This site has limited support for your browser. We recommend switching to Edge, Chrome, Safari, or Firefox.

Headrest pada Kursi Ergonomis: Penting atau Sekadar Tambahan?

Headrest sering dianggap sebagai bagian penting dari kursi ergonomis karena dapat menjadi penopang kepala dan leher. Padahal, kebutuhan terhadap fitur ini bergantung pada posisi duduk, aktivitas, serta cara pengguna memanfaatkan kursinya.

Kursi dengan headrest belum tentu lebih ergonomis jika fitur tersebut tidak sesuai dengan tubuh dan posisi duduk pengguna. Lalu, kapan headrest benar-benar dibutuhkan dan bagaimana cara mengaturnya dengan tepat? Mari simak artikel di bawah ini.

Apakah Kursi Ergonomis Harus Memiliki Headrest?

Tidak selalu. Kursi kantor ergonomis perlu dinilai sebagai satu sistem yang mencakup seat height, seat depth, lumbar support, armrest, backrest, recline mechanism, ukuran kursi, serta kesesuaiannya terhadap tubuh pengguna.

Berikut ini adalah beberapa alasan kursi ergonomis harus memiliki headrest:

1. Saat Duduk Tegak, Kepala Tidak Harus Selalu Menempel pada Headrest

Ketika duduk dalam posisi kerja yang relatif tegak, kepala idealnya dapat berada dengan nyaman di atas bahu tanpa harus terus didorong atau ditahan oleh headrest. Posisi tersebut membantu kepala tetap berada dalam alignment yang natural selama bekerja.

Headrest tidak perlu selalu menjadi titik kontak saat pengguna duduk tegak. Untuk memahami hubungan antara posisi kepala, bahu, punggung, dan workstation, Anda perlu mengenali posisi duduk yang nyaman dan tepat saat bekerja.

2. Headrest Lebih Relevan Saat Reclining

Fungsi headrest lebih terasa ketika pengguna lean back atau recline. Saat tubuh bersandar, headrest dapat memberikan titik tumpu tambahan sehingga pengguna tidak terus menahan posisi kepala sendiri.

Dukungan kepala akan lebih bermakna ketika punggung juga mendapatkan dukungan yang baik dari backrest. Karena itu, headrest sebaiknya dilihat sebagai bagian dari sistem kursi yang bekerja bersama backrest dan recline mechanism.

3. Lebih Dibutuhkan oleh Berbagai Pengguna

Headrest dapat lebih dipertimbangkan oleh pengguna yang sering recline saat membaca atau mengikuti meeting. Fitur ini juga dapat berguna bagi pengguna yang memakai kursi untuk bekerja sekaligus beristirahat atau sering berpindah antara posisi fokus dan relaksasi. 

Kebutuhan tersebut tetap bergantung pada preferensi dan proporsi tubuh masing-masing pengguna. Jika pengguna mengalami nyeri leher yang persisten atau berat, kursi ergonomis maupun headrest bukan pengganti evaluasi dari tenaga medis.

Apa Fungsi Headrest pada Ergonomic Office Chair?

Headrest memiliki fungsi utama sebagai tambahan support pada bagian kepala dan leher dalam posisi tertentu. Manfaatnya paling terasa ketika pengguna mengubah posisi duduk, terutama saat tubuh mulai bersandar. 

Adapun fungsinya sebagai berikut:

1. Memberikan Tumpuan pada Head and Neck Saat Bersandar

Headrest dirancang untuk memberikan area kontak tambahan bagi bagian belakang kepala atau area cervical ketika pengguna recline. Titik tumpu ini dapat membantu pengguna mendapatkan posisi istirahat yang lebih nyaman.

Manfaat tersebut bukan berarti headrest otomatis menghilangkan atau menyembuhkan nyeri leher. Efektivitasnya tetap dipengaruhi oleh posisi headrest, bentuk tubuh, serta dukungan dari bagian kursi lainnya.

2. Mendukung Perubahan Posisi selama Sitting

Kursi ergonomis tidak bertujuan mempertahankan pengguna dalam satu posisi sepanjang hari. Pengguna dapat berpindah dari posisi fokus menuju posisi sedikit bersandar sesuai aktivitas yang dilakukan.

Saat posisi tubuh berubah, headrest dapat menjadi bagian dari support yang digunakan pada posisi tersebut. Fitur ini membantu memberikan titik tumpu tambahan ketika pengguna membutuhkan dukungan kepala saat bersandar.

3. Membantu Kepala Tetap Nyaman saat Reclining

Saat digunakan dengan posisi yang sesuai, headrest dapat membantu menjaga hubungan posisi kepala dan leher dengan backrest ketika tubuh bersandar. Dukungan tersebut membuat posisi kepala terasa lebih nyaman selama reclining.

Manfaat headrest sangat bergantung pada fit dan adjustment yang tersedia. Headrest yang salah posisi tidak otomatis lebih baik daripada kursi tanpa headrest.

Baca Juga: 5 Fitur Wajib Kursi Ergonomis Berkualitas untuk Kerja Lebih Nyaman

Cara Mengatur Headrest Kursi Ergonomis dengan Benar

Headrest perlu disesuaikan dengan tubuh pengguna agar support yang diberikan terasa natural. Pengaturan dapat dilakukan berdasarkan posisi kepala saat duduk tegak serta ketika menggunakan fitur reclining.

Berikut ini adalah beberapa cara mengatur headrest:

1. Atur Tinggi Headrest Sesuai Area yang Ingin Ditopang

Naikkan atau turunkan headrest hingga bagian support bertemu dengan kepala atau area leher secara nyaman sesuai desain kursi. Posisi tersebut perlu terasa natural tanpa menciptakan tekanan berlebihan.

Tidak ada satu patokan angka yang berlaku untuk semua pengguna. Bentuk headrest dan proporsi tubuh dapat membuat posisi ideal setiap orang berbeda.

2. Pastikan Headrest Tidak Mendorong Kepala ke Depan

Saat kepala bersandar, pengguna seharusnya tidak merasa dagu terdorong turun atau kepala harus maju untuk menghindari headrest. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa posisi headrest belum sesuai.

Coba periksa depth atau angle jika kedua pengaturan tersebut tersedia. Jika headrest tetap mendorong kepala ke depan setelah disesuaikan, fitur tersebut mungkin kurang sesuai dengan proporsi tubuh pengguna.

3. Sesuaikan Depth jika Tersedia

Depth adjustment membantu mengatur seberapa dekat headrest terhadap kepala. Atur jaraknya secukupnya hingga support dapat dijangkau tanpa memaksa kepala berada terlalu ke depan.

Pengaturan ini menjadi semakin berguna saat posisi tubuh berubah ketika reclining. Headrest sebaiknya tetap memberikan support tanpa membuat pengguna harus mengubah posisi kepala secara paksa.

4. Sesuaikan Angle atau Swing dengan Posisi Kepala

Jika chair memiliki angle atau swing adjustment, sesuaikan bidang headrest agar kontak dengan kepala terasa natural. Posisi tersebut perlu mengikuti kebutuhan tubuh, bukan hanya terlihat proporsional dari luar.

Cobalah beberapa pengaturan hingga tekanan pada area kepala atau leher terasa merata. Tampilan headrest yang terlihat rapi belum tentu menunjukkan posisi yang paling nyaman bagi pengguna.

5. Uji saat Duduk Tegak dan Reclining

Setelah adjustment selesai, coba kursi dalam beberapa posisi. Saat duduk tegak, pastikan headrest tidak mengganggu gerakan natural kepala selama bekerja.

Selanjutnya, coba recline dan periksa apakah headrest memberikan support yang nyaman ketika tubuh bersandar. Pengujian pada kedua posisi membantu memastikan pengaturan tetap sesuai saat posisi duduk berubah.

Baca Juga: Cara Memilih Kursi Ergonomis Sesuai Tubuh dan Penggunaan agar Tidak Salah Beli

Tanda Headrest Tidak Cocok atau Salah Posisi

Headrest yang memiliki banyak adjustment belum tentu sesuai jika rentang pengaturannya tidak dapat mengikuti tubuh pengguna. Beberapa tanda berikut dapat membantu mengenali posisi headrest yang kurang tepat.

1. Kepala Terdorong Terlalu Maju

Headrest yang terlalu maju dapat membuat posisi kepala bergeser ke depan. Coba atur depth atau angle jika pengaturan tersebut tersedia.

Jika posisi kepala tetap terdorong ke depan setelah dilakukan adjustment, headrest mungkin kurang cocok dengan proporsi pengguna. Kondisi ini menunjukkan bahwa jumlah fitur saja tidak cukup untuk menentukan kecocokan kursi.

2. Headrest Menekan Area Leher secara Tidak Nyaman

Support seharusnya terasa natural tanpa menciptakan titik tekanan yang mengganggu. Tekanan yang terasa berlebihan dapat menjadi tanda posisi headrest perlu diperiksa kembali.

Coba sesuaikan tinggi dan angle untuk mencari posisi kontak yang lebih nyaman. Pastikan area support bertemu dengan bagian tubuh yang memang dirancang untuk ditopang oleh headrest.

3. Kepala Tidak Mendapat Support Saat Reclining

Jika headrest terlalu jauh atau terlalu rendah, pengguna mungkin masih harus menahan posisi kepala sendiri ketika bersandar. Kondisi ini menunjukkan bahwa posisi support belum mengikuti kebutuhan saat reclining.

Periksa kembali height, depth, atau pengaturan lain yang tersedia. Rentang adjustment perlu cukup untuk mencapai posisi yang sesuai dengan tubuh pengguna.

4. Headrest Cocok saat Tegak tetapi Tidak saat Recline

Hal ini dapat terjadi karena posisi relatif kepala terhadap kursi berubah ketika backrest bergerak. Headrest yang terasa nyaman saat tegak belum tentu memberikan support yang sama ketika pengguna recline.

Karena itu, headrest sebaiknya diuji bersama recline mechanism. Pengujian tersebut membantu memastikan posisi headrest tetap mendukung ketika sudut backrest berubah.

5. Adjustment Tidak Mencakup Proporsi Tubuh Pengguna

Rentang adjustment lebih penting daripada sekadar ada atau tidaknya headrest. Kursi dengan headrest lengkap sekalipun belum tentu cocok jika height atau depth range tidak dapat mencapai posisi pengguna.

Kesesuaian kursi perlu dilihat dari keseluruhan dimensi dan fitur yang tersedia. Headrest hanya menjadi salah satu bagian dari penilaian tersebut.

Jangan Hanya Mengandalkan Headrest untuk Kenyamanan Leher

Kenyamanan leher tidak hanya ditentukan oleh keberadaan headrest. Posisi monitor, backrest, lumbar support, serta kebiasaan berganti posisi juga perlu diperhatikan agar workstation tetap mendukung tubuh.

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut:

1. Periksa Posisi Monitor

Monitor yang terlalu rendah, terlalu tinggi, atau berada di samping dapat membuat pengguna terus menunduk atau memutar kepala. Posisi monitor yang kurang tepat tetap dapat mengganggu postur kepala meskipun kursi sudah memiliki headrest.

Headrest tidak dirancang untuk memperbaiki posisi monitor yang salah. Atur monitor sesuai kebutuhan aktivitas agar kepala dapat berada dalam posisi yang lebih natural selama bekerja.

2. Periksa Posisi Backrest dan Lumbar Support

Support punggung membantu membentuk fondasi posisi tubuh bagian atas. Backrest dan lumbar support yang sesuai dapat membantu pengguna mempertahankan posisi tubuh yang lebih nyaman.

Jika pengguna tidak mendapatkan support yang sesuai pada punggung, menambahkan headrest saja belum tentu menyelesaikan masalah kenyamanan. Karena itu, periksa dukungan punggung sebelum menilai kebutuhan headrest.

