Pernah berkali-kali mengubah posisi duduk karena kursi terasa kurang nyaman, memindahkan laptop karena leher mulai terasa tegang, atau sulit fokus setelah bekerja berjam-jam di depan meja?
Masalah tersebut mungkin terlihat berbeda, tetapi ada satu pertanyaan yang sama: apakah ruang kerja Anda sudah menyesuaikan cara tubuh Anda bekerja?
Inilah salah satu hal yang ingin diselesaikan melalui ergonomi.
Tujuan ergonomi bukan sekadar membuat furniture terasa lebih nyaman. Ergonomi berusaha menciptakan kesesuaian yang lebih baik antara manusia, aktivitas yang dilakukan, peralatan yang digunakan, dan lingkungan di sekitarnya.
Dalam konteks ruang kerja, tujuan tersebut dapat dikelompokkan menjadi tiga hal utama, yaitu keselamatan, kenyamanan, dan produktivitas.
Tujuan ini berbeda dengan prinsip ergonomi. Tujuan menjelaskan apa yang ingin dicapai, sementara prinsip ergonomi menjelaskan pedoman yang dapat digunakan untuk mencapainya.

Apa Tujuan Utama Ergonomi?
Secara sederhana, tujuan utama ergonomi adalah membuat pekerjaan dan lingkungan kerja lebih sesuai dengan orang yang menggunakannya.
Artinya, tubuh tidak seharusnya terus-menerus dipaksa menyesuaikan kursi, meja, monitor, peralatan, atau aktivitas kerja yang kurang sesuai.
Sebaliknya, lingkungan kerja perlu dirancang atau disesuaikan berdasarkan kebutuhan serta keterbatasan manusia.
Karena itu, sebuah workstation tidak bisa dinilai hanya dari satu fitur.
Memiliki kursi dengan lumbar support belum tentu cukup.
Menggunakan meja adjustable juga belum tentu otomatis menghasilkan workspace ergonomis.
Pertanyaan yang lebih penting adalah:
Apakah seluruh setup memungkinkan Anda bekerja dengan lebih aman, nyaman, dan efisien?
Ketiga hal inilah yang menjadi dasar untuk memahami tujuan ergonomi di ruang kerja.
1. Meningkatkan Keselamatan dan Mengurangi Risiko Ergonomi
Tujuan pertama ergonomi adalah mengurangi tekanan fisik yang sebenarnya tidak diperlukan ketika melakukan pekerjaan.
Risiko ergonomi dapat muncul ketika aktivitas mengharuskan seseorang terus berada dalam posisi yang kurang sesuai, menjangkau terlalu jauh, melakukan gerakan berulang, mempertahankan posisi statis terlalu lama, atau menggunakan tenaga yang tidak sebanding dengan kebutuhan pekerjaan.
Pada pekerja kantoran, masalahnya sering kali tidak terlihat drastis.
Contohnya:
-
terus menundukkan kepala untuk melihat laptop;
-
menjangkau mouse yang terlalu jauh;
-
duduk tanpa dukungan punggung yang memadai;
-
menggunakan keyboard dengan posisi pergelangan tangan kurang nyaman;
-
atau bertahan pada posisi yang sama selama berjam-jam.
Ergonomi membantu melihat ketidaksesuaian seperti ini agar setup kerja dapat diperbaiki.
Dalam praktiknya, menciptakan posisi duduk ergonomis tidak hanya bergantung pada cara seseorang duduk, tetapi juga berkaitan dengan kursi, meja, monitor, serta posisi peralatan yang digunakan.

2. Meningkatkan Kenyamanan saat Bekerja
Selain keselamatan, ergonomi bertujuan menciptakan kondisi kerja yang lebih nyaman.
Namun, nyaman bukan berarti menemukan satu posisi duduk lalu mempertahankannya sepanjang hari.
Workspace yang baik justru memberikan dukungan dan fleksibilitas agar pengguna dapat berganti posisi sesuai kebutuhan.
Misalnya, kursi yang terlalu tinggi dapat membuat kaki kehilangan tumpuan yang stabil.
Tetapi ketika kursi diturunkan, meja mungkin justru menjadi terlalu tinggi terhadap posisi siku.
Contoh sederhana ini menunjukkan bahwa ergonomi tidak bisa melihat satu furniture secara terpisah.
Kursi, meja, ukuran tubuh, peralatan, dan aktivitas perlu bekerja sebagai satu sistem.
