This site has limited support for your browser. We recommend switching to Edge, Chrome, Safari, or Firefox.

Kursi Kantor Terasa Tidak Nyaman? Cek 6 Penyebab dan Cara Mengaturnya

Baru beberapa jam bekerja, tetapi posisi duduk mulai berubah. Tubuh maju mendekati meja, bahu terasa terangkat, atau Anda terus menggeser posisi karena dudukan terasa kurang pas. Masalah seperti ini tidak selalu berarti kursinya buruk.

Sering kali, kursi kantor terasa tidak nyaman karena pengaturannya belum sesuai dengan tubuh dan workstation. Seat depth yang terlalu dalam, lumbar yang salah posisi, armrest terlalu tinggi, sampai ukuran kursi yang kurang cocok bisa menghasilkan pengalaman duduk yang sangat berbeda.

Kenapa Kursi yang Terlihat Nyaman Bisa Tetap Terasa Tidak Pas?

Dua orang bisa mencoba kursi yang sama dan memberikan penilaian yang berbeda. Itu wajar.

Tinggi badan, panjang paha, lebar tubuh, panjang torso, tinggi meja, hingga cara bekerja ikut menentukan apakah sebuah kursi terasa nyaman. Bahkan kursi dengan banyak fitur adjustable tetap perlu diatur sebelum benar-benar sesuai dengan penggunanya.

Karena itu, sebelum memutuskan mengganti kursi, coba cari tahu dulu bagian mana yang terasa tidak nyaman.

Cek Masalahnya: Penyebab dan Adjustment yang Bisa Dicoba

Gunakan matrix berikut sebagai langkah awal untuk mengevaluasi kursi kerja.

Masalah yang Terasa Kemungkinan Penyebab Adjustment yang Bisa Dicoba
Tepi dudukan menekan belakang lutut Seat depth terlalu dalam Geser sliding seat ke belakang atau pilih kedalaman dudukan yang lebih pendek
Paha kurang mendapat tumpuan Seat depth terlalu pendek Geser dudukan ke depan jika tersedia seat slide
Punggung bawah terasa kosong Lumbar terlalu rendah, tinggi, atau kurang menonjol Sesuaikan posisi dan kedalaman lumbar support
Lumbar terasa menusuk atau mendorong tubuh terlalu jauh Lumbar terlalu agresif Kurangi depth atau ubah tinggi lumbar
Bahu terangkat saat tangan berada di armrest Armrest terlalu tinggi Turunkan armrest sampai bahu bisa lebih rileks
Harus membuka siku terlalu lebar Armrest terlalu lebar Atur armrest lebih dekat ke tubuh jika tersedia width adjustment
Kaki menggantung Chair height terlalu tinggi Turunkan kursi atau gunakan footrest jika tinggi meja mengharuskan kursi tetap tinggi
Lutut terlalu tinggi dan posisi terasa sempit Chair height terlalu rendah Naikkan ketinggian dudukan
Dudukan cepat terasa panas Material kurang sesuai dengan kondisi ruang/pengguna Pertimbangkan mesh atau material dengan sirkulasi udara lebih baik
Dudukan terasa terlalu keras atau cepat kehilangan bentuk Jenis atau kondisi material dudukan Evaluasi foam, mesh, atau kondisi bantalan
Semua pengaturan sudah dicoba tetapi kursi tetap terasa salah Body fit kurang sesuai Cek dimensi kursi dan rentang rekomendasi pengguna

Matrix ini bukan aturan kaku. Gunakan sebagai starting point, lalu lakukan adjustment satu per satu agar lebih mudah mengetahui perubahan mana yang membuat posisi duduk terasa lebih baik.

1. Seat Depth Tidak Sesuai dengan Panjang Paha

Seat depth termasuk salah satu penyebab kursi terasa tidak nyaman yang sering terlewat. Kita biasanya lebih dulu mengatur tinggi kursi, lalu menganggap posisi dudukan sudah selesai.

Padahal, coba duduk sampai punggung benar-benar menyentuh backrest. Jika tepi depan dudukan menekan area belakang lutut, dudukannya kemungkinan terlalu dalam untuk proporsi tubuh Anda.

Akibatnya, pengguna sering maju ke depan kursi untuk mencari ruang di belakang lutut. Punggung akhirnya kehilangan kontak dengan sandaran.

Kondisi sebaliknya juga bisa terjadi. Dudukan yang terlalu pendek membuat sebagian paha tidak mendapat tumpuan yang cukup.

Adjustment yang Bisa Dicoba

Jika kursi memiliki sliding seat atau seat depth adjustment, geser dudukan sampai paha mendapat tumpuan yang cukup tanpa membuat tepi kursi menekan belakang lutut.

Jangan mengejar satu ukuran yang dianggap ideal untuk semua orang. Yang perlu dicari adalah posisi yang memungkinkan Anda duduk sampai ke belakang kursi dengan nyaman.

Baca juga: Apa Itu Seat Depth dan Mengapa Penting pada Kursi Ergonomis?

2. Lumbar Support Berada di Posisi yang Salah

Lumbar support yang lebih besar belum tentu terasa lebih nyaman.

Jika posisinya terlalu tinggi, Anda mungkin merasakan tekanan di area punggung yang salah. Terlalu rendah juga membuat dukungannya sulit terasa. Ada pula pengguna yang merasa tubuh seperti terdorong maju karena lumbar support terlalu menonjol.

Lumbar seharusnya terasa seperti dukungan di area lengkung punggung bawah, bukan titik yang terus menekan tubuh.

Adjustment yang Bisa Dicoba

Mulai dari posisi lumbar yang netral, lalu lakukan perubahan kecil.

Jika tersedia height adjustment, naikkan atau turunkan sampai dukungannya terasa mengikuti area punggung bawah. Untuk lumbar yang memiliki depth adjustment, cari tekanan yang cukup untuk menopang tanpa membuat tubuh terdorong menjauh dari backrest.

Setelah itu, duduk dan bekerja beberapa saat. Jangan menilai hanya dari beberapa detik pertama.

Baca juga: Kapan Sebenarnya Anda Membutuhkan Tambahan Lumbar Support?

3. Armrest Membuat Bahu atau Siku Tidak Rileks

Armrest yang salah posisi kadang terasa seperti masalah pada bahu, padahal sumbernya ada di kursi.

Misalnya, armrest terlalu tinggi. Saat lengan diletakkan di atasnya, bahu ikut terangkat. Jika terlalu rendah, pengguna harus menurunkan lengan cukup jauh untuk mendapatkan tumpuan.

Lebarnya juga berpengaruh. Armrest yang terlalu jauh dari tubuh membuat siku terbuka ke samping setiap kali ingin menggunakannya.

Adjustment yang Bisa Dicoba

Mulai dari tinggi armrest.

Atur sampai lengan bisa mendapatkan tumpuan sementara bahu tetap rileks. Jika kursi memiliki armrest 3D atau 4D, sesuaikan posisi maju-mundur, lebar, atau sudutnya berdasarkan aktivitas.

Untuk mengetik, posisi armrest juga jangan sampai menghalangi kursi mendekat ke meja. Kalau Anda harus duduk jauh dari keyboard hanya karena sandaran tangan mentok pada tabletop, posisi tersebut perlu dievaluasi lagi.

4. Tinggi Kursi Tidak Match dengan Meja

Mengatur chair height terdengar sederhana, tetapi praktiknya melibatkan dua hal sekaligus: kaki dan posisi tangan terhadap meja.

Misalnya, Anda menurunkan kursi sampai kaki nyaman menapak. Setelah itu keyboard justru terasa terlalu tinggi dan bahu ikut naik saat mengetik.

Atau sebaliknya. Kursi dinaikkan agar tangan lebih nyaman terhadap meja, tetapi kaki menjadi menggantung.

Ini cukup sering terjadi pada fixed-height desk, terutama ketika satu ukuran meja digunakan oleh karyawan dengan tinggi badan yang berbeda.

Adjustment yang Bisa Dicoba

Cari tinggi kursi yang membuat posisi tangan terhadap meja terasa nyaman tanpa membuat bahu terus terangkat.

Jika pada posisi tersebut kaki belum mendapat tumpuan, footrest dapat dipertimbangkan. Untuk meja adjustable, ketinggian tabletop memberi ruang penyesuaian yang lebih luas karena meja dan kursi dapat diselaraskan.

Tidak perlu terpaku pada aturan sudut tubuh yang harus selalu tepat 90 derajat. Fokus pada posisi yang terasa stabil, mendapat dukungan, dan masih memberi ruang untuk bergerak.

5. Material Kursi Tidak Sesuai dengan Cara Anda Bekerja

Kenyamanan material cukup personal.

Sebagian pengguna menyukai foam karena terasa lebih empuk. Pengguna lain lebih nyaman dengan mesh karena sirkulasi udaranya terasa lebih baik, terutama di ruangan yang hangat atau saat kursi digunakan dalam durasi panjang.

Ketebalan foam sendiri tidak otomatis menentukan kualitas kenyamanan. Bantalan yang terlalu lunak bisa membuat tubuh tenggelam, sementara dudukan yang terlalu keras dapat terasa kurang nyaman bagi pengguna tertentu.

Kondisi material juga perlu dilihat. Foam yang sudah kehilangan bentuk atau mesh yang mulai kendur akan memberikan pengalaman berbeda dibanding saat kursi masih baru.

Apa yang Perlu Dicek?

Perhatikan kapan rasa tidak nyaman mulai muncul.

Jika masalah utamanya gerah, material breathable mungkin lebih sesuai. Jika Anda merasa tekanan terkonsentrasi pada area tertentu, evaluasi bentuk dudukan, material, dan seat depth secara bersamaan.

