This site has limited support for your browser. We recommend switching to Edge, Chrome, Safari, or Firefox.

12 Macam-Macam Posisi Duduk dan Nama-Namanya yang Perlu Diketahui

Duduk merupakan posisi tubuh yang sangat umum, tetapi caranya bisa berbeda-beda. Kita bisa duduk dengan kaki bersilang di lantai, meluruskan kaki ke depan, bersimpuh, bersandar di kursi, atau membungkuk ketika sedang fokus membaca.

Beberapa posisi bahkan mempunyai istilah khusus dalam bahasa Indonesia yang sekarang jarang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Berikut macam-macam posisi duduk beserta nama dan penjelasannya, termasuk beberapa gaya duduk di kursi yang sering dilakukan saat bekerja atau beristirahat.

Nama-Nama Posisi Duduk dan Artinya

Secara ringkas, berikut beberapa posisi duduk yang akan dibahas.

Posisi Duduk Gambaran Singkat
Bersimpuh Kedua kaki dilipat ke belakang
Bersila Kedua kaki terlipat dan bersilangan di depan
Berlunjur Kedua kaki diluruskan ke depan
Berjuntai Duduk di tempat tinggi dengan kaki menggantung
Bertinggung Posisi seperti jongkok
Bertongkat lutut Duduk dengan salah satu lutut dinaikkan
Menukuk Duduk sambil membungkuk
Sengkil Duduk pada jendela atau pintu
Duduk tegak Torso relatif vertikal di atas kursi
Duduk menyandar Tubuh bersandar ke belakang
Duduk condong ke depan Torso bergerak ke arah meja atau aktivitas
Duduk dengan kaki menyilang Salah satu kaki diletakkan melewati kaki lainnya

Sebagian istilah pada tabel merupakan nama posisi dalam bahasa Indonesia, sementara beberapa istilah terakhir menggambarkan gaya duduk di kursi yang lebih umum digunakan saat ini.

1. Duduk Bersimpuh

Bersimpuh

Bersimpuh adalah posisi duduk dengan kedua kaki dilipat ke belakang sebagai tumpuan tubuh. Dalam posisi ini, bagian bawah kaki berada di belakang tubuh dan bokong berada di atas atau di antara area kaki yang terlipat.

Istilah bertimpuh juga digunakan untuk menggambarkan posisi yang sama atau sangat serupa.

Duduk bersimpuh dapat ditemukan dalam berbagai kegiatan, misalnya acara adat, kegiatan keagamaan, atau aktivitas yang dilakukan di lantai.

Posisi ini berbeda dengan bersila. Pada duduk bersila, kaki berada dan bersilangan di depan tubuh, sedangkan pada duduk bersimpuh kedua kaki dilipat ke arah belakang.

Apakah duduk bersimpuh boleh dilakukan lama?

Tidak ada satu posisi yang perlu dipertahankan terus-menerus hanya karena terasa nyaman pada awalnya.

Jika kaki mulai terasa kebas, tertekan, atau tidak nyaman ketika bersimpuh, ubah posisi dan beri kesempatan tubuh untuk bergerak. Prinsip yang sama berlaku untuk posisi duduk lainnya.

2. Duduk Bersila

Duduk bersila dilakukan dengan melipat kedua kaki hingga bersilangan di depan tubuh.

Posisi ini banyak digunakan ketika seseorang duduk langsung di lantai, tikar, karpet, atau permukaan rendah. Bersila juga sering ditemui ketika membaca, berbincang, mengikuti kegiatan tradisional, maupun melakukan aktivitas santai.

Kenyamanan bersila dapat berbeda pada setiap orang karena dipengaruhi mobilitas pinggul, lutut, pergelangan kaki, serta permukaan tempat duduk.

Saat dilakukan dalam waktu cukup lama, tubuh tetap perlu mengubah posisi secara berkala.

3. Duduk Berlunjur

Berlunjur berarti meluruskan atau merentangkan kaki ketika duduk maupun berbaring. Dalam penggunaan sehari-hari, posisi ini sering disebut selonjoran.

Pada posisi duduk berlunjur, tubuh dapat berada di lantai, sofa, tempat tidur, atau permukaan lain sementara kedua kaki diarahkan lurus ke depan.

Gaya ini sering muncul saat beristirahat karena tidak mengharuskan kaki terus berada dalam posisi terlipat.

Berlunjur juga berbeda dari berjuntai. Saat berlunjur, kaki memperoleh tumpuan pada permukaan. Saat berjuntai, kaki menggantung dari tempat yang lebih tinggi.

4. Duduk Berjuntai

Duduk berjuntai adalah duduk pada tempat yang cukup tinggi sehingga kaki berada dalam posisi menggantung ke bawah.

Contoh sederhananya adalah duduk di bangku tinggi, sisi tempat tidur yang tinggi, atau permukaan lain ketika telapak kaki belum mendapatkan tumpuan.

Pada situasi santai, posisi ini mungkin hanya dilakukan sebentar. Namun, saat menggunakan kursi kerja dalam waktu panjang, kaki yang terus menggantung bukan kondisi yang diinginkan.

Jika kursi harus berada cukup tinggi untuk mengikuti permukaan meja, footrest dapat memberikan tumpuan pada kaki.

5. Duduk Bertinggung

Bertinggung merujuk pada posisi jongkok: kedua lutut ditekuk dengan kaki menjadi tumpuan dan tubuh berada rendah mendekati lantai.

Karena karakter posisinya, bertinggung berbeda dari duduk biasa di kursi maupun duduk bersila.

Istilah ini mungkin jarang terdengar dalam percakapan sehari-hari, tetapi masih termasuk salah satu nama posisi tubuh dalam bahasa Indonesia.

Bertinggung sering dilakukan hanya dalam durasi singkat, misalnya ketika mengambil benda rendah, menunggu, atau melakukan aktivitas dekat lantai.

6. Duduk Bertongkat Lutut

Nama posisi duduk lainnya yang cukup jarang digunakan adalah duduk bertongkat lutut.

Posisi ini dilakukan dengan menaikkan salah satu lutut saat duduk. Tangan atau bagian tubuh lain dapat berada di sekitar lutut yang dinaikkan, tergantung situasinya.

Anda mungkin pernah melakukan posisi seperti ini ketika duduk santai di lantai, sofa, tempat tidur, atau bangku, meskipun tidak mengenal istilahnya.

Posisi kaki yang asimetris seperti ini sebaiknya tidak dianggap sebagai satu postur yang harus terus dipertahankan. Tubuh tetap dapat berganti sisi atau berpindah ke posisi lain.

7. Duduk Menukuk

Macam-Macam Posisi Duduk Menukuk

Duduk menukuk berarti duduk sambil membungkuk.

Posisi ini mudah ditemukan dalam aktivitas sehari-hari. Seseorang mungkin mulai menukuk ketika membaca benda yang berada terlalu rendah, melihat layar laptop, menulis, atau mendekatkan tubuh ke meja.

Menukuk dalam waktu singkat merupakan bagian dari gerakan tubuh yang normal. Masalah lebih sering muncul ketika workstation membuat pengguna harus terus-menerus membungkuk untuk melihat layar atau menjangkau perangkat.

Jika Anda terus condong ke depan ketika bekerja, periksa kembali posisi monitor, jarak keyboard, kedalaman kursi, dan dukungan backrest.

Baca juga: 9 Langkah Membuat Postur Duduk di Kursi Lebih Nyaman

8. Duduk Sengkil

Duduk sengkil merupakan istilah yang sekarang relatif jarang digunakan.

Dalam definisi kamus, duduk sengkil merujuk pada duduk di jendela atau pintu untuk memperlihatkan diri. Istilah tersebut berasal dari konteks bahasa yang lebih lama sehingga tidak banyak digunakan untuk mendeskripsikan cara duduk sehari-hari saat ini.

Secara fisik, posisi duduknya juga tidak memiliki satu bentuk tubuh yang sangat spesifik seperti bersila atau bersimpuh. Istilah tersebut lebih menggambarkan tempat dan situasi seseorang duduk.

Karena itu, duduk sengkil sebaiknya dipahami sebagai istilah bahasa, bukan teknik atau rekomendasi posisi duduk.

9. Duduk Tegak di Kursi

Sekarang kita masuk ke beberapa gaya duduk di kursi yang lebih relevan dengan aktivitas kerja.

Duduk tegak atau upright sitting merupakan posisi ketika torso dan leher relatif vertikal, sementara tubuh mendapatkan dukungan dari kursi.

Dalam workstation, posisi ini biasanya menjadi salah satu variasi yang digunakan ketika mengetik atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan perhatian pada layar.

Duduk tegak tidak berarti Anda perlu menarik bahu ke belakang atau membuat tubuh kaku. Bahu tetap sebaiknya rileks, punggung memperoleh dukungan, dan kaki memiliki tumpuan.

Posisi ini pun tidak perlu dipertahankan selama berjam-jam tanpa perubahan.

10. Duduk Menyandar atau Reclined

Reclined sitting adalah gaya duduk ketika torso bergerak sedikit ke belakang dan memperoleh dukungan dari backrest.

Posisi ini umum dilakukan ketika membaca, mengikuti meeting, menonton, berpikir, atau beristirahat sejenak dari posisi kerja yang lebih tegak.

Pada kursi kantor dengan reclining mechanism, sudut backrest dapat berubah mengikuti aktivitas dan preferensi pengguna.

Yang penting, menyandar berbeda dengan membiarkan tubuh merosot ke depan pada dudukan. Backrest tetap perlu memberi dukungan pada tubuh.

11. Duduk Condong ke Depan

Seseorang sering condong ke depan ketika sedang menulis, menggambar, memperhatikan detail pada layar, atau mengerjakan sesuatu di atas meja.

Perubahan posisi tersebut tidak otomatis berarti salah.

