Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Kami menyarankan untuk beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Mau Kerja Lebih Nyaman? Cek 10 Fitur Kursi Kantor Ini Sebelum Checkout!

Kursi kantor modern hadir dengan semakin banyak fitur, mulai dari adjustable lumbar support, armrest 4D, sliding seat, recline mechanism, hingga footrest.

Namun, jumlah fitur yang lebih banyak tidak selalu membuat sebuah kursi lebih sesuai untuk setiap pengguna.

Fitur yang paling berguna adalah fitur yang membantu kursi menyesuaikan proporsi tubuh, workstation, dan pola kerja sehari-hari. Memahami fungsinya akan memudahkan Anda membandingkan kursi berdasarkan kebutuhan, bukan sekadar melihat panjang daftar spesifikasinya.

Jika ingin mengenal komponennya terlebih dahulu, Anda dapat membaca panduan bagian-bagian kursi kerja.

Berikut 10 fitur kursi kantor yang perlu diperhatikan.

1. Adjustable Seat Height

Seat height merupakan salah satu pengaturan paling mendasar pada kursi kantor.

Ketinggian dudukan memengaruhi hubungan antara kaki, lutut, meja, dan area kerja. Posisi yang terlalu tinggi dapat membuat kaki kehilangan tumpuan yang stabil, sementara posisi terlalu rendah dapat membuat workstation terasa kurang proporsional.

Adjustable seat height memberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan kursi dengan tinggi tubuh dan meja.

Selain memastikan kursi dapat dinaikkan dan diturunkan, perhatikan juga rentang ketinggian yang tersedia.

2. Adjustable Seat Depth atau Sliding Seat

Seat depth menentukan seberapa jauh dudukan menopang bagian paha.

Dudukan yang terlalu dalam dapat membuat pengguna bertubuh lebih pendek kesulitan menggunakan backrest secara optimal. Sebaliknya, seat depth yang terlalu pendek dapat memberikan area dukungan yang lebih terbatas bagi pengguna bertubuh tinggi.

Sliding seat memungkinkan dudukan digeser maju atau mundur sehingga kedalamannya dapat disesuaikan dengan panjang kaki.

Fitur ini relevan untuk kursi yang digunakan oleh beberapa orang atau pengguna yang sering merasa kurang cocok dengan ukuran dudukan fixed.

3. Adjustable Lumbar Support

Lumbar support memberikan area dukungan pada bagian punggung bawah.

Karena proporsi tubuh setiap orang berbeda, posisi lumbar support yang sesuai juga dapat berbeda.

Adjustable lumbar support memberikan fleksibilitas lebih besar dibanding hanya mengandalkan lengkungan fixed pada backrest.

Tergantung model kursinya, pengaturan dapat berupa tinggi, kedalaman, tingkat tekanan, atau kombinasi beberapa arah.

Tujuannya adalah memberikan dukungan yang terasa natural ketika duduk, bukan tekanan berlebihan pada punggung bawah.

4. Reclining Backrest

Posisi kerja dapat berubah sepanjang hari.

Ketika mengetik, posisi tubuh cenderung lebih tegak. Saat membaca, mengikuti online meeting, atau beristirahat singkat, posisi sedikit reclining mungkin terasa lebih nyaman.

Fitur recline memberikan fleksibilitas untuk mengubah posisi tanpa harus meninggalkan kursi.

Beberapa kursi menawarkan recline sederhana, sedangkan model lainnya menyediakan beberapa locking position.

Yang perlu diperhatikan bukan hanya sudut maksimalnya, tetapi apakah posisi yang tersedia sesuai dengan pola penggunaan sehari-hari.

5. Adjustable Armrest

Armrest dapat membantu menopang lengan, tetapi manfaatnya sangat bergantung pada posisi.

Armrest yang terlalu tinggi dapat membuat bahu ikut terangkat. Sementara posisi terlalu rendah atau terlalu jauh dari tubuh dapat membuatnya kurang berfungsi.

Adjustable armrest memberikan lebih banyak fleksibilitas.

Istilah 2D, 3D, atau 4D umumnya menunjukkan jumlah arah pengaturan, seperti tinggi, maju-mundur, lebar, atau sudut.

Semakin banyak arah pengaturan memang memberikan lebih banyak pilihan, tetapi yang lebih penting adalah apakah armrest dapat menyesuaikan posisi kerja pengguna.

Untuk memahami jenisnya lebih detail, baca juga panduan armrest kursi kantor dan fungsinya.

6. Adjustable Headrest

Headrest bukan fitur wajib untuk setiap kursi kantor.

Fitur ini lebih relevan bagi pengguna yang sering reclining, mengikuti meeting dalam durasi panjang, membaca dari layar, atau membutuhkan area dukungan tambahan di belakang kepala.

Adjustable headrest dapat menawarkan pengaturan tinggi, sudut, kedalaman, atau kombinasi beberapa arah.

Fungsi headrest baru optimal ketika posisinya dapat menyesuaikan tinggi tubuh dan posisi duduk pengguna.

7. Tilt Tension dan Recline Lock

Kenyamanan saat reclining tidak hanya ditentukan oleh besar sudut backrest.

Tilt tension mengatur resistance ketika pengguna bersandar. Pengaturan ini membantu menyesuaikan seberapa ringan atau berat gerakan kursi ke belakang.

Sementara itu, recline lock memungkinkan kursi dikunci pada sudut tertentu.

Kombinasi kedua fitur ini memberikan kontrol lebih besar saat pengguna berpindah antara posisi kerja yang fokus dan posisi yang lebih rileks.

8. Material Dudukan dan Backrest

Material memengaruhi airflow, feel saat duduk, perawatan, dan kenyamanan penggunaan.

