Dalam sistem hot desking, satu meja dan kursi dapat digunakan bergantian oleh beberapa karyawan. Masalahnya, pengaturan yang nyaman untuk pengguna pertama belum tentu sesuai untuk orang berikutnya. Tinggi badan, panjang paha, lebar tubuh, hingga kebiasaan duduk setiap orang berbeda.
Karena itu, kursi ergonomis untuk hot desking perlu lebih dari sekadar nyaman. Kursi harus memiliki rentang penyesuaian yang memadai, mudah diatur, intuitif, serta cukup tangguh menghadapi penggunaan bergantian sepanjang hari. Berikut fitur yang perlu diperhatikan perusahaan.
Fitur Kursi Ergonomis yang Penting untuk Hot Desking
Semakin beragam profil karyawan yang menggunakan satu workstation, semakin penting kemampuan kursi untuk beradaptasi. Berikut fitur yang diperlukan.
1. Seat Height dengan Rentang Adjustment yang Memadai
Tinggi dudukan harus dapat disesuaikan agar kaki pengguna dapat bertumpu dengan nyaman dan posisi tubuh sesuai dengan meja kerja.
Hal ini penting karena satu kursi mungkin digunakan karyawan dengan tinggi 155 cm pada pagi hari dan pengguna yang jauh lebih tinggi setelahnya. Rentang adjustment yang terlalu sempit akan membatasi fleksibilitas tersebut.
Untuk menentukan ukuran yang pas, pelajari ukuran kursi kantor yang sesuai agar kursi cocok dengan kebutuhan penggunanya.
2. Adjustable Seat Depth
Perbedaan tinggi badan juga berarti panjang paha setiap pengguna tidak sama. Sliding seat membantu mengatur kedalaman dudukan agar tidak terlalu menekan bagian belakang lutut maupun terasa terlalu pendek.
Untuk shared workstation, fitur ini termasuk adjustment yang cukup bernilai karena satu ukuran seat depth belum tentu pas untuk semua orang.
3. Adjustable atau Adaptive Lumbar Support
Posisi lumbar setiap pengguna berbeda. Karena itu, shared chair idealnya tidak mengandalkan dukungan punggung bawah yang hanya nyaman untuk satu profil tubuh.
Adjustable lumbar memungkinkan pengguna mengatur support berdasarkan tubuhnya, sedangkan sistem adaptive dapat mengikuti perubahan posisi duduk. Anda dapat mempelajari lebih lanjut mengenai jenis dan manfaat lumbar support pada kursi ergonomis.
4. Adjustable Armrest
Armrest perlu mudah disesuaikan dengan tinggi lengan, meja, serta aktivitas pengguna. Saat mengetik, misalnya, pengguna membutuhkan posisi lengan berbeda dibandingkan dengan ketika meeting atau reclining.
Adjustment yang mudah dipahami juga penting agar pengguna hot desk tidak perlu membaca manual setiap kali ingin mengubah posisi armrest.
5. Recline yang Mudah Disesuaikan
Setiap orang memiliki berat badan dan preferensi recline berbeda. Mekanisme yang mudah diatur dapat mempercepat proses setup ketika pengguna berganti.
Weight-activated atau self-weight mechanism bisa menjadi opsi menarik karena resistance mengikuti bobot pengguna secara lebih otomatis. Namun, fitur ini bukan kewajiban selama mekanisme recline tetap intuitif dan nyaman digunakan.
6. Material yang Mudah Dirawat
Untuk kursi yang berpindah pengguna sepanjang hari, material perlu dilihat dari dua sisi: kenyamanan dan maintenance.
Contohnya seperti bahan mesh yang menawarkan sirkulasi udara yang baik, sementara high-density foam memberikan karakter duduk yang berbeda. Untuk perusahaan, pertimbangkan juga kemudahan membersihkan permukaan serta kemampuan material mempertahankan performanya dalam penggunaan intensif.
Mengapa “One Size Fits All” Kurang Ideal untuk Shared Chair?
Konsep “One Size Fits All” (satu ukuran untuk semua) kurang ideal untuk shared chair (kursi yang digunakan bersama oleh beberapa orang bergantian) karena antropometri (ilmu tentang ukuran tubuh manusia) sangat bervariasi.
Setiap pengguna memiliki tinggi badan, berat badan, panjang lengan, dan postur yang berbeda. Dalam pengadaan kursi kantor, spesifikasi sering dinilai berdasarkan jumlah fitur saja. Untuk hot desking, yang lebih penting justru seberapa luas fitur tersebut dapat mengakomodasi pengguna yang berbeda.
Perhatikan empat variasi utama:
-
Tinggi badan: menentukan kebutuhan seat height serta tinggi backrest.
-
Panjang paha: berhubungan langsung dengan seat depth atau sliding seat.
-
Lebar tubuh: membutuhkan seat width dan ruang gerak yang memadai. Weight capacity juga perlu masuk dalam evaluasi procurement.
