkungan kerja dapat digunakan oleh karyawan dengan tinggi, proporsi tubuh, kemampuan, pengalaman, dan kebutuhan yang berbeda.
Furnitur adjustable, antarmuka yang mudah dipahami, serta tata ruang yang mudah diakses dapat membantu sistem digunakan oleh lebih banyak orang.
Manfaat ini semakin relevan pada kantor dengan sistem hot desking, hybrid, atau workstation yang digunakan bergantian. Setiap pengguna perlu dapat mengatur ulang area kerja sebelum memulai aktivitas.
8. Mendukung Pengalaman dan Keterlibatan Karyawan
Lingkungan kerja yang dirancang berdasarkan kebutuhan pengguna dapat menunjukkan bahwa perusahaan memperhatikan cara karyawan menjalankan pekerjaannya.
Karyawan juga sebaiknya dilibatkan ketika perusahaan mengevaluasi workstation atau proses kerja. Mereka mengetahui masalah yang muncul dalam aktivitas sehari-hari dan dapat membantu mengidentifikasi solusi yang lebih relevan.
Namun, keterlibatan karyawan tidak cukup hanya dengan menyediakan furnitur baru. Perusahaan perlu memberikan pelatihan, menerima masukan, melakukan evaluasi, dan memperbaiki sistem secara berkala.
Contoh Fungsi Ergonomis pada Furnitur Kerja
Fitur ergonomis memiliki fungsi yang berbeda. Berikut beberapa contohnya.
1. Adjustable Seat Height
Pengaturan tinggi dudukan berfungsi menyesuaikan kursi dengan tinggi meja dan panjang kaki pengguna.
2. Lumbar Support
Lumbar support berfungsi memberikan dukungan pada area punggung bawah. Posisi dan tekanannya perlu disesuaikan dengan bentuk tubuh pengguna.
3. Sliding Seat
Sliding seat berfungsi mengatur kedalaman dudukan agar paha memperoleh dukungan tanpa membuat tepi kursi menekan bagian belakang lutut.
4. Adjustable Armrest
Armrest yang dapat diatur berfungsi membantu menopang lengan dan menjaga bahu tetap rileks selama bekerja.
5. Recline dan Tilt Tension
Recline membantu pengguna mengubah sudut duduk, sedangkan tilt tension mengatur tingkat hambatan sandaran berdasarkan preferensi atau berat tubuh.
6. Adjustable Desk
Meja adjustable berfungsi mengatur tinggi permukaan kerja dan memudahkan pengguna mengganti posisi duduk serta berdiri.
7. Monitor Arm
Monitor arm berfungsi mengatur ketinggian, jarak, dan arah layar tanpa memenuhi terlalu banyak permukaan meja.
Fitur yang lebih banyak tidak selalu berarti lebih baik. Prioritaskan pengaturan yang sesuai dengan tubuh, durasi pemakaian, dan aktivitas Anda.
Cara Menerapkan Ergonomi di Tempat Kerja
1. Kenali Masalah yang Dialami Pengguna
Tanyakan bagian aktivitas yang terasa sulit, melelahkan, berulang, atau membingungkan. Amati bagaimana tugas dilakukan dalam kondisi nyata.
2. Evaluasi Seluruh Workstation
Periksa hubungan antara kursi, meja, monitor, keyboard, mouse, pencahayaan, dan penyimpanan. Jangan mengevaluasi setiap benda secara terpisah.
3. Prioritaskan Masalah dengan Risiko Terbesar
Dahulukan kondisi yang sering terjadi, memengaruhi banyak orang, atau berpotensi mengganggu keselamatan dan kelancaran kerja.
4. Sesuaikan Solusi dengan Pengguna
Solusi dapat berupa perubahan tinggi meja, tata letak, alat bantu, prosedur, jadwal, atau teknologi. Membeli furnitur baru bukan selalu satu-satunya pilihan.
5. Berikan Pelatihan
Pengguna perlu memahami cara mengatur kursi, meja, monitor, dan peralatan. Fitur adjustable tidak memberikan manfaat optimal jika tidak pernah disesuaikan.
6. Evaluasi Kembali
Periksa apakah perubahan benar-benar menyelesaikan masalah atau justru menimbulkan kendala baru. Kebutuhan juga dapat berubah seiring perubahan teknologi dan aktivitas kerja.
Baca juga: 10 Prinsip Ergonomis dalam Bekerja Beserta Fungsinya
Kesalahan dalam Menerapkan Ergonomi
Hindari beberapa kesalahan berikut:
-
Menganggap ergonomi hanya berkaitan dengan kursi.
-
Membeli furnitur tanpa memahami kebutuhan pengguna.
-
Menggunakan satu pengaturan untuk semua orang.
-
Tidak memberikan pelatihan penggunaan fitur.
-
Hanya memperbaiki postur tanpa mengevaluasi tugas.
-
Mengabaikan beban mental dan organisasi kerja.
-
Mempertahankan satu posisi terlalu lama.
-
Tidak melibatkan karyawan.
-
Tidak mengevaluasi hasil perubahan.
-
Menganggap produk ergonomis dapat menggantikan kebutuhan bergerak.
Ergonomi sebaiknya diterapkan sebagai proses berkelanjutan, bukan proyek satu kali.
Produk PEXIO untuk Mendukung Workstation Ergonomis
1. PEXIO Mike Ergonomic Office Chair
PEXIO Mike Ergonomic Office Chair dilengkapi lumbar support 2D, headrest 2D, armrest 3D, sliding seat, dan mekanisme recline.
Fitur penyesuaiannya membantu pengguna mengatur dukungan punggung, kedalaman dudukan, posisi lengan, dan sudut bersandar berdasarkan kebutuhan.
2. PEXIO Wesley Ergonomic Desk
PEXIO Wesley Ergonomic Desk memiliki pengaturan ketinggian elektrik dan permukaan berukuran 120 × 60 cm.
Meja ini dapat membantu pengguna mengatur tinggi workstation dan berganti antara posisi duduk serta berdiri. Pergantian posisi tetap perlu dilakukan berdasarkan kenyamanan, bukan untuk memaksakan berdiri sepanjang hari.
3. PEXIO Adjustable Monitor Arm
PEXIO Adjustable Ergonomic Monitor Arm membantu mengatur posisi layar berdasarkan tinggi dan arah pandangan pengguna.
Monitor arm juga dapat membantu membebaskan sebagian permukaan meja agar keyboard, mouse, dan perlengkapan kerja lebih mudah ditata.
Temukan pilihan lainnya melalui koleksi kursi ergonomis PEXIO, meja ergonomis PEXIO, dan aksesori ergonomis PEXIO.
Terapkan Ergonomi sebagai Sebuah Sistem
Manfaat ergonomi tidak hanya berasal dari furnitur yang nyaman. Ergonomi mencakup cara pekerjaan disusun, alat digunakan, informasi disampaikan, dan lingkungan dirancang.
Tujuan ergonomi adalah menciptakan kesesuaian antara manusia dengan sistem. Sementara itu, fungsi ergonomis membantu setiap komponen menjalankan perannya, mulai dari menopang tubuh hingga menyederhanakan alur kerja.
Mulailah dengan mengenali kebutuhan pengguna, mengevaluasi aktivitas, dan memperbaiki masalah yang paling berpengaruh. Setelah itu, lakukan penyesuaian serta evaluasi secara berkala.
Dengan pendekatan yang menyeluruh, ergonomi dapat mendukung lingkungan kerja yang lebih nyaman, aman, efisien, dan sesuai dengan kebutuhan manusia.
