Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Kami menyarankan untuk beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Ruang Lingkup Ergonomi yang Wajib Anda Pahami

Ergonomi sering dikaitkan dengan kursi kerja, posisi duduk, atau tinggi meja. Padahal, ruang lingkup ergonomi jauh lebih luas. Ilmu ini tidak hanya membahas hubungan antara tubuh dan furnitur, tetapi juga mencakup cara manusia menerima informasi, menjalankan tugas, berkomunikasi, serta berinteraksi dengan lingkungan kerja.

Penerapan ergonomi yang tepat membantu menyesuaikan pekerjaan, peralatan, sistem, dan lingkungan dengan kemampuan serta keterbatasan manusia. Karena itu, ergonomi dapat diterapkan di kantor, pabrik, sekolah, kendaraan, rumah sakit, ruang publik, hingga lingkungan kerja dari rumah.

Secara umum, jenis-jenis ergonomi dapat dikelompokkan menjadi ergonomi fisik, ergonomi kognitif, dan ergonomi organisasi. Selain ketiga domain utama tersebut, faktor lingkungan juga perlu diperhatikan karena pencahayaan, suhu, suara, dan kondisi ruang dapat memengaruhi kenyamanan serta performa pengguna.

Berikut penjelasan lengkap mengenai ruang lingkup ergonomi dan contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Apa Itu Ergonomi?

Ergonomi adalah ilmu yang mempelajari interaksi antara manusia dengan tugas, alat, produk, teknologi, lingkungan, serta sistem yang digunakannya.

Tujuan ergonomi bukan sekadar membuat suatu produk terasa nyaman. Ergonomi berusaha menciptakan kesesuaian antara manusia dan sistem agar aktivitas dapat dilakukan secara aman, efisien, mudah dipahami, dan sesuai dengan kemampuan pengguna.

Dalam lingkungan kerja, ergonomi dapat diterapkan melalui:

  • Pengaturan tinggi meja dan kursi.

  • Penempatan monitor, keyboard, dan mouse.

  • Pembagian beban kerja.

  • Desain antarmuka perangkat lunak.

  • Pengaturan jadwal kerja dan istirahat.

  • Sistem komunikasi dalam organisasi.

  • Pengendalian pencahayaan, suara, suhu, dan sirkulasi udara.

Dengan demikian, penerapan ergonomi perlu melihat pekerjaan sebagai satu sistem, bukan hanya memperbaiki satu furnitur atau posisi tubuh.

Baca juga: Sejarah Ergonomi dalam Dunia Furnitur

Apa Perbedaan Ruang Lingkup dan Jenis-Jenis Ergonomi?

Istilah ruang lingkup ergonomi merujuk pada berbagai aspek interaksi manusia yang dipelajari, mulai dari kondisi tubuh, proses berpikir, sistem organisasi, hingga lingkungan.

Sementara itu, jenis-jenis ergonomi merupakan pengelompokan kajian tersebut berdasarkan fokus utamanya.

Dalam pembahasan ergonomi modern, terdapat tiga domain yang paling umum digunakan:

  1. Ergonomi fisik.

  2. Ergonomi kognitif.

  3. Ergonomi organisasi.

Faktor lingkungan tidak berdiri terpisah dari ketiga domain tersebut. Pencahayaan, kebisingan, suhu, getaran, dan kualitas udara dapat memengaruhi kondisi fisik, konsentrasi, komunikasi, dan pengambilan keputusan.

Namun, untuk memudahkan pembahasan, ergonomi lingkungan sering dijelaskan sebagai ruang lingkup tambahan yang perlu diperhatikan dalam merancang tempat kerja.

1. Ergonomi Fisik

Ergonomi Fisik

Ergonomi fisik adalah jenis ergonomi yang membahas hubungan antara aktivitas kerja dan kondisi tubuh manusia. Kajian ini meliputi anatomi, antropometri, fisiologi, biomekanika, postur, gerakan, serta kemampuan fisik pengguna.

Ergonomi fisik menjadi jenis yang paling mudah dikenali karena penerapannya dapat terlihat langsung pada desain furnitur, alat kerja, dan tata letak ruang.

Hal yang Dipelajari dalam Ergonomi Fisik

Beberapa topik yang termasuk dalam ruang lingkup ergonomi fisik antara lain:

  • Posisi duduk dan berdiri.

  • Gerakan berulang.

  • Aktivitas mengangkat atau memindahkan barang.

  • Desain meja, kursi, dan peralatan.

  • Jangkauan tangan.

  • Ketinggian permukaan kerja.

  • Ruang gerak kaki.

  • Penggunaan tenaga saat bekerja.