-
Pola kerja: posisi untuk mengetik intensif, meeting online, focus work, dan reclining dapat berbeda.
Artinya, kursi hot desking yang baik bukan kursi yang “pas untuk rata-rata orang”, melainkan kursi yang menyediakan adjustment cukup untuk mendekati kebutuhan banyak pengguna.
Baca juga: Ukuran Kursi Kantor yang Ideal untuk Kenyamanan dan Produktivitas
60-Second Hot Desk Chair Reset
Salah satu kebiasaan yang dapat diterapkan perusahaan adalah meminta pengguna melakukan reset singkat sebelum mulai bekerja.
-
Atur seat height: Pastikan kaki dapat bertumpu dengan stabil dan posisi lengan sesuai dengan meja.
-
Atur seat depth: Sisakan ruang yang nyaman antara ujung dudukan dan bagian belakang lutut.
-
Sesuaikan lumbar dan backrest: Tempatkan support pada area punggung bawah yang terasa natural.
-
Atur armrest: Hindari posisi yang membuat bahu terangkat atau lengan menggantung.
-
Sesuaikan recline: Pilih resistance dan sudut yang sesuai dengan aktivitas kerja.
Kursi bukan satu-satunya komponen ergonomi. Monitor, keyboard, mouse, dan tinggi meja juga perlu disesuaikan agar workstation bekerja sebagai satu sistem.
Faktor Durabilitas untuk Kursi Hot Desking
Kursi shared workstation umumnya mengalami lebih banyak perubahan setting dibanding kursi personal. Karena itu, procurement sebaiknya tidak hanya membandingkan tampilan dan harga. Berikut beberapa faktor yang dapat dipertimbangkan.
-
Perhatikan gas lift dan mekanisme kursi, karena keduanya terus digunakan ketika tinggi atau posisi kursi diubah.
-
Frame dan footbase juga harus stabil untuk penggunaan rutin, sedangkan;
-
Caster perlu sesuai dengan jenis lantai serta intensitas pergerakan.
Material mesh maupun foam sebaiknya mampu mempertahankan kenyamanan setelah digunakan bergantian. Untuk pembelian perusahaan dalam jumlah besar, periksa pula garansi, ketersediaan spare part, dan after-sales service. Faktor tersebut sering kali baru terasa penting setelah kursi digunakan beberapa tahun.
Baca juga: 7 Pertimbangan Membeli Kursi Kantor agar Sesuai Kebutuhan Perusahaan
Rekomendasi Kursi PEXIO untuk Hot Desking
Tidak semua area hot desking membutuhkan tingkat adjustment yang sama. Touchdown area yang digunakan untuk pekerjaan singkat memiliki kebutuhan yang berbeda dari shared workstation yang digunakan bergantian selama beberapa jam.
Karena itu, pemilihan kursi sebaiknya disesuaikan dengan durasi penggunaan, variasi profil pengguna, serta seberapa jauh kursi perlu dapat dipersonalisasi.
1. PEXIO Hervey Ergonomic Visitor & Meeting Chair

PEXIO Hervey Ergonomic Visitor & Meeting Chair dapat dipertimbangkan untuk hot desk dengan durasi penggunaan relatif singkat, touchdown area, collaborative space, atau shared meeting area.
Fitur yang tersedia meliputi:
-
Adjustable Lumbar Support: ketinggian lumbar dapat disesuaikan untuk memberikan dukungan pada area punggung bawah.
-
Swing Armrests: Armrest dapat dilipat ke atas untuk memberikan ruang gerak lebih luas sekaligus memudahkan kursi masuk lebih rapat ke bawah meja.
-
Swing Mode Recline: mekanisme sandaran dapat mengikuti pergerakan tubuh ketika pengguna ingin bersandar.
-
Breathable Polyester Mesh Backrest: membantu sirkulasi udara pada area punggung.
-
High-Density Foam Seat: memberikan bantalan pada area duduk.
-
Compact Design: lebih mudah ditempatkan di area kerja atau meeting dengan ruang yang terbatas.
-
Recommended height: 140–175 cm.
-
Maximum weight capacity: 90 kg.
Untuk hot desking, karakter Hervey lebih cocok ketika perusahaan membutuhkan kursi yang sederhana untuk digunakan bergantian dan tidak mengharuskan pengguna melakukan banyak adjustment sebelum mulai bekerja.
2. PEXIO Mike Ergonomic Office Chair

Untuk shared workstation yang digunakan lebih lama dan membutuhkan pengaturan lebih personal, PEXIO Mike Ergonomic Office Chair menawarkan adjustment yang lebih lengkap.
Fitur utamanya meliputi:
-
7-Level Adjustable Backrest: Tinggi backrest dapat diatur dalam tujuh tingkat untuk menyesuaikan posisi sandaran dengan proporsi tubuh pengguna.
-
2D Adjustable Lumbar Support: lumbar dapat diatur pada ketinggian dan kedalamannya.
-
Sliding Seat: