Interior kantor tidak hanya dibedakan berdasarkan gaya seperti minimalis, industrial, atau Scandinavian. Dari sisi fungsi, sebuah kantor biasanya terdiri dari beberapa jenis area yang dirancang untuk aktivitas kerja yang berbeda.
Ada area untuk pekerjaan individual, ruang privat, kolaborasi, meeting, executive office, hingga breakout area. Setiap jenis membutuhkan layout, tingkat privacy, acoustic treatment, meja, kursi, storage, dan teknologi yang berbeda.
Karena itu, kantor modern tidak harus memilih satu jenis interior untuk seluruh ruangan. Kombinasi beberapa area sering kali lebih masuk akal ketika pekerjaan di dalam perusahaan juga beragam.
Ringkasan Jenis Interior Kantor
| Jenis Interior | Fungsi Utama | Kelebihan | Tantangan | Furniture Utama |
|---|---|---|---|---|
| Open-plan workspace | Pekerjaan individual dalam area bersama | Efisien dan mudah berkomunikasi | Noise dan privacy | Work desk, ergonomic chair, storage |
| Private office | Focus work dan confidential work | Privacy lebih tinggi | Memerlukan ruang lebih banyak | Individual desk, ergonomic chair, storage |
| Hybrid/flexible office | Mendukung flexible/hybrid working | Adaptif terhadap pola kerja | Membutuhkan planning lebih kompleks | Adjustable desk, movable chair, locker |
| Collaborative space | Brainstorming dan teamwork | Mendukung interaksi | Bisa mengganggu area fokus | Collaboration table, movable chair, whiteboard |
| Executive office | Individual work + meeting kecil | Privacy dan representative | Bisa terlalu besar jika tidak direncanakan | Executive desk, ergonomic chair, guest chair |
| Meeting area | Discussion, presentation, hybrid call | Mendukung koordinasi formal | Acoustic dan teknologi | Meeting table, meeting chair, display |
| Breakout area | Informal discussion dan istirahat | Memberi alternatif dari workstation | Berisiko mengganggu area kerja | Lounge seat, café table, soft seating |
Tabel tersebut bukan berarti semua perusahaan wajib mempunyai tujuh ruang terpisah. Beberapa fungsi dapat digabung jika jumlah pengguna dan luas kantor terbatas.
1. Open-Plan Workspace

Open-plan workspace menempatkan beberapa workstation dalam satu area bersama tanpa dinding penuh di antara setiap pengguna.
Jenis interior ini umum digunakan untuk:
-
tim operasional;
-
sales;
-
marketing;
-
creative team;
-
customer service;
-
project team dengan komunikasi cukup intens.
Kelebihan Open-Plan Office
-
penggunaan floor area relatif efisien;
-
layout lebih mudah diubah;
-
komunikasi antartim lebih mudah;
-
lebih sederhana untuk menambah atau mengurangi workstation.
Kekurangannya
Open-plan juga mempunyai trade-off. Percakapan, telepon, pergerakan orang, dan aktivitas collaborative dapat menjadi distraksi untuk pengguna yang membutuhkan konsentrasi.
Privacy visual dan acoustic juga lebih rendah dibanding private office.
Solusinya tidak selalu harus mengubah seluruh area menjadi ruang tertutup. Anda dapat mengombinasikan open workspace dengan:
-
focus room;
-
phone booth;
-
meeting room;
-
acoustic panel;
-
partition;
-
quiet zone.
Untuk pembahasan khusus mengenai konfigurasi layout, lihat panduan jenis-jenis tata ruang kantor.
Furniture untuk Open-Plan Workspace
Prioritaskan:
-
work desk dengan ukuran seragam;
-
kursi kantor ergonomis yang dapat disesuaikan;
-
storage personal;
-
divider bila diperlukan;
-
cable management;
-
monitor arm atau accessories sesuai setup.
Pada kantor dengan banyak pengguna, furniture sebaiknya mempunyai adjustment range yang cukup luas karena tinggi dan proporsi tubuh karyawan berbeda.
2. Private Office

Private office merupakan ruang kerja individual yang terpisah dari area utama.
Ruang seperti ini relevan untuk pekerjaan yang membutuhkan:
-
confidentiality;
-
banyak video call;
-
konsentrasi;
-
meeting individual;
-
pengelolaan dokumen sensitif.
Tidak semua private office harus diperuntukkan bagi jabatan tertentu. Ruangan privat juga dapat disediakan sebagai shared focus room yang digunakan bergantian.
Kelebihan
-
kontrol terhadap distraksi lebih baik;
-
privacy lebih tinggi;
-
lebih mudah melakukan confidential conversation;
-
pengguna mempunyai kontrol lebih besar terhadap lingkungan kerja.
Kekurangan
-
menggunakan floor area lebih banyak;
-
dapat mengurangi interaksi spontan;
-
membutuhkan lebih banyak wall, door, lighting, dan HVAC planning.
Furniture yang Dibutuhkan
Private office biasanya membutuhkan:
-
individual work desk;
-
ergonomic task chair;
-
drawer atau storage;
-
guest chair bila ada meeting singkat;
-
monitor dan technology support.
Jika ruang digunakan untuk pekerjaan komputer dalam durasi panjang, pilih meja dan kursi berdasarkan body fit, bukan hanya tampilannya.
Pilihan meja dengan height adjustment dapat dilihat pada koleksi meja ergonomis PEXIO.
3. Hybrid atau Flexible Office

Hybrid office dirancang untuk kantor yang tidak selalu mempunyai seluruh karyawan hadir pada waktu yang sama.
Interior seperti ini dapat menggabungkan:
-
shared desk;
-
hot desk;
-
focus room;
-
meeting room;
-
collaboration area;
-
locker;
-
breakout area.
Tujuannya bukan sekadar mengurangi jumlah meja.
Ruang harus mendukung karyawan yang berpindah dari satu jenis aktivitas ke aktivitas lain.
Kelebihan
-
workstation dapat digunakan lebih fleksibel;
-
ruang dapat dialokasikan sesuai aktivitas;
-
lebih mudah beradaptasi dengan pola kerja hybrid.
Tantangan
-
membutuhkan desk-booking atau aturan penggunaan yang jelas;
-
shared workstation harus mudah disesuaikan;
-
storage personal perlu direncanakan;
-
pengguna perlu mudah menemukan ruang yang sesuai.
Furniture untuk Hybrid Office
Pilih furniture yang mudah digunakan oleh orang berbeda:
-
height-adjustable desk;
-
chair dengan seat height dan adjustment luas;
-
locker;
-
movable partition;
-
mobile whiteboard;
-
furniture modular.
Pada shared desk, pengguna tidak sebaiknya membutuhkan waktu lama hanya untuk membuat workstation cocok dengan tubuhnya.
4. Collaborative Space

Collaborative space dirancang untuk pekerjaan yang membutuhkan interaksi aktif.
Berbeda dari formal meeting room, area ini biasanya lebih fleksibel dan digunakan untuk:
-
brainstorming;
-
design review;
-
project discussion;
-
workshop;
-
quick team sync;
-
problem solving.
Kelebihan
-
mempermudah diskusi spontan;
-
furniture dapat disusun ulang;
-
mendukung visual collaboration melalui whiteboard atau display.
Kekurangan
Collaborative space dapat menghasilkan noise cukup tinggi.
Jika ditempatkan langsung di tengah focus workspace tanpa pemisahan, aktivitasnya dapat mengganggu pengguna lain.
Karena itu, zoning dan acoustic planning tetap diperlukan.
Furniture yang Dibutuhkan
Pertimbangkan:
-
collaboration table;
-
movable chair;
-
mobile whiteboard;
-
writable wall;
-
display;
-
power access;
-
movable storage.
Untuk sesi yang relatif singkat, kursi tidak membutuhkan seluruh adjustment seperti primary task chair. Namun seat dimension dan support tetap perlu sesuai pengguna.
Panduan furniture kantor dapat digunakan untuk melihat fungsi berbagai furniture secara lebih luas.
5. Executive Office

