Tempat kerja ergonomis tidak otomatis tercipta hanya karena Anda menggunakan kursi ergonomis di depan meja kerja.
Kursi mungkin bisa diatur, meja cukup luas, dan monitor sudah besar. Namun, jika Anda masih sering membungkuk ke arah layar, mengangkat bahu ketika mengetik, atau menjangkau mouse terlalu jauh, berarti masih ada bagian dari workstation yang perlu diperbaiki.
Sebab ergonomi bekerja sebagai sebuah sistem.
Penerapan ergonomi di tempat kerja berarti menyesuaikan aktivitas, furniture, peralatan, dan lingkungan agar lebih sesuai dengan orang yang menggunakannya.
Jika ingin memahami dasar pemikirannya terlebih dahulu, Anda dapat membaca 10 prinsip ergonomi dan contoh penerapannya.
Lantas, bagaimana cara menerapkannya pada ruang kerja?
Apa yang Dimaksud Penerapan Ergonomi di Tempat Kerja?
Penerapan ergonomi adalah proses menemukan bagian dari aktivitas atau workstation yang kurang sesuai dengan pengguna, kemudian melakukan penyesuaian agar pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih nyaman dan tanpa usaha fisik yang sebenarnya tidak diperlukan.
Hal ini berbeda dengan tujuan ergonomi.
Tujuan menjelaskan hasil yang ingin dicapai, seperti keselamatan, kenyamanan, dan efisiensi kerja. Penerapan ergonomi membahas tindakan konkret yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut.
Pada pekerjaan berbasis meja dan komputer, beberapa elemen yang perlu diperhatikan antara lain:
-
pengaturan kursi;
-
tinggi meja dan ruang kaki;
-
posisi keyboard dan mouse;
-
posisi monitor;
-
jangkauan peralatan;
-
pencahayaan;
-
serta kebiasaan bergerak selama bekerja.
Semua elemen tersebut sebaiknya dilihat sebagai satu workstation, bukan sebagai bagian yang berdiri sendiri.
8 Cara Menerapkan Ergonomi di Tempat Kerja
1. Mulai dengan Mengamati Cara Anda Bekerja
Jangan langsung mengganti furniture.
Perhatikan terlebih dahulu aktivitas yang paling sering dilakukan selama bekerja.
Apakah sebagian besar waktu digunakan untuk mengetik? Menggunakan dua monitor? Membaca dokumen? Mengikuti online meeting? Atau sering berpindah dari meja ke area lain?
Kemudian cari gerakan yang berulang, misalnya:
-
maju mendekati monitor;
-
menjangkau barang di meja;
-
mengangkat bahu ketika mengetik;
-
duduk hanya di bagian depan kursi;
-
memutar leher untuk melihat monitor kedua;
-
atau terus menggeser posisi peralatan.
Kebiasaan seperti ini dapat menjadi petunjuk bahwa terdapat ketidaksesuaian antara pengguna, pekerjaan, dan workstation.
Dengan begitu, perbaikan yang dilakukan lebih tepat sasaran.
2. Atur Kursi Berdasarkan Tubuh Pengguna
Untuk workstation dengan posisi duduk, mulailah dari kursi.
Atur tinggi dudukan agar kaki memiliki tumpuan yang stabil dan tidak menggantung.
Sandaran perlu mendukung posisi duduk, sedangkan armrest sebaiknya tidak membuat bahu terangkat atau menghalangi kursi mendekati meja.
Jika tersedia pengaturan seat depth, lumbar support, armrest, atau tinggi backrest, sesuaikan fitur tersebut dengan tubuh pengguna.
Jangan membiarkan semua pengaturan tetap pada posisi awal hanya karena kursinya sudah berlabel ergonomis.
Kursi ergonomis baru memberikan manfaat ketika pengaturannya sesuai dengan penggunanya.
3. Sesuaikan Meja dan Area Kerja
Setelah posisi kursi ditentukan, lihat hubungannya dengan meja.
Keyboard dan mouse sebaiknya dapat digunakan tanpa membuat bahu terus terangkat atau lengan menjangkau terlalu jauh.
Jangan lupa memeriksa bagian bawah meja.
Kotak, kabel, laci, CPU, atau barang lainnya sebaiknya tidak menghalangi kaki bergerak atau membuat kursi sulit mendekati area kerja.
Meja dengan tinggi tetap tetap dapat digunakan apabila ukurannya sesuai dengan pengguna.
Namun, ketika workstation digunakan oleh beberapa orang atau membutuhkan fleksibilitas lebih tinggi, meja adjustable dapat memberikan lebih banyak pilihan pengaturan.
