Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Kami menyarankan untuk beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Mau Beli Kursi Kerja? Kenali 10 Bagian Kursi dan Fungsinya Terlebih Dahulu

Sekilas, kursi kerja mungkin terlihat sederhana. Ada dudukan, sandaran, beberapa roda, dan mungkin sebuah headrest.

Namun, ketika mulai membandingkan kursi, Anda akan menemukan berbagai istilah seperti lumbar support, sliding seat, gas lift, recline mechanism, hingga armrest 3D atau 4D.

Apa sebenarnya fungsi bagian-bagian kursi tersebut?

Memahami bagian kursi kerja dapat membantu Anda membandingkan produk dengan lebih mudah sekaligus menentukan fitur mana yang benar-benar dibutuhkan.

Berikut 10 bagian penting pada kursi kerja yang perlu Anda kenali sebelum memilih kursi.

Apa Saja Bagian-Bagian Kursi Kerja?

Bagian Bagian Kursi yang Wajib

Secara umum, bagian kursi kerja dapat dikelompokkan menjadi komponen yang menopang tubuh, komponen yang menyediakan pengaturan, serta struktur yang membuat kursi tetap stabil dan mudah digunakan.

Pada kursi kerja modern, Anda dapat menemukan:

  1. Seat pan atau dudukan

  2. Seat depth dan sliding seat

  3. Lumbar support

  4. Backrest

  5. Headrest

  6. Armrest

  7. Gas lift

  8. Recline atau tilt mechanism

  9. Chair base

  10. Caster atau roda kursi

Tidak semua kursi memiliki seluruh bagian tersebut dalam versi adjustable.

Karena itu, memahami fungsinya akan membantu Anda memilih fitur berdasarkan kebutuhan, bukan hanya jumlah spesifikasi.

1. Seat Pan atau Dudukan Kursi

Seat pan adalah permukaan tempat Anda duduk dan menjadi salah satu bagian utama sebuah kursi.

Lebar, kedalaman, bentuk, material, hingga bantalan pada bagian ini dapat memengaruhi kenyamanan saat digunakan.

Dudukan yang terlalu sempit dapat membatasi ruang gerak. Sebaliknya, dudukan yang terlalu besar juga belum tentu sesuai untuk pengguna dengan ukuran tubuh lebih kecil.

Perhatikan pula bagian tepi depan dudukan. Bentuknya sebaiknya memungkinkan kaki tetap berada pada posisi nyaman tanpa memberikan tekanan berlebihan di bagian belakang kaki.

Jangan hanya menilai dudukan berdasarkan seberapa empuk kursi ketika pertama dicoba. Perhatikan juga ukuran dan kesesuaiannya dengan tubuh Anda.

2. Seat Depth dan Sliding Seat

Seat depth adalah jarak antara bagian depan dudukan dengan backrest.

Bagian ini penting karena setiap orang memiliki panjang paha yang berbeda.

Seat depth yang terlalu dalam dapat membuat pengguna dengan tubuh lebih pendek kesulitan menempelkan punggung ke sandaran.

Sebaliknya, dudukan yang terlalu pendek mungkin terasa kurang menopang paha bagi pengguna yang lebih tinggi.

Beberapa kursi memiliki fitur sliding seat yang memungkinkan dudukan digeser maju atau mundur.

Fitur seperti ini memberikan fleksibilitas lebih besar untuk menyesuaikan kedalaman dudukan dengan proporsi tubuh pengguna.

3. Lumbar Support

Lumbar support merupakan bagian kursi yang memberikan dukungan pada area punggung bawah.

Biasanya bagian ini berada di area bawah backrest.

Desainnya dapat berbeda-beda.

Ada kursi yang hanya mengandalkan lengkungan pada sandaran, sementara kursi lainnya menyediakan lumbar support adjustable yang dapat diubah tinggi, kedalaman, atau tingkat dukungannya.

Hal terpenting bukan seberapa menonjol lumbar support pada sebuah kursi, tetapi apakah posisinya sesuai dengan pengguna.

Lumbar support sebaiknya bekerja bersama posisi duduk Anda, bukan sekadar memberikan tekanan kuat pada punggung bawah.

4. Backrest atau Sandaran Punggung

Bagian Kursi Sandaran Punggung

Backrest merupakan bagian kursi yang menopang area punggung ketika Anda duduk.

Materialnya dapat berupa mesh, foam, fabric, atau kombinasi beberapa material.

Namun, jangan hanya memperhatikan material.

Cek juga bentuk, tinggi, fleksibilitas, serta bagaimana backrest bergerak ketika Anda berganti posisi.

Beberapa kursi memiliki sandaran yang relatif fixed, sementara model dengan fitur lebih adjustable dapat memberikan pengaturan atau pergerakan tambahan.

