Workspace dapat terlihat rapi dan profesional, tetapi belum tentu nyaman digunakan.
Meja mungkin cukup luas, tetapi mouse terlalu jauh. Kursi terasa empuk, tetapi sulit disesuaikan. Monitor sudah besar, tetapi posisinya membuat tubuh terus maju mendekati layar.
Ketidaksesuaian kecil seperti ini dapat memengaruhi bagaimana tubuh dan pikiran merasakan aktivitas kerja sehari-hari.
Ergonomi tidak hanya berbicara tentang furniture. Ergonomi melihat hubungan antara manusia, aktivitas, peralatan, workspace, dan lingkungan kerja.
Ketika berbagai elemen tersebut lebih sesuai dengan penggunanya, manfaat ergonomi pun lebih mudah dirasakan.
Apa Saja Manfaat Ergonomi?
Manfaat ergonomi adalah dampak positif yang dapat dirasakan ketika pekerjaan dan lingkungan kerja dirancang atau disesuaikan dengan orang yang menggunakannya.
Hal ini berbeda dengan tujuan ergonomi.
Tujuan ergonomi menjelaskan kondisi yang ingin dicapai. Sementara itu, manfaat menjelaskan outcome yang dapat dirasakan setelah ergonomi diterapkan dengan tepat.
Dalam pekerjaan berbasis meja, manfaat tersebut dapat berupa kenyamanan yang lebih baik, berkurangnya usaha fisik yang sebenarnya tidak diperlukan, kemudahan menggunakan workstation, hingga proses kerja yang lebih efisien.
Berikut tujuh manfaat ergonomi yang perlu Anda ketahui.
1. Membantu Meningkatkan Kenyamanan saat Bekerja
Salah satu manfaat ergonomi yang paling mudah dirasakan adalah kenyamanan.
Workstation yang kurang sesuai dapat membuat pengguna terus menyesuaikan tubuh sepanjang hari.
Misalnya:
-
meja terasa terlalu tinggi;
-
mouse terlalu jauh;
-
ukuran kursi kurang sesuai;
-
atau monitor membuat tubuh terus condong ke depan.
Penerapan ergonomi membantu mengurangi ketidaksesuaian tersebut.
Kursi dengan pengaturan seat height, armrest, lumbar support, atau seat depth, misalnya, memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna untuk menemukan konfigurasi yang sesuai dengan tubuh dan aktivitasnya.
Namun, kenyamanan bersifat personal.
Kursi yang terasa sesuai untuk satu orang belum tentu cocok untuk orang lain.
Karena itu, ergonomi bukan tentang mencari satu produk yang “paling nyaman untuk semua orang”, tetapi menciptakan workspace yang dapat lebih mudah menyesuaikan penggunanya.
Jika sedang mencari kursi berdasarkan kebutuhan tersebut, pelajari juga kriteria kursi kerja ergonomis.
2. Membantu Mengurangi Kelelahan Fisik yang Tidak Diperlukan
Merasa lelah setelah beraktivitas selama berjam-jam merupakan hal yang wajar.
Namun, sebagian usaha fisik ketika bekerja bisa saja berasal dari workstation yang kurang sesuai.
Misalnya, Anda harus berulang kali:
-
menjangkau mouse;
-
mengangkat bahu saat mengetik;
-
maju mendekati monitor;
-
duduk tanpa dukungan yang sesuai;
-
atau mempertahankan posisi tertentu terlalu lama.
Masing-masing terlihat sederhana, tetapi dilakukan berulang kali sepanjang hari.
Ergonomi membantu mengurangi usaha fisik tambahan tersebut dengan memperbaiki hubungan antara tubuh, peralatan, dan aktivitas.
Ini bukan berarti workspace ergonomis membuat seseorang tidak akan merasa lelah.
Durasi kerja, beban pekerjaan, waktu istirahat, kualitas tidur, aktivitas fisik, dan berbagai faktor lain tetap memengaruhi kelelahan.
Manfaat ergonomi adalah membantu agar workstation tidak menambahkan beban yang sebenarnya dapat dikurangi.
3. Membantu Menjaga Fokus pada Pekerjaan
Ketidaknyamanan dapat mengalihkan perhatian.
Bayangkan Anda harus terus menggeser kursi, maju ke arah monitor, meraih peralatan, atau memperbaiki posisi tubuh karena workstation terasa kurang sesuai.
Perhatian yang seharusnya digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan justru ikut tersita oleh masalah pada workspace.
Workspace yang lebih mudah digunakan membantu mengurangi gangguan-gangguan kecil seperti ini.
Barang yang sering digunakan dapat ditempatkan dalam jangkauan. Monitor dapat diatur berdasarkan arah pandang utama. Kursi dapat disesuaikan dengan pengguna.
Dengan begitu, pengguna bisa lebih fokus pada tugas utamanya.
Namun, ergonomi bukan satu-satunya faktor yang menentukan konsentrasi. Beban kerja, suara, notifikasi, kondisi lingkungan, dan waktu istirahat juga ikut berpengaruh.
4. Mendukung Produktivitas Kerja
Produktivitas merupakan salah satu manfaat ergonomi yang paling sering dibicarakan.
Tetapi produktivitas tidak seharusnya dimaknai sekadar membuat seseorang bekerja lebih cepat.
Cara yang lebih relevan adalah dengan melihat:
Berapa banyak usaha tambahan yang sebenarnya tidak diperlukan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan?
Bayangkan dua workstation.
Pada workstation pertama, pengguna harus terus mencari barang, memindahkan peralatan, menggeser kursi, menjangkau dokumen, dan maju untuk melihat monitor.
Pada workstation kedua, barang yang sering digunakan mudah diakses, peralatan tersusun sesuai aktivitas, dan furniture dapat digunakan dengan nyaman.
Pekerjaannya sama.
Namun, workstation kedua menciptakan lebih sedikit hambatan untuk menyelesaikannya.
Inilah salah satu cara ergonomi dapat membantu mendukung produktivitas.
Anda dapat melihat langkah konkretnya dalam panduan penerapan ergonomi di tempat kerja.
5. Membuat Workstation Lebih Mudah Digunakan
Workspace yang baik seharusnya tidak membuat penggunanya terus berpikir bagaimana cara menggunakannya dengan nyaman.
Karena itu, usability atau kemudahan penggunaan juga menjadi salah satu manfaat ergonomi.
Beberapa hal yang dapat dievaluasi antara lain:
-
apakah tombol atau pengaturan mudah dipahami;
-
apakah peralatan mudah dijangkau;
-
apakah monitor mudah dilihat;
-
apakah furniture dapat disesuaikan;
-
dan apakah layout mendukung urutan aktivitas.
Hal ini menjadi semakin penting untuk shared workspace.
Satu konfigurasi tetap mungkin sesuai untuk satu karyawan tetapi kurang sesuai bagi karyawan lain dengan tinggi dan proporsi tubuh berbeda.
Furniture adjustable memberikan lebih banyak fleksibilitas karena setiap pengguna dapat melakukan penyesuaian berdasarkan kebutuhannya.
6. Mendukung Kualitas Kerja yang Lebih Konsisten
Ergonomi juga dapat membantu menciptakan kondisi yang lebih mendukung pekerjaan dilakukan secara konsisten.
Bayangkan melakukan pekerjaan yang membutuhkan detail dengan pencahayaan kurang memadai.
Atau membaca layar yang membuat Anda terus maju mendekati monitor.
Atau mengelola banyak dokumen pada meja yang tidak terorganisasi dengan baik.
Masalahnya bukan hanya ketidaknyamanan.
Kondisi kerja yang kurang sesuai dapat membuat tugas menjadi lebih sulit dilakukan.
Workspace yang lebih mudah digunakan membantu mengurangi sebagian hambatan tersebut.
Tentu saja, ergonomi tidak otomatis meningkatkan kualitas pekerjaan.
Kemampuan, pengalaman, proses, waktu, peralatan, standar kerja, dan pelatihan tetap memiliki peran.
Ergonomi membantu menciptakan kondisi yang lebih mendukung pengguna untuk bekerja dengan baik.
7. Membantu Meningkatkan Efisiensi Workplace
Manfaat ergonomi semakin terlihat ketika kita tidak hanya melihat satu kursi atau satu karyawan, tetapi keseluruhan workplace.
Hal-hal kecil yang tidak efisien dapat terus berulang setiap hari.
Contohnya:
-
alat disimpan terlalu jauh;
-
shared desk sulit disesuaikan;
-
pengguna sering menjangkau;
-
meja tidak tertata sesuai aktivitas;
-
atau layout membuat pergerakan menjadi lebih panjang.