Executive office biasanya mempunyai beberapa fungsi sekaligus:
-
individual workstation;
-
confidential call;
-
small meeting;
-
menerima guest;
-
document storage;
-
representative space.
Karena itu, desainnya tidak cukup hanya menggunakan furniture yang terlihat lebih mewah.
Ruang perlu tetap mendukung pekerjaan sehari-hari.
Kelebihan
-
privacy tinggi;
-
mendukung pekerjaan individual dan meeting kecil;
-
dapat menjadi representative area perusahaan.
Kekurangan
Executive office mudah menggunakan floor area terlalu besar jika tidak mempunyai program ruang yang jelas.
Furniture besar juga dapat mengurangi circulation apabila dipilih hanya berdasarkan visual.
Furniture yang Dibutuhkan
Biasanya meliputi:
-
work desk;
-
ergonomic office chair;
-
guest chair;
-
small meeting table jika ruang mencukupi;
-
storage;
-
monitor atau display;
-
credenza.
Pilih ukuran furniture berdasarkan room dimensions terlebih dahulu.
Executive desk yang besar belum tentu lebih fungsional jika akhirnya membuat kursi sulit ditarik atau tamu tidak mempunyai ruang bergerak.
6. Meeting Area

Meeting area dapat berupa:
-
small huddle room;
-
standard meeting room;
-
boardroom;
-
training room;
-
hybrid meeting room.
Jumlah peserta, durasi rapat, dan jenis aktivitas menentukan furniture serta teknologi yang dibutuhkan.
Kelebihan
-
memberikan area khusus untuk diskusi;
-
percakapan tidak mengganggu open workspace;
-
lebih cocok untuk presentation dan confidential discussion.
Kekurangan
Meeting room dapat menjadi penggunaan ruang yang tidak efisien jika kapasitas terlalu besar dibanding penggunaan sebenarnya.
Room untuk delapan orang yang hampir selalu digunakan oleh dua orang mungkin sebaiknya dibagi menjadi beberapa huddle room.
Furniture Meeting Area
Kebutuhan utamanya meliputi:
-
meeting table;
-
meeting chair;
-
display;
-
camera dan audio untuk hybrid meeting;
-
whiteboard;
-
power dan cable management.
Untuk ruang meeting kecil, overall width kursi dan clearance menjadi penting.
Panduan desain ruang meeting kecil membahas layout untuk 2–8 orang, ukuran meja, clearance, acoustic, dan display secara lebih spesifik.
Anda juga dapat melihat pilihan kursi meeting dan project chair PEXIO untuk area rapat dan visitor.
7. Breakout Area