Karena itu, fitur adjustability menjadi relevan. Pengaturan seat height, seat depth, lumbar support, armrest, atau tinggi meja dapat memberikan lebih banyak ruang bagi pengguna untuk menyesuaikan workstation.
Jika ingin mengetahui dampaknya secara lebih luas, Anda dapat membaca juga manfaat ergonomi dalam aktivitas kerja.

3. Mendukung Produktivitas dan Efisiensi Kerja
Kenyamanan dan produktivitas sering dibahas sebagai dua hal berbeda. Padahal keduanya dapat saling berhubungan.
Bayangkan aktivitas kecil yang terjadi berulang kali karena setup meja kurang sesuai.
Mouse terlalu jauh sehingga Anda harus terus menjangkau.
Posisi monitor membuat tubuh maju ke depan.
Kursi harus berkali-kali digeser agar mendapatkan posisi yang terasa nyaman.
Masing-masing mungkin terlihat sepele, tetapi workspace yang terus menuntut penyesuaian dapat menambah usaha yang sebenarnya tidak diperlukan.
Salah satu tujuan ergonomi adalah mengurangi friksi seperti ini.
Caranya dapat berupa:
-
meletakkan peralatan yang sering digunakan dalam jangkauan;
-
menempatkan monitor pada posisi yang nyaman dilihat;
-
menggunakan permukaan kerja yang sesuai dengan aktivitas;
-
menyesuaikan kursi dengan tubuh pengguna;
-
serta menyediakan ruang yang cukup untuk bergerak dan mengganti posisi.
Tujuannya bukan membuat seseorang bekerja secepat mungkin.
Tujuannya adalah membuat pekerjaan dapat dilakukan tanpa banyak gerakan dan usaha yang sebenarnya bisa dihindari.
Untuk melihat contohnya secara lebih spesifik, baca juga penerapan ergonomi di tempat kerja.

Bagaimana Keselamatan, Kenyamanan, dan Produktivitas Saling Berhubungan?
Ketiga tujuan ergonomi tersebut sebaiknya tidak dipisahkan.
Bayangkan sebuah meja yang membuat pekerjaan dapat dilakukan dengan cepat, tetapi Anda harus terus membungkuk atau menjangkau untuk menggunakan peralatan.
Setup tersebut mungkin terlihat efisien, tetapi belum memenuhi aspek keselamatan dan kenyamanan.
Sebaliknya, kursi yang sangat nyaman untuk bersandar belum tentu ideal untuk bekerja jika membuat keyboard, meja, atau monitor sulit digunakan.
Workspace ergonomis perlu menyeimbangkan ketiganya:
Keselamatan: Apakah setup mengurangi tekanan fisik yang tidak diperlukan?
Kenyamanan: Apakah Anda dapat bekerja dan mengganti posisi dengan nyaman?
Produktivitas: Apakah workspace mempermudah pekerjaan atau justru menambah usaha?
Cara berpikir seperti ini lebih bermanfaat dibanding hanya melihat apakah suatu produk memiliki label “ergonomis”.
Cara Menerapkan Tujuan Ergonomi pada Workspace
Bagaimana menerapkannya pada meja kerja Anda?
Mulailah dari aktivitas, bukan langsung dari furniture.
1. Identifikasi Aktivitas yang Paling Sering Dilakukan
Apakah sebagian besar waktu digunakan untuk mengetik, bekerja dengan dua monitor, mengikuti online meeting, menggambar, atau berpindah antara posisi duduk dan berdiri?
Workspace sebaiknya mendukung aktivitas utama tersebut.
2. Cari Gerakan yang Sebenarnya Tidak Perlu
Perhatikan kebiasaan saat bekerja.
Apakah Anda sering maju mendekati monitor?
Harus menjangkau mouse?
Mengangkat bahu saat mengetik?
Terus mengubah posisi karena kursi terasa tidak sesuai?
Kebiasaan tersebut dapat menjadi petunjuk bagian mana dari workstation yang belum sesuai dengan kebutuhan Anda.
3. Lakukan Penyesuaian Sebelum Mengganti Furniture
Tidak semua masalah ergonomi membutuhkan furniture baru.
Coba sesuaikan terlebih dahulu:
-
tinggi kursi;
-
posisi duduk;
-
lumbar support atau backrest;
-
armrest;
-
monitor;
-
keyboard dan mouse;
-
serta ruang di bawah meja.