Mesh banyak digunakan karena struktur terbukanya mendukung sirkulasi udara. Sementara foam dapat memberikan sensasi duduk yang lebih empuk, tergantung kepadatan dan konstruksinya.

Tidak ada satu material yang otomatis paling baik untuk semua pengguna.

Pertimbangkan:

  • durasi duduk sehari-hari;

  • temperatur ruang kerja;

  • preferensi dudukan firm atau lebih empuk;

  • kebutuhan perawatan;

  • serta penggunaan kursi.

Material sebaiknya dinilai bersama desain dan kesesuaian kursi secara keseluruhan.

9. Swivel dan Caster

Swivel dan caster memudahkan pengguna bergerak di sekitar workstation tanpa harus terus mengangkat atau menggeser kursi.

Fitur ini dapat berguna ketika pengguna perlu menjangkau dokumen, laci, atau beberapa area pada meja kerja.

Performa caster juga dipengaruhi oleh jenis lantai, material roda, dan konstruksi kursi.

Karena itu, sesuaikan jenis roda dengan permukaan lantai di area kerja.

10. Footrest

Footrest merupakan fitur tambahan, bukan kebutuhan wajib untuk setiap kursi kantor.

Fitur ini lebih relevan bagi pengguna yang sering reclining, beristirahat singkat di meja, atau membutuhkan dukungan kaki tambahan ketika tidak berada dalam posisi kerja tegak.

Sebagai contoh, PEXIO Oxford Ergonomic Chair with Footrest menggabungkan sliding seat, adjustable lumbar support, armrest 4D, adjustable headrest, recline, dan integrated footrest.

Untuk pengguna yang membutuhkan tingkat adjustability lebih tinggi, PEXIO x HBADA Evolve 3 Ergonomic Office Chair menyediakan pengaturan pada beberapa area seperti headrest, armrest, lumbar support, seat depth, backrest, recline, dan footrest.

Kebutuhan terhadap footrest tetap bergantung pada cara kursi digunakan sehari-hari.

Fitur Kursi Kantor Mana yang Perlu Diprioritaskan?

Setiap pengguna dapat memiliki prioritas yang berbeda.

Untuk Penggunaan dalam Durasi Panjang

Beberapa fitur yang layak diprioritaskan antara lain:

  • adjustable seat height;

  • seat depth;

  • lumbar support;

  • adjustable armrest;

  • dan backrest yang mendukung perubahan posisi.

Fitur tersebut membantu kursi lebih mudah disesuaikan selama penggunaan dalam durasi panjang.

Untuk Pengguna Bertubuh Tinggi atau Pendek

Adjustment range menjadi hal penting.

Perhatikan rentang seat height, sliding seat, armrest, lumbar support, serta headrest karena ukuran fixed belum tentu sesuai dengan setiap proporsi tubuh.

Untuk Pengguna yang Sering Reclining

Perhatikan:

  • recline angle;

  • locking position;

  • tilt tension;

  • adjustable headrest;

  • dan footrest bila memang diperlukan.

Fitur tersebut memberikan fleksibilitas lebih besar ketika posisi duduk berubah.

Untuk Kursi yang Digunakan Bergantian

Kursi shared workstation sebaiknya mudah diatur ulang.

Seat height, seat depth, lumbar support, dan armrest menjadi beberapa fitur yang cukup relevan dalam kondisi ini.

Lebih Banyak Fitur Tidak Selalu Berarti Lebih Nyaman

Jumlah fitur sebaiknya tidak menjadi satu-satunya dasar dalam membandingkan kursi kantor.

Kursi dengan banyak titik pengaturan tetap dapat terasa kurang sesuai apabila dimensinya atau adjustment range-nya tidak cocok dengan pengguna.

Sebaliknya, satu fitur seperti adjustable seat depth dapat memberikan value besar bagi pengguna yang sering kesulitan dengan ukuran dudukan fixed.

Karena itu, pilih fitur berdasarkan masalah yang benar-benar perlu diselesaikan pada workstation.

Jika masih membandingkan beberapa tipe kursi, baca juga panduan memilih kursi kerja ergonomis.

Checklist Fitur Kursi Kantor Sebelum Membeli

Sebelum memilih, periksa apakah:

  • seat height dapat menyesuaikan tinggi meja;

  • seat depth sesuai dengan panjang kaki;

  • lumbar support berada pada area yang tepat;

  • armrest mendukung posisi tangan saat bekerja;

  • recline memberikan pilihan posisi yang dibutuhkan;

  • headrest dapat diatur sesuai tinggi pengguna bila diperlukan;

  • material sesuai untuk penggunaan sehari-hari;

  • caster cocok dengan permukaan lantai;

  • footrest memang relevan dengan pola penggunaan;

  • dan semua tombol atau tuas pengaturan mudah digunakan.

Kursi tidak harus memiliki semua fitur yang tersedia di pasaran. Yang lebih penting adalah kombinasi fitur yang sesuai dengan kebutuhan pengguna.

Pilih Fitur Berdasarkan Cara Anda Bekerja

Fitur kursi kantor akan lebih bermanfaat ketika memiliki fungsi yang jelas bagi penggunanya.

Adjustable seat depth dapat membantu menyesuaikan panjang kaki. Adjustable armrest memberikan fleksibilitas terhadap posisi meja dan tangan. Sementara recline dan tilt memberikan lebih banyak pilihan ketika pengguna ingin mengubah posisi duduk.

Karena itu, tidak perlu mengejar kursi dengan specification list paling panjang.

Prioritaskan fitur yang paling sesuai dengan tubuh, workstation, dan pola kerja Anda.

Lihat pilihan kursi ergonomis PEXIO untuk membandingkan fitur dan tingkat adjustability berdasarkan kebutuhan penggunaan.

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda kosong