Breakout area adalah ruang yang digunakan di luar primary workstation dan meeting room formal.
Aktivitasnya dapat meliputi:
-
informal discussion;
-
coffee break;
-
short collaboration;
-
istirahat;
-
pekerjaan ringan dengan laptop.
Breakout space tidak harus berupa lounge besar.
Pada kantor kecil, satu sudut dengan café table dan beberapa kursi sudah dapat menjalankan fungsi serupa.
Kelebihan
-
memberikan pilihan setting yang berbeda dari workstation;
-
mendukung percakapan informal;
-
dapat digunakan untuk short meeting.
Kekurangan
Jika lokasinya terlalu dekat dengan focus area, percakapan dapat menjadi sumber distraksi.
Soft seating yang terlalu santai juga belum tentu sesuai untuk pekerjaan laptop dalam waktu lama.
Furniture yang Dibutuhkan
Umumnya:
-
lounge chair;
-
sofa;
-
small table;
-
café table;
-
lightweight chair;
-
charging point.
Pisahkan furniture breakout dari primary ergonomic workstation. Keduanya dirancang untuk durasi dan aktivitas yang berbeda.
Jenis Interior Kantor vs Gaya Interior Kantor
Open-plan, private office, meeting area, dan breakout area menjelaskan fungsi ruang.
Sementara itu, minimalis, Scandinavian, industrial, Japandi, contemporary, atau classic lebih tepat disebut gaya visual.
Keduanya dapat dikombinasikan.
Contohnya:
-
open-plan office bergaya industrial;
-
private office bergaya minimalis;
-
breakout area bergaya Scandinavian;
-
executive office bergaya contemporary.
Karena itu, jangan memilih style sebelum memahami kebutuhan ruang.
Interior minimalis sekalipun tidak akan bekerja dengan baik jika zoning, furniture, lighting, acoustic, dan circulation-nya tidak sesuai.
Untuk memahami cakupan interior kantor secara lebih lengkap, mulai dari fungsi hingga proses planning, lihat panduan apa itu interior kantor.
Bagaimana Memilih Jenis Interior Kantor?
Mulailah dari beberapa pertanyaan.
Aktivitas Apa yang Paling Banyak Dilakukan?
Apakah pekerjaan lebih banyak:
-
individual focus;
-
komunikasi tim;
-
video call;
-
client meeting;
-
confidential work?
Seberapa Sering Tim Berkolaborasi?
Tim yang berdiskusi setiap beberapa menit membutuhkan konfigurasi berbeda dari tim yang mengerjakan analytical work dalam waktu panjang.
Seberapa Besar Kebutuhan Privacy?
Pertimbangkan privacy untuk:
-
HR;
-
finance;
-
management;
-
legal;
-
sales call;
-
client meeting.
Apakah Workstation Bersifat Dedicated atau Shared?
Shared workstation membutuhkan furniture yang lebih mudah disesuaikan.
Berapa Kapasitas Meeting Sebenarnya?
Gunakan meeting data atau pola penggunaan aktual jika tersedia, bukan sekadar menyediakan ruangan besar “untuk berjaga-jaga”.
Bagaimana Perusahaan Akan Berkembang?
Furniture modular dan layout fleksibel lebih mudah mengikuti perubahan headcount dibanding instalasi yang terlalu permanen.
Contoh Kombinasi Interior Kantor Berdasarkan Kebutuhan
Kantor Tim Kecil
Dapat menggunakan:
-
open workspace;
-
satu small meeting room;
-
compact breakout corner.
Kantor dengan Banyak Focus Work
Gunakan:
-
workstation;
-
beberapa focus/private room;
-
enclosed meeting room;
-
breakout area yang dipisahkan dari focus zone.
Creative atau Project-Based Office
Pertimbangkan:
-
team cluster;
-
collaborative space;
-
project wall;
-
meeting room;
-
quiet room untuk pekerjaan individual.
Hybrid Office
Kombinasikan:
-
shared desk;
-
bookable focus room;
-
hybrid meeting room;
-
collaboration area;
-
locker;
-
breakout space.
Tidak ada satu kombinasi yang otomatis paling baik. Interior perlu mengikuti pola kerja perusahaan.
Furniture Mengikuti Fungsi Ruang
Kesalahan yang cukup umum adalah membeli furniture terlebih dahulu kemudian mencoba membuat layout mengikuti furniture tersebut.
Urutannya sebaiknya dibalik:
aktivitas → kapasitas → zoning → ukuran ruang → furniture → technology → visual style.
Dengan cara tersebut, primary workstation dapat menggunakan kursi kantor ergonomis dan meja kerja ergonomis, sementara meeting area dapat menggunakan kursi dan meja dengan karakter yang berbeda.
Anda tidak harus menggunakan satu jenis kursi untuk seluruh ruangan hanya agar desain terlihat konsisten.
Konsistensi visual masih dapat dibangun melalui warna, material, dan finishing tanpa mengorbankan fungsi setiap area.
Pilih Interior Kantor Berdasarkan Cara Tim Bekerja
Macam-macam interior kantor sebaiknya dibedakan berdasarkan aktivitas yang harus didukung, bukan hanya gaya dekorasinya.
Open-plan cocok untuk shared workspace, private office memberi privacy lebih tinggi, hybrid office mendukung penggunaan ruang yang fleksibel, collaborative space membantu teamwork, meeting area menangani diskusi formal, executive office menggabungkan workspace dan representative function, sedangkan breakout area menyediakan setting yang lebih informal.
Sebagian besar kantor akan membutuhkan kombinasi beberapa jenis tersebut.
Jika sedang merencanakan furniture kantor, Anda dapat melihat panduan furniture kantor, koleksi kursi kantor PEXIO, dan koleksi meja ergonomis PEXIO untuk menyesuaikan furniture dengan fungsi setiap area.
Untuk kebutuhan project yang melibatkan space planning, custom furniture, atau interior kantor secara lebih menyeluruh, konsultasikan kebutuhan melalui WhatsApp PEXIO.