Sebagai contoh, PEXIO Wesley Ergonomic Desk memiliki fitur adjustable height yang memungkinkan ketinggian area kerja disesuaikan dan mendukung variasi posisi bekerja.
4. Tempatkan Keyboard dan Mouse dalam Jangkauan

Keyboard dan mouse merupakan dua peralatan yang paling sering digunakan saat bekerja dengan komputer.
Karena itu, keduanya sebaiknya berada cukup dekat sehingga pengguna tidak perlu terus menjulurkan lengan ke depan.
Mouse juga sebaiknya tidak ditempatkan terlalu jauh di samping keyboard jika membuat lengan harus terus menjangkau.
Perhatikan pula hubungan antara keyboard dan tinggi meja.
Jika posisi keyboard terasa terlalu tinggi dibanding posisi tubuh, masalahnya mungkin bukan hanya pada keyboard. Tinggi kursi dan meja juga perlu dievaluasi.
Inilah salah satu alasan mengapa workstation sebaiknya diperiksa sebagai satu kesatuan.
5. Atur Monitor Berdasarkan Posisi Melihat yang Natural

Monitor yang terlalu tinggi, rendah, jauh, atau berada terlalu ke samping dapat membuat pengguna terus mengubah posisi kepala dan tubuh.
Mulailah dengan duduk pada posisi kerja yang nyaman.
Kemudian posisikan monitor utama agar dapat dilihat tanpa harus terus maju mendekati layar atau memutar leher.
Jika menggunakan dua monitor, sesuaikan posisinya berdasarkan pola penggunaan.
Jika satu monitor digunakan sebagai layar utama, tempatkan layar tersebut pada posisi utama di depan pengguna.
Jika keduanya digunakan dengan frekuensi hampir sama, atur keduanya agar perpindahan pandangan tidak membutuhkan gerakan kepala yang terlalu besar.
Pengguna laptop juga perlu memperhatikan keterbatasan karena layar dan keyboard menyatu. Untuk penggunaan dalam durasi panjang, perangkat tambahan dapat memberikan fleksibilitas untuk mengatur layar dan posisi tangan secara terpisah.
6. Atur Barang Berdasarkan Jangkauan
Tidak semua barang harus diletakkan sedekat mungkin.
Gunakan frekuensi penggunaan sebagai dasar.
Keyboard dan mouse yang terus digunakan berada paling dekat.
Telepon, notebook, atau dokumen yang cukup sering digunakan dapat ditempatkan dalam jangkauan yang nyaman.
Sementara itu, barang yang jarang digunakan bisa berada lebih jauh.
Pengaturan sederhana seperti ini dapat mengurangi kebiasaan menjangkau yang sebenarnya tidak diperlukan sekaligus membuat meja lebih mudah digunakan.
Jika meja terasa penuh meskipun ukurannya cukup besar, masalahnya mungkin bukan luas meja, tetapi cara ruang tersebut digunakan.
7. Perhatikan Pencahayaan dan Pantulan pada Layar

Penerapan ergonomi tidak berhenti pada kursi dan meja.
Lingkungan di sekitar workstation juga perlu diperhatikan.
Monitor yang sudah berada pada posisi nyaman tetap dapat mengganggu jika pantulan cahaya membuat pengguna harus maju, menyipitkan mata, atau terus mengubah sudut layar.
Perhatikan hubungan antara:
-
jendela;
-
lampu utama;
-
desk lamp;
-
posisi monitor;
-
serta permukaan yang memantulkan cahaya.
Pencahayaan juga sebaiknya menyesuaikan jenis pekerjaan.
Kebutuhan ketika membaca dokumen fisik, bekerja di layar, atau melakukan pekerjaan visual yang detail dapat berbeda.
8. Biasakan Tubuh Berganti Posisi
Workstation yang sudah diatur dengan baik tetap tidak berarti Anda harus mempertahankan satu posisi sepanjang hari.
Tubuh tetap perlu bergerak dan mengganti posisi.
Anda bisa berdiri ketika menerima telepon, berjalan singkat ketika berpindah tugas, mengubah posisi duduk, atau sesekali bekerja dalam posisi berdiri apabila workstation memungkinkan.
Meja adjustable dapat mendukung fleksibilitas tersebut, tetapi furniture hanya menyediakan pilihan.
Kebiasaan untuk menggunakannya tetap berasal dari penggunanya.
Jadi, jangan mencari satu “posisi duduk sempurna” yang harus dipertahankan selama berjam-jam.
Workspace ergonomis sebaiknya memudahkan tubuh mendapatkan dukungan sekaligus kesempatan untuk bergerak.
Checklist Singkat Ergonomi Workstation
Gunakan checklist berikut untuk menemukan bagian yang masih perlu diperbaiki.