Pilihan terbaik bergantung pada pola kerja Anda.

Pengguna yang lebih sering bekerja tegak di depan komputer mungkin memiliki kebutuhan berbeda dengan pengguna yang sering berganti posisi atau bersandar ketika membaca.

5. Headrest atau Sandaran Kepala

Headrest berada di bagian atas backrest dan berfungsi memberikan area dukungan tambahan untuk kepala serta leher pada posisi tertentu.

Namun, tidak semua orang membutuhkan headrest.

Jika Anda lebih sering bekerja dalam posisi tegak, headrest mungkin jarang digunakan. Sebaliknya, fitur ini dapat lebih relevan apabila Anda sering reclining atau beristirahat sejenak di kursi.

Headrest dapat bersifat fixed maupun adjustable.

Beberapa model memungkinkan pengaturan tinggi, sudut, kedalaman, atau kombinasi beberapa arah.

Jadi, jangan hanya melihat apakah kursi “punya headrest”. Pastikan posisinya juga dapat sesuai dengan tinggi tubuh dan cara Anda menggunakan kursi.

6. Armrest atau Sandaran Tangan

Bagian Kursi Sandaran Tangan

Armrest menyediakan area untuk menopang lengan ketika Anda bekerja maupun berganti posisi.

Pada kursi modern, fitur ini memiliki cukup banyak variasi.

Anda mungkin menemukan istilah:

  • armrest 1D;

  • armrest 2D;

  • armrest 3D;

  • hingga armrest 4D.

Arah pengaturannya dapat berbeda pada setiap produk, tetapi armrest adjustable umumnya dapat bergerak naik-turun, maju-mundur, bergeser ke samping, atau berubah sudut.

Tujuannya agar posisi armrest dapat lebih mudah disesuaikan dengan pengguna dan aktivitas.

Armrest yang terlalu tinggi dapat membuat bahu terus terangkat, sedangkan armrest terlalu rendah mungkin tidak memberikan dukungan yang Anda butuhkan.

Ingin memahami bagian ini lebih dalam? Baca juga pembahasan PEXIO tentang armrest kursi kantor dan fungsinya.

7. Gas Lift atau Pengatur Tinggi Kursi

Gas lift adalah tabung silinder yang berada di bawah dudukan.

Bagian inilah yang memungkinkan tinggi kursi dinaikkan atau diturunkan ketika Anda menggunakan tuas pengaturan.

Fitur seat height menjadi penting karena posisi kursi perlu diselaraskan dengan tubuh dan meja kerja.

Kursi dapat memiliki backrest dan armrest yang nyaman, tetapi jika tingginya tidak sesuai dengan pengguna atau meja, keseluruhan workstation tetap dapat terasa kurang nyaman.

Saat membandingkan kursi, perhatikan rentang seat height yang tersedia, terutama apabila kursi akan digunakan oleh pengguna dengan tinggi badan yang berbeda.

8. Recline dan Tilt Mechanism

Mechanism yang terletak di bawah dudukan mengontrol bagaimana kursi bergerak ketika Anda bersandar.

Pada spesifikasi kursi, Anda mungkin menemukan istilah:

  • recline;

  • tilt;

  • locking position;

  • tilt tension;

  • hingga synchronized mechanism.

Fungsinya tidak selalu sama.

Recline umumnya memungkinkan sandaran bergerak ke belakang, sedangkan mechanism yang lebih kompleks dapat mengatur hubungan gerakan antara dudukan dan backrest.

Beberapa kursi juga memungkinkan posisi tertentu dikunci.

Fitur ini berguna karena Anda tidak selalu bekerja dalam satu posisi.

Saat mengetik, Anda mungkin duduk lebih tegak. Ketika membaca, mengikuti meeting, atau beristirahat sejenak, posisi duduk dapat berubah.

9. Chair Base atau Kaki Kursi

Chair base adalah struktur di bagian bawah kursi yang menopang gas lift sekaligus keseluruhan kursi.

Kursi kerja umumnya menggunakan base dengan lima kaki.

Bagian ini mungkin tidak terlihat semenarik lumbar support atau armrest, tetapi memiliki peran penting pada stabilitas kursi.

Material base dapat berbeda, mulai dari nylon, steel, hingga aluminium.

Namun, material bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan.

Konstruksi, desain, spesifikasi produk, serta kapasitas beban juga perlu dipertimbangkan.

Pastikan Anda selalu mengecek rekomendasi weight capacity dari produk yang akan dipilih.

10. Caster atau Roda Kursi

Caster merupakan roda yang terpasang di bawah chair base.

Fungsinya memungkinkan kursi berpindah di sekitar workspace tanpa harus terus diangkat atau digeser secara manual.