Perubahan sederhana terkadang sudah cukup memperbaiki ketidaksesuaian yang paling terlihat.
4. Evaluasi Seberapa Fleksibel Furniture Anda
Jika furniture yang tersedia sudah tidak dapat disesuaikan lagi, barulah pertimbangkan tingkat adjustability yang dibutuhkan.
Sebagai contoh, PEXIO x HBADA Evolve 3 Ergonomic Office Chair memiliki beberapa area pengaturan, termasuk headrest, armrest, lumbar support, sliding seat, dan tinggi dudukan sehingga pengguna mempunyai lebih banyak opsi untuk menyesuaikan posisi kursi.
Selain kursi, meja juga memengaruhi keseluruhan workstation. PEXIO Wesley Ergonomic Desk menawarkan pengaturan ketinggian yang memungkinkan pengguna membuat variasi posisi kerja.
Namun, semakin banyak fitur tidak otomatis berarti semakin ergonomis.
Fitur tersebut baru memberikan value ketika benar-benar digunakan untuk menyesuaikan furniture terhadap kebutuhan penggunanya.
Cek Apakah Workspace Anda Sudah Memenuhi Tujuan Ergonomi
Gunakan pertanyaan berikut untuk mengevaluasi setup kerja Anda.
Keselamatan
-
Apakah Anda dapat bekerja tanpa sering memutar atau menjangkau tubuh?
-
Apakah keyboard dan mouse dapat digunakan dengan posisi pergelangan yang nyaman?
-
Apakah tubuh mendapatkan dukungan yang cukup ketika bekerja?
Kenyamanan
-
Apakah Anda dapat bekerja tanpa terus mengubah posisi karena merasa tidak nyaman?
-
Apakah kursi dan meja dapat disesuaikan dengan tubuh?
-
Apakah terdapat cukup ruang untuk kaki bergerak dan mengganti posisi?
Produktivitas
-
Apakah peralatan yang sering digunakan mudah dijangkau?
-
Apakah monitor dapat dilihat dengan nyaman?
-
Apakah workstation mempermudah pekerjaan tanpa menciptakan gerakan tambahan yang sebenarnya tidak diperlukan?
Jika cukup banyak jawaban Anda adalah “tidak”, berarti sudah ada beberapa area yang bisa menjadi prioritas perbaikan.
Tujuan, Prinsip, dan Manfaat Ergonomi: Apa Perbedaannya?
Ketiga istilah ini berhubungan, tetapi menjawab pertanyaan yang berbeda.
Tujuan ergonomi adalah hasil yang ingin dicapai, seperti meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi kerja.
Prinsip ergonomi adalah pedoman untuk mencapai tujuan tersebut, misalnya menjaga posisi kerja yang sesuai, mengurangi jangkauan berlebihan, menyediakan ruang gerak, dan mengganti posisi secara berkala.
Manfaat ergonomi adalah dampak positif yang dapat dirasakan setelah penerapan ergonomi dilakukan dengan baik.
Alurnya dapat disederhanakan menjadi:
Tujuan → Prinsip → Penerapan → Manfaat
Contohnya:
Tujuan: meningkatkan kenyamanan.
Prinsip: bekerja pada ketinggian yang sesuai.
Penerapan: menyesuaikan kursi dan meja dengan pengguna.
Manfaat: pengguna tidak perlu terus melakukan penyesuaian tubuh yang sebenarnya dapat dihindari ketika bekerja.
Bangun Workspace Berdasarkan Cara Anda Bekerja
Tujuan ergonomi bukan membuat meja kerja sekadar terlihat ergonomis.
Tujuan sebenarnya adalah menciptakan workspace tempat keselamatan, kenyamanan, dan produktivitas dapat berjalan bersama.
Mulailah dengan mengevaluasi setup yang sudah dimiliki. Atur bagian yang masih bisa disesuaikan, identifikasi sumber ketidaknyamanan atau gerakan yang tidak diperlukan, kemudian lihat apakah furniture saat ini sudah memberikan fleksibilitas yang cukup.
Jika workspace Anda memiliki keterbatasan pengaturan, lihat pilihan kursi ergonomis PEXIO dan meja ergonomis PEXIO untuk menemukan furniture yang lebih mudah disesuaikan dengan cara Anda bekerja.
Workspace ergonomis terbaik bukan selalu yang memiliki fitur paling banyak, tetapi yang paling sesuai dengan orang yang menggunakannya.