  • Ukuran tubuh atau antropometri.

  • Tata letak workstation.

Sebagai contoh, kursi kerja yang terlalu tinggi dapat membuat kaki tidak memperoleh tumpuan. Meja yang terlalu tinggi juga dapat membuat bahu terus terangkat ketika pengguna mengetik.

Ergonomi fisik berusaha menyesuaikan dimensi furnitur dan peralatan dengan tubuh pengguna agar aktivitas dapat dilakukan dalam posisi yang lebih netral.

Contoh Penerapan Ergonomi Fisik

Penerapan ergonomi fisik dapat dilakukan dengan:

  • Menggunakan kursi yang ketinggiannya dapat disesuaikan.

  • Menempatkan monitor tepat di depan pengguna.

  • Mengatur keyboard dan mouse agar mudah dijangkau.

  • Menyediakan footrest jika kaki belum dapat menapak.

  • Menggunakan troli untuk membawa barang berat.

  • Menempatkan benda yang sering digunakan dalam jangkauan tangan.

  • Memberikan ruang yang cukup di bawah meja.

  • Mengubah posisi tubuh secara berkala.

Baca juga: Posisi dan Sikap Duduk yang Benar dan Sehat

2. Ergonomi Kognitif

Ergonomic Kognitif

Ergonomi kognitif mempelajari proses mental manusia ketika berinteraksi dengan tugas, informasi, teknologi, dan sistem.

Fokusnya mencakup perhatian, persepsi, ingatan, kemampuan mengambil keputusan, respons, beban mental, dan cara pengguna memahami informasi.

Ergonomi kognitif menjadi semakin penting karena banyak pekerjaan saat ini melibatkan komputer, perangkat lunak, data, notifikasi, serta komunikasi digital.

Hal yang Dipelajari dalam Ergonomi Kognitif

Ruang lingkup ergonomi kognitif meliputi:

  • Beban kerja mental.

  • Konsentrasi dan perhatian.

  • Pengambilan keputusan.

  • Interaksi manusia dan komputer.

  • Kemudahan memahami informasi.

  • Desain menu dan navigasi.

  • Respons terhadap alarm atau peringatan.

  • Stres akibat informasi berlebihan.

  • Kesalahan manusia.

  • Pembagian perhatian pada beberapa tugas.

Contohnya, aplikasi dengan menu yang rumit dapat membuat pengguna menghabiskan banyak waktu untuk mencari fungsi tertentu. Terlalu banyak notifikasi juga dapat memecah konsentrasi dan meningkatkan kemungkinan terjadinya kesalahan.

Dalam konteks kantor, ergonomi kognitif dapat diterapkan dengan menyederhanakan prosedur, menyusun informasi berdasarkan prioritas, dan mengurangi gangguan yang tidak diperlukan.

Contoh Penerapan Ergonomi Kognitif

Beberapa contoh penerapannya adalah:

  • Membuat antarmuka aplikasi yang mudah dipahami.

  • Menggunakan simbol dan istilah yang konsisten.

  • Menampilkan informasi penting secara jelas.

  • Mengurangi notifikasi yang tidak relevan.

  • Membagi pekerjaan kompleks menjadi beberapa tahap.

  • Memberikan instruksi yang singkat dan terstruktur.

  • Menghindari beban multitasking yang berlebihan.

  • Menyediakan waktu fokus tanpa gangguan.

Ergonomi kognitif tidak bertujuan menghilangkan seluruh tantangan dalam pekerjaan. Tujuannya adalah memastikan tuntutan mental tetap sesuai dengan kemampuan pengguna.

3. Ergonomi Organisasi

Ergonomi Organisasi

Ergonomi organisasi mempelajari bagaimana struktur, kebijakan, proses, komunikasi, dan budaya kerja memengaruhi manusia di dalam sebuah sistem.

Jenis ergonomi ini melihat bahwa kenyamanan dan performa karyawan tidak hanya ditentukan oleh meja atau kursi. Cara pekerjaan dibagi, jadwal disusun, keputusan dibuat, dan informasi disampaikan juga memiliki peran penting.

Hal yang Dipelajari dalam Ergonomi Organisasi

Pembahasan ergonomi organisasi dapat meliputi:

  • Pembagian tugas dan tanggung jawab.

  • Sistem komunikasi.

  • Jadwal kerja dan istirahat.

  • Kerja tim.

  • Sistem shift.

  • Kerja jarak jauh.

  • Pelibatan karyawan dalam pengambilan keputusan.

  • Manajemen perubahan.

  • Prosedur kerja.

  • Budaya keselamatan.

  • Koordinasi antardivisi.

Sebagai contoh, perangkat dan furnitur yang baik belum tentu menciptakan sistem kerja yang ergonomis jika karyawan terus menerima beban kerja yang tidak realistis atau tidak memiliki waktu istirahat yang memadai.

Contoh Penerapan Ergonomi Organisasi

Penerapan ergonomi organisasi antara lain:

  • Membagi pekerjaan berdasarkan kemampuan dan kapasitas tim.

  • Menyusun jadwal kerja yang realistis.

  • Memberikan waktu istirahat yang cukup.

  • Menyediakan prosedur komunikasi yang jelas.

  • Melibatkan pengguna ketika merancang sistem kerja baru.

  • Memberikan pelatihan sebelum menerapkan teknologi.

  • Mengevaluasi beban kerja secara berkala.

  • Menyesuaikan kebijakan untuk sistem hybrid atau remote.

Dalam penerapannya, ergonomi organisasi perlu melibatkan manajemen dan karyawan. Perubahan yang dilakukan tanpa memahami kebutuhan pengguna berisiko tidak digunakan secara konsisten.

4. Ergonomi Lingkungan

Ergonomi Lingkungan

Ergonomi lingkungan membahas pengaruh kondisi fisik ruang terhadap kenyamanan, konsentrasi, keselamatan, dan performa pengguna.

Faktor lingkungan dapat memengaruhi ketiga domain ergonomi lainnya. Pencahayaan yang tidak sesuai dapat memengaruhi mata dan postur. Kebisingan dapat mengganggu konsentrasi dan komunikasi. Suhu yang tidak nyaman juga dapat mengurangi kemampuan pengguna untuk fokus.

Hal yang Dipelajari dalam Ergonomi Lingkungan

Beberapa unsur yang termasuk dalam ergonomi lingkungan adalah:

  • Pencahayaan.

  • Suhu ruangan.

  • Kelembapan.

  • Sirkulasi dan kualitas udara.

  • Kebisingan.

  • Getaran.

  • Tata warna.

  • Kebersihan.

  • Ruang personal.

  • Kepadatan ruangan.

Setiap pekerjaan dapat membutuhkan kondisi lingkungan yang berbeda. Ruang rapat membutuhkan pengendalian suara yang baik, sedangkan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian membutuhkan pencahayaan yang memadai.

Contoh Penerapan Ergonomi Lingkungan

Penerapan ergonomi lingkungan dapat dilakukan melalui:

  • Menempatkan meja agar layar tidak terkena pantulan cahaya.

  • Menggunakan pencahayaan sesuai aktivitas.

  • Menjaga sirkulasi udara.

  • Mengendalikan kebisingan pada area fokus.

  • Menyesuaikan suhu ruangan.

  • Memberikan jarak yang cukup antarmeja.

  • Memisahkan area diskusi dan area kerja tenang.

  • Menggunakan material yang membantu menyerap suara.

Ergonomi lingkungan tidak hanya membahas kenyamanan visual. Penataan ruang juga perlu mendukung pergerakan, komunikasi, akses, dan aktivitas pengguna.

Bagaimana Keempat Ruang Lingkup Ergonomi Saling Berhubungan?

Keempat ruang lingkup tersebut tidak dapat diterapkan secara terpisah. Satu masalah di tempat kerja sering melibatkan beberapa jenis ergonomi sekaligus.

Contohnya, seorang karyawan sulit berkonsentrasi ketika bekerja di depan komputer. Kondisi tersebut dapat dipengaruhi oleh:

  • Kursi dan meja yang tidak sesuai dari sisi ergonomi fisik.

  • Tampilan aplikasi yang rumit dari sisi ergonomi kognitif.

  • Terlalu banyak pekerjaan dari sisi ergonomi organisasi.

  • Ruangan yang bising dari sisi ergonomi lingkungan.

Mengganti kursi saja belum tentu menyelesaikan seluruh permasalahan. Perusahaan perlu melihat penyebabnya secara menyeluruh sebelum menentukan solusi.

Inilah alasan ergonomi menggunakan pendekatan sistem. Manusia, pekerjaan, teknologi, furnitur, organisasi, dan lingkungan perlu dirancang agar dapat bekerja bersama.

Contoh Penerapan Ergonomi di Tempat Kerja

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menerapkan berbagai jenis ergonomi:

1. Sesuaikan Workstation dengan Pengguna

Atur kursi, meja, monitor, keyboard, dan mouse berdasarkan dimensi tubuh serta aktivitas pengguna.

2. Evaluasi Tata Letak Ruangan

Pastikan jalur berjalan tidak terhalang, benda penting mudah dijangkau, dan setiap area memiliki fungsi yang jelas.