Namun, perhatikan penyebabnya jika Anda selalu harus duduk condong ke depan ketika menggunakan komputer. Monitor mungkin terlalu jauh, tulisan terlalu kecil, keyboard terlalu jauh, atau backrest dan seat depth tidak sesuai dengan tubuh.

Workstation yang sesuai seharusnya memungkinkan pengguna kembali mendapatkan dukungan kursi setelah aktivitas yang membutuhkan posisi maju selesai.

12. Duduk di Kursi dengan Kaki Menyilang

Macam-Macam Posisi Duduk yang Jarang Diketahui

Menyilangkan kaki termasuk salah satu gaya duduk di kursi yang sangat umum.

Beberapa orang meletakkan satu paha di atas paha lain, sementara sebagian lainnya menyilangkan kaki pada area pergelangan.

Tidak perlu memperlakukan posisi ini sebagai sesuatu yang harus selalu dihindari. Yang lebih penting adalah tidak membiarkan satu posisi asimetris menjadi satu-satunya cara duduk selama berjam-jam.

Jika terbiasa menyilangkan kaki, ubah sisi secara berkala, kembalikan kedua kaki ke permukaan lantai atau footrest, dan gunakan ruang gerak yang tersedia.

Bersimpuh, Bersila, dan Berlunjur: Apa Bedanya?

Ketiga istilah ini sama-sama sering digunakan untuk posisi duduk di lantai, tetapi bentuk kakinya berbeda.

Posisi Arah Kaki
Bersimpuh Kedua kaki dilipat ke belakang
Bersila Kedua kaki terlipat bersilangan di depan
Berlunjur Kedua kaki diluruskan ke depan

Cara sederhana mengingatnya adalah melihat posisi kaki.

Jika kaki berada di belakang tubuh, posisinya bersimpuh. Jika bersilangan di depan, disebut bersila. Jika keduanya memanjang ke depan, Anda sedang berlunjur atau selonjor.

Apakah Ada Satu Posisi Duduk yang Paling Benar?

Untuk bekerja, tidak ada kebutuhan untuk mempertahankan satu posisi tubuh yang identik sepanjang hari.

Posisi netral dapat menjadi referensi ketika menggunakan workstation: punggung memperoleh dukungan, bahu rileks, perangkat mudah dijangkau, dan kaki memiliki tumpuan. Namun tubuh tetap membutuhkan variasi.

Anda dapat duduk lebih tegak ketika mengetik, sedikit bersandar saat membaca, lalu berdiri atau berjalan setelah berada dalam posisi statis cukup lama.

Artinya, ergonomi bukan perlombaan mempertahankan postur paling sempurna. Workstation sebaiknya memberi ruang bagi tubuh untuk mendapatkan dukungan sekaligus bergerak dan berganti posisi.

Baca juga: Posisi dan Sikap Duduk yang Benar dan Sehat Saat Bekerja

Mengapa Kursi yang Adjustable Membantu Variasi Posisi Duduk?

Saat aktivitas dilakukan di kursi selama berjam-jam, kemampuan kursi mengikuti tubuh menjadi lebih relevan daripada mencoba memaksa tubuh mengikuti bentuk kursi.

Beberapa adjustment yang dapat membantu antara lain:

  • seat height untuk mengatur hubungan kaki dengan lantai dan meja;

  • seat depth untuk menyesuaikan dukungan terhadap panjang paha;

  • lumbar support untuk memberi dukungan pada punggung bawah;

  • armrest untuk membantu lengan mendapat tumpuan dengan bahu tetap rileks;

  • recline untuk memungkinkan pengguna berpindah dari posisi lebih tegak ke posisi menyandar.

Fitur yang lebih banyak tidak otomatis berarti satu kursi cocok untuk semua orang. Rentang adjustment tetap perlu dibandingkan dengan ukuran tubuh, meja, dan aktivitas penggunanya.

Anda dapat melihat berbagai pilihan melalui koleksi kursi ergonomis PEXIO.

Kenali Nama Posisi Duduk, tetapi Jangan Terjebak pada Satu Postur

Macam-macam posisi duduk dalam bahasa Indonesia cukup beragam. Bersimpuh berarti melipat kaki ke belakang, bersila menggunakan kaki yang bersilangan di depan, berlunjur meluruskan kaki, sedangkan bertinggung menggambarkan posisi seperti jongkok. Ada pula istilah yang lebih jarang digunakan seperti bertongkat lutut, menukuk, dan sengkil.

Ketika duduk di kursi, variasinya juga bertambah. Anda dapat berada dalam posisi tegak, menyandar, condong ke depan untuk aktivitas tertentu, atau sesekali menyilangkan kaki.

Tidak semua variasi perlu dikategorikan sebagai “baik” atau “buruk” secara mutlak. Untuk aktivitas kerja yang panjang, prioritaskan dukungan tubuh, kemudahan menjangkau perangkat, tumpuan kaki yang stabil, serta kesempatan untuk berganti posisi dan bergerak secara berkala.

Cart

No more products available for purchase

Your Cart is Empty