3. Tetap Berganti Posisi

Headrest bukan fitur yang memungkinkan pengguna duduk statis dalam waktu lama tanpa perlu bergerak. Tubuh tetap membutuhkan perubahan posisi sesuai aktivitas dan durasi penggunaan kursi.

Lakukan perubahan posisi secara berkala serta sesuaikan workstation berdasarkan aktivitas yang sedang dilakukan. Headrest sebaiknya digunakan sebagai bagian dari sistem support kursi, bukan sebagai alasan untuk mempertahankan satu posisi terus-menerus.

Rekomendasi Kursi PEXIO dengan Adjustable Headrest

PEXIO menyediakan beberapa pilihan ergonomic chair dengan adjustable headrest yang memiliki tingkat pengaturan berbeda. Perbedaan tersebut dapat menjadi pertimbangan saat pengguna mencari kursi berdasarkan posisi duduk dan cara penggunaan sehari-hari.

Berikut ini adalah rekomendasinya:

1. PEXIO Mike Ergonomic Office Chair — 2D Headrest

PEXIO Mike menggunakan 2D Adjustable Headrest yang dapat disesuaikan ketinggian dan sudut sandaran kepalanya. Headrest 2D menjadi contoh fitur dengan adjustment yang lebih sederhana. Pengguna dapat memanfaatkannya untuk mencari posisi support yang sesuai tanpa harus memiliki banyak variabel pengaturan.

2. PEXIO Taylor Ergonomic Office Chair — 2D Headrest

PEXIO Taylor memiliki 2D Headrest yang bisa disesuaikan ketinggian dan sudut kemiringannya. Pengaturan tersebut memberikan ruang bagi pengguna untuk menyesuaikan posisi support berdasarkan cara duduknya.

Taylor juga dirancang dengan ruang duduk yang lebih luas untuk mendukung kebutuhan pengguna tertentu. Kecocokan headrest tetap perlu dinilai bersama keseluruhan dimensi kursi, bukan hanya berdasarkan ukuran tubuh pengguna.

3. PEXIO Regent Executive Ergonomic Chair — 3D Headrest

PEXIO Regent menggunakan 3D Headrest dengan adjustment height, depth, dan swing. Kehadiran depth adjustment memberikan satu variabel tambahan untuk mengatur jarak headrest terhadap kepala.

Pengaturan tersebut dapat terasa lebih relevan ketika pengguna sering berpindah ke posisi bersandar. Headrest juga perlu dievaluasi bersama reclining system agar support tetap sesuai saat posisi tubuh berubah.

4. PEXIO x HBADA Evolve 3 Ergonomic Office Chair — 4D Headrest

PEXIO x HBADA Evolve 3 menggunakan 4D Adjustable Headrest dengan height, depth, dan multi-direction swing movement. Dengan pengaturan yang lebih fleksibel, kursi ini memberikan lebih banyak ruang bagi pengguna untuk melakukan fine-tuning terhadap posisi support.

Evolve 3 juga memiliki fitur recline hingga 140° yang membuat hubungan antara headrest dan recline semakin relevan saat digunakan dalam posisi bersandar. Kedua fitur tersebut sebaiknya dievaluasi sebagai satu sistem agar support tetap sesuai ketika sudut kursi berubah.

Temukan Kursi dengan Adjustable Headrest yang Sesuai Bersama PEXIO

Memilih headrest sebaiknya didasarkan pada cara Anda benar-benar menggunakan kursi, bukan sekadar mencari jumlah adjustment paling banyak. Headrest 2D, 3D, maupun 4D dapat memiliki kegunaan berbeda sesuai proporsi tubuh, posisi duduk, serta seberapa sering Anda recline.

PEXIO menghadirkan pilihan ergonomic chairs yang dapat disesuaikan dengan berbagai cara kerja dan kebutuhan pengguna. Eksplorasi pilihan kursi ergonomis PEXIO untuk menemukan kombinasi fitur yang sesuai dengan aktivitas dan kenyamanan Anda.

Kunjungi showroom PEXIO dan temukan pilihan kursi ergonomis yang sesuai dengan kebutuhan Anda. 

 

Cart

No more products available for purchase

Your Cart is Empty