Kursi
-
Apakah kaki memiliki tumpuan yang stabil?
-
Apakah sandaran mendukung posisi duduk?
-
Apakah armrest dapat digunakan tanpa membuat bahu terangkat?
-
Apakah kedalaman dudukan sesuai dengan panjang kaki?
Meja
-
Apakah kursi dapat mendekati meja dengan nyaman?
-
Apakah terdapat cukup ruang untuk kaki?
-
Apakah keyboard dan mouse dapat digunakan tanpa menjangkau jauh?
Monitor
-
Apakah monitor dapat dilihat tanpa terus maju mendekati layar?
-
Apakah posisi monitor sesuai dengan frekuensi penggunaannya?
-
Apakah pantulan cahaya pada layar tidak mengganggu?
Area Kerja
-
Apakah barang yang sering digunakan mudah dijangkau?
-
Apakah terdapat ruang untuk mengganti posisi?
-
Apakah Anda dapat bergerak secara berkala selama bekerja?
Tidak perlu memperbaiki semuanya sekaligus.
Mulailah dari masalah yang paling sering terjadi, lakukan satu perubahan, lalu perhatikan apakah penyesuaian tersebut membuat workstation lebih nyaman digunakan.
Cara Perusahaan Menerapkan Ergonomi untuk Karyawan
Mengatur satu workstation relatif sederhana. Menerapkan ergonomi untuk seluruh kantor membutuhkan pendekatan yang sedikit berbeda.
Hindari Setup yang Sama untuk Semua Orang
Tinggi badan, proporsi tubuh, kebiasaan kerja, dan tugas setiap karyawan berbeda.
Setup yang cocok untuk satu orang belum tentu cocok untuk orang lain.
Karena itu, furniture dengan fitur pengaturan dapat memberikan fleksibilitas lebih besar untuk workstation yang digunakan oleh tipe pengguna berbeda.
Pastikan Karyawan Memahami Fitur Pengaturan
Kursi adjustable tidak akan banyak membantu apabila pengguna tidak memahami fungsi tombol dan pengaturannya.
Saat menyediakan workstation baru, perusahaan sebaiknya memastikan pengguna mengetahui cara menyesuaikan kursi, meja, monitor, dan peralatan lainnya sesuai kebutuhan.
Evaluasi Ulang Ketika Cara Kerja Berubah
Setup yang sebelumnya digunakan untuk laptop mungkin perlu berubah ketika karyawan mulai menggunakan dua monitor atau mendapatkan jenis pekerjaan baru.
Artinya, ergonomi bukan aktivitas sekali selesai.
Workstation dapat dievaluasi ulang ketika pengguna, peralatan, atau aktivitas berubah.
Apa Peran Furniture Ergonomis?
Furniture membantu penerapan ergonomi ketika memberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan workstation terhadap tubuh dan aktivitas pengguna.
Contohnya, PEXIO x HBADA Evolve 3 Ergonomic Office Chair memiliki beberapa fitur yang dapat diatur seperti headrest, armrest, lumbar support, sliding seat, seat height, dan backrest.
Kursi dengan beberapa titik pengaturan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna untuk menyesuaikan posisi duduk.
Jika dikombinasikan dengan meja adjustable seperti PEXIO Wesley Ergonomic Desk, pengguna juga mempunyai fleksibilitas untuk menyesuaikan ketinggian area kerja dan membuat variasi posisi.
Namun, membeli furniture ergonomis bukan satu-satunya langkah.
Furniture tetap perlu dipilih sesuai kebutuhan, diatur dengan benar, lalu diselaraskan dengan monitor, keyboard, mouse, aktivitas kerja, dan kebiasaan penggunanya.
Di situlah furniture ergonomis berubah menjadi bagian dari workspace yang benar-benar ergonomis.
Mulai dari Workspace yang Sudah Anda Miliki
Menerapkan ergonomi tidak berarti seluruh kursi dan meja kantor harus langsung diganti.
Mulailah dengan melihat bagaimana workstation digunakan sehari-hari. Atur bagian yang masih bisa disesuaikan, rapikan posisi peralatan, hilangkan hambatan yang tidak diperlukan, lalu identifikasi bagian yang masih membatasi pengguna.
Jika workstation membutuhkan fleksibilitas pengaturan yang lebih besar, lihat pilihan kursi ergonomis PEXIO dan meja ergonomis PEXIO untuk menemukan furniture yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kerja yang berbeda.
Penerapan ergonomi yang baik bukan tentang menggunakan produk ergonomis sebanyak mungkin. Yang lebih penting adalah memastikan seluruh workstation bekerja sebagai satu sistem yang sesuai dengan orang yang menggunakannya.