Perbaikan pada area tersebut dapat membuat pekerjaan lebih mudah dilakukan di seluruh workplace.
Karena itu, ergonomi bukan hanya memberikan manfaat bagi kenyamanan individual, tetapi juga dapat mendukung efisiensi operasional.
Menariknya, peningkatan ergonomi juga tidak selalu membutuhkan perubahan besar.
Mengatur ulang posisi peralatan, memperbaiki layout, mengajarkan karyawan cara menyesuaikan workstation, atau mengubah metode kerja dapat membantu membuat setup yang sudah ada lebih mudah digunakan.
Bagaimana Manfaat Ergonomi Saling Berhubungan?
Manfaat ergonomi tidak berdiri sendiri.
Bayangkan alur sederhana berikut:
Workspace lebih sesuai dengan pengguna.
Pengguna tidak perlu terlalu sering menjangkau atau mengubah posisi karena setup yang kurang sesuai.
Aktivitas terasa lebih nyaman.
Gangguan dari workstation dapat berkurang.
Pekerjaan menjadi lebih mudah dilakukan secara konsisten.
Alur kerja pun menjadi lebih efisien.
Karena itu, menilai ergonomi hanya dari satu outcome dapat membuat gambaran menjadi terlalu sederhana.
Kenyamanan, kelelahan, usability, produktivitas, dan efisiensi dapat saling memengaruhi.
Berbagai outcome tersebut dapat dicapai dengan menerapkan prinsip ergonomi secara tepat.
Apa Peran Furniture Ergonomis?
Furniture bukan satu-satunya bagian dari ergonomi, tetapi memiliki peran penting dalam pekerjaan berbasis meja.
Salah satu faktor yang perlu diperhatikan adalah adjustability.
Sebagai contoh, PEXIO x HBADA Evolve 3 Ergonomic Office Chair menyediakan berbagai fitur pengaturan seperti seat height, sliding seat, lumbar support, headrest, armrest, dan backrest.
Fitur tersebut memberikan lebih banyak opsi untuk menyesuaikan kursi dengan pengguna dan posisi kerjanya.
Namun, memiliki furniture adjustable baru merupakan langkah awal.
Kursi tetap perlu diatur dengan tepat dan diselaraskan dengan tinggi meja, posisi monitor, keyboard, mouse, aktivitas, serta kebiasaan kerja.
Di situlah fitur ergonomis mulai memberikan manfaat secara nyata.
Cara Mendapatkan Manfaat Ergonomi dari Workspace Anda
Tidak perlu langsung mengganti seluruh workstation.
Mulailah dengan beberapa pertanyaan sederhana.
Apakah workstation sesuai dengan tubuh Anda?
Periksa tinggi kursi, kedalaman dudukan, posisi armrest, dukungan punggung, serta hubungan antara kursi dan meja.
Apakah barang yang sering digunakan mudah dijangkau?
Keyboard, mouse, telepon, dan perlengkapan yang sering digunakan sebaiknya tidak membuat tubuh terus menjangkau.
Apakah monitor nyaman dilihat?
Pastikan Anda dapat melihat monitor tanpa terus maju mendekati layar atau memutar kepala.
Apakah Anda dapat mengganti posisi?
Workspace sebaiknya tidak membuat Anda terkunci dalam satu posisi sepanjang hari.
Jika furniture yang sekarang memberikan pilihan pengaturan sangat terbatas, masalahnya mungkin bukan sekadar cara Anda duduk, tetapi fleksibilitas workstation itu sendiri.
Buat Workspace Lebih Mudah Digunakan
Manfaat ergonomi bukan sekadar memiliki kursi atau meja dengan fitur yang lebih banyak.
Manfaat sebenarnya muncul ketika workspace membutuhkan lebih sedikit usaha yang tidak perlu untuk digunakan.
Mulailah dari setup yang sudah Anda miliki. Atur kursi, rapikan barang berdasarkan frekuensi penggunaan, perbaiki posisi monitor, dan identifikasi bagian workstation yang terus menimbulkan ketidaknyamanan.
Jika Anda membutuhkan fleksibilitas pengaturan yang lebih besar, lihat pilihan kursi ergonomis PEXIO untuk menemukan kursi dengan fitur yang dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan tubuh dan aktivitas kerja.
Workspace yang lebih baik seharusnya membantu Anda berfokus pada pekerjaan, bukan membuat Anda terus sibuk memperbaiki cara duduk dan bekerja.