Namun, roda yang sesuai juga bergantung pada jenis lantai yang digunakan.

Karakter roda untuk tile, wooden floor, atau carpet dapat memberikan pengalaman penggunaan yang berbeda.

Ukuran serta material caster juga dapat memengaruhi bagaimana kursi bergerak.

Jika kursi terasa terlalu sulit digeser atau justru bergerak terlalu mudah, kombinasi antara caster dan permukaan lantai dapat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan.

Bagian Kursi Mana yang Paling Penting?

Tidak semua pengguna membutuhkan versi paling canggih dari setiap bagian kursi.

Lebih baik prioritaskan berdasarkan cara Anda bekerja.

Jika Sering Duduk Lama

Perhatikan:

  • ukuran dan kedalaman dudukan;

  • lumbar support;

  • backrest;

  • armrest;

  • serta recline mechanism.

Bagian tersebut akan menentukan seberapa banyak fleksibilitas yang tersedia ketika Anda ingin menyesuaikan posisi duduk.

Jika Tubuh Lebih Tinggi atau Pendek

Cek lebih detail:

  • rentang seat height;

  • seat depth;

  • adjustable headrest;

  • adjustable lumbar support;

  • dan rentang armrest.

Semakin banyak bagian yang relevan dapat disesuaikan, semakin besar fleksibilitas untuk menyesuaikan kursi dengan proporsi tubuh.

Jika Kursi Digunakan Bergantian

Adjustability menjadi semakin penting.

Pengaturan seat height, seat depth, armrest, lumbar support, dan headrest dapat membantu beberapa pengguna mengatur ulang kursi berdasarkan kebutuhan masing-masing.

Jika Sering Mengubah Posisi Duduk

Perhatikan bagaimana backrest, recline mechanism, dan armrest bergerak ketika Anda berganti posisi.

Kursi yang nyaman ketika duduk tegak belum tentu memberikan pengalaman yang sama ketika Anda bersandar.

Lebih Banyak Fitur Belum Tentu Lebih Baik

Saat membandingkan kursi, mudah sekali terpaku pada jumlah fitur.

Satu kursi memiliki armrest 3D.

Kursi lain mempunyai 4D.

Ada yang menawarkan banyak titik pengaturan dan terlihat lebih advanced.

Namun, jumlah fitur yang lebih banyak tidak otomatis membuat kursi lebih sesuai dengan Anda.

Pertanyaan yang lebih penting adalah:

Apakah bagian yang paling Anda butuhkan dapat disesuaikan dengan tubuh, meja, dan cara Anda bekerja?

Untuk pengguna dengan panjang paha tertentu, sliding seat mungkin jauh lebih relevan dibanding headrest canggih yang hampir tidak pernah digunakan.

Memahami bagian kursi membuat Anda lebih mudah membedakan fitur yang memang dibutuhkan dengan fitur yang hanya terlihat menarik pada specification sheet.

Apa yang Perlu Dicek Sebelum Membeli Kursi Kerja?

Sebelum memilih kursi, coba cek:

  • Apakah lebar dan kedalaman dudukan sesuai?

  • Apakah rentang seat height cocok dengan workstation?

  • Apakah bentuk backrest nyaman digunakan?

  • Apakah lumbar support dapat disesuaikan?

  • Apakah armrest sesuai dengan posisi kerja?

  • Apakah Anda benar-benar membutuhkan headrest?

  • Apakah recline dapat digunakan atau dikunci pada posisi yang Anda butuhkan?

  • Apakah kapasitas beban sesuai?

  • Apakah caster sesuai dengan lantai?

  • Fitur apa yang benar-benar akan Anda gunakan sehari-hari?

Jika masih bingung membedakan spesifikasinya, Anda juga dapat membaca panduan memilih kursi kerja ergonomis.

Kenali Kursinya Sebelum Memilih

Kursi kerja bukan sekadar dudukan, sandaran, dan roda.

Seat depth menentukan bagaimana dudukan menyesuaikan panjang kaki. Lumbar support dan backrest memengaruhi bagaimana tubuh mendapatkan dukungan. Sementara armrest, gas lift, dan recline menentukan seberapa fleksibel kursi dapat diatur.

Memahami bagian-bagian tersebut membuat Anda lebih mudah menentukan fitur yang benar-benar diperlukan.

Jika sudah mengetahui bagian mana yang paling penting untuk kebutuhan Anda, lihat pilihan kursi ergonomis PEXIO dan bandingkan fitur pengaturannya berdasarkan cara Anda bekerja.

Kursi yang tepat bukan selalu kursi dengan fitur paling banyak, tetapi kursi dengan fitur yang paling relevan untuk penggunanya.

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda kosong