Jangan langsung menyimpulkan bahwa material tertentu selalu lebih ergonomis. Body fit dan preferensi pengguna tetap menentukan.

6. Kursinya Memang Tidak Sesuai dengan Proporsi Tubuh

Ada titik ketika adjustment tidak lagi cukup.

Bayangkan pengguna bertubuh petite duduk di kursi yang memiliki dudukan sangat dalam dan backrest tinggi. Seat depth sudah diatur semaksimal mungkin, tetapi pengguna tetap kesulitan duduk sampai belakang sambil menjaga posisi kaki yang nyaman.

Di kondisi seperti ini, masalah utamanya bukan cara mengatur kursi. Dimensi kursi memang kurang sesuai dengan tubuh pengguna.

Hal yang sama berlaku untuk pengguna bertubuh tinggi atau besar yang menggunakan kursi compact. Dudukan mungkin terasa terlalu sempit, backrest terlalu pendek, atau rentang seat depth belum memberikan tumpuan paha yang cukup.

Cek Body Fit Sebelum Membeli Kursi

Sebelum memilih kursi kantor, perhatikan:

  • rekomendasi tinggi pengguna;

  • lebar dan kedalaman dudukan;

  • rentang seat height;

  • tinggi backrest;

  • kapasitas beban;

  • ruang antar-armrest;

  • rentang pengaturan lumbar;

  • ketersediaan sliding seat.

Sebagai contoh, PEXIO Mike Ergonomic Office Chair memiliki rekomendasi tinggi pengguna 155–190 cm serta sliding seat, adjustable lumbar, armrest, dan backrest yang dapat disesuaikan. Artinya, pengguna mempunyai lebih banyak titik adjustment untuk mencari fit yang sesuai. Spesifikasi tersebut tetap perlu dicocokkan dengan proporsi tubuh masing-masing pengguna.

Untuk pengguna dengan proporsi tubuh lebih petite, PEXIO juga memiliki model seperti Riley yang secara khusus dirancang dengan dimensi lebih compact. Ketersediaan produk sebaiknya tetap dicek sebelum pembelian karena stok dapat berubah.

Jangan Ubah Semua Pengaturan Sekaligus

Ketika kursi terasa tidak nyaman, godaannya adalah mengubah seat height, lumbar, armrest, recline, dan headrest sekaligus.

Masalahnya, setelah itu Anda sulit mengetahui adjustment mana yang sebenarnya membantu.

Coba lakukan secara bertahap:

  1. Atur chair height terhadap meja.

  2. Pastikan seat depth sesuai dengan panjang paha.

  3. Sesuaikan lumbar support.

  4. Atur armrest sampai bahu lebih rileks.

  5. Cek posisi backrest dan recline.

  6. Gunakan kursi selama beberapa waktu, lalu lakukan fine-tuning.

Pengaturan kursi juga tidak harus menghasilkan satu posisi yang dipertahankan sepanjang hari. Saat fokus mengetik, posisi Anda mungkin lebih tegak. Ketika membaca atau mengikuti meeting, sedikit recline bisa terasa lebih nyaman.

Tubuh tetap perlu bergerak.

Kapan Kursi Perlu Diganti?

Adjustment layak dicoba lebih dulu selama mekanisme kursi masih berfungsi dan dimensinya sesuai dengan pengguna.

Pertimbangkan mengganti kursi jika:

  • gas lift tidak mampu mempertahankan ketinggian;

  • backrest atau mekanisme recline sudah tidak stabil;

  • foam sudah kehilangan bentuk;

  • mesh rusak atau terlalu kendur;

  • adjustment penting sudah tidak berfungsi;

  • dimensi kursi tidak sesuai dengan tubuh;

  • rentang adjustment terlalu terbatas untuk workstation Anda.

Untuk perusahaan, kondisi kursi sebaiknya diperiksa secara berkala. Kursi yang digunakan delapan jam sehari tentu mengalami pola pemakaian berbeda dibanding kursi meeting yang hanya digunakan sesekali.

Kursi Nyaman Dimulai dari Fit, Bukan Banyaknya Fitur

Ketika kursi kantor terasa tidak nyaman, mengganti kursi bukan selalu langkah pertama. Cek dulu seat depth, lumbar support, armrest, ketinggian dudukan, material, dan kecocokan dimensinya dengan tubuh.

Fitur adjustable memberi ruang untuk melakukan fine-tuning, tetapi hasil akhirnya tetap bergantung pada fit antara kursi, pengguna, meja, dan aktivitas kerja.

Jika berbagai adjustment sudah dicoba dan kursi tetap terasa kurang sesuai, lihat koleksi kursi ergonomis PEXIO dan bandingkan rentang pengaturan serta rekomendasi penggunanya sebelum memilih. Untuk memastikan ukuran dan fit secara langsung, mencoba kursi di showroom juga dapat membantu menentukan konfigurasi yang terasa paling sesuai.

Cart

No more products available for purchase

Your Cart is Empty