3. Kurangi Beban Informasi

Susun informasi berdasarkan prioritas dan hindari pemberian terlalu banyak instruksi dalam waktu bersamaan.

4. Atur Pembagian Kerja

Sesuaikan target, tanggung jawab, dan jadwal dengan kapasitas individu maupun tim.

5. Kendalikan Kondisi Lingkungan

Periksa pencahayaan, suhu, kebisingan, dan sirkulasi udara secara berkala.

6. Libatkan Karyawan

Tanyakan kendala yang mereka alami sebelum mengganti furnitur, sistem, atau prosedur kerja.

7. Lakukan Evaluasi Berkala

Kebutuhan ergonomi dapat berubah ketika jumlah karyawan, teknologi, ruang, dan jenis pekerjaan berubah.

Baca juga: 8 Penerapan Ergonomi di Tempat Kerja dan Manfaatnya

Produk PEXIO untuk Mendukung Ergonomi Fisik

Penerapan ergonomi perlu mencakup seluruh sistem kerja. Namun, untuk aspek fisik, penggunaan furnitur yang dapat disesuaikan dapat membantu pengguna membangun workstation yang lebih personal.

PEXIO Oxford Ergonomic Chair

PEXIO Oxford Ergonomic Chair dapat dipertimbangkan untuk pengguna yang membutuhkan dukungan pada berbagai bagian tubuh selama bekerja.

Kursi ergonomis perlu diatur berdasarkan tinggi badan, panjang paha, posisi meja, dan kebiasaan pengguna. Karena itu, pelajari setiap fitur penyesuaiannya sebelum mulai bekerja.

PEXIO Wesley Ergonomic Desk

PEXIO Wesley Ergonomic Desk menawarkan permukaan kerja yang ketinggiannya dapat disesuaikan. Pengguna dapat mengatur posisi meja berdasarkan posisi duduk maupun berdiri.

Meja adjustable tidak berarti pengguna harus berdiri sepanjang hari. Fitur tersebut memberikan kesempatan untuk mengganti posisi dan menyesuaikan workstation dengan proporsi tubuh.

PEXIO Adjustable Monitor Arm

PEXIO Adjustable Ergonomic Monitor Arm membantu mengatur posisi layar berdasarkan tinggi dan arah pandangan pengguna.

Monitor arm juga dapat memberikan ruang tambahan pada permukaan meja sehingga keyboard, mouse, dan perlengkapan lainnya dapat ditata lebih mudah.

Lihat pilihan lain melalui koleksi kursi ergonomis PEXIO, koleksi meja ergonomis, dan aksesori ergonomis PEXIO.

Pertanyaan Seputar Ruang Lingkup Ergonomi

Apa saja jenis-jenis ergonomi?

Jenis-jenis ergonomi yang paling umum adalah ergonomi fisik, ergonomi kognitif, dan ergonomi organisasi. Faktor lingkungan juga perlu diperhatikan karena dapat memengaruhi kenyamanan fisik, proses mental, dan sistem kerja.

Apa contoh ergonomi fisik?

Contohnya adalah mengatur tinggi kursi, menempatkan monitor di depan tubuh, menggunakan alat bantu untuk memindahkan barang, serta menyesuaikan tinggi meja dengan aktivitas pengguna.

Apakah ergonomi hanya diterapkan di kantor?

Tidak. Ergonomi dapat diterapkan di rumah, sekolah, rumah sakit, pabrik, kendaraan, ruang publik, industri, dan berbagai lingkungan lain yang melibatkan interaksi antara manusia dengan alat atau sistem.

Terapkan Ergonomi sebagai Satu Sistem

Ruang lingkup ergonomi tidak hanya membahas posisi tubuh atau desain furnitur. Ergonomi juga mencakup proses mental, sistem organisasi, komunikasi, teknologi, dan lingkungan tempat aktivitas dilakukan.

Memahami jenis-jenis ergonomi membantu perusahaan maupun individu memilih solusi berdasarkan penyebab masalah yang sebenarnya. Masalah fisik dapat membutuhkan penyesuaian workstation, sedangkan beban mental atau komunikasi yang buruk memerlukan perbaikan sistem kerja.

Mulailah dengan mengamati aktivitas pengguna, mengenali kendala, lalu menyesuaikan pekerjaan, furnitur, teknologi, dan lingkungan secara menyeluruh. Dengan pendekatan tersebut, ergonomi dapat mendukung ruang kerja yang lebih nyaman, mudah digunakan, dan sesuai dengan kebutuhan manusia.

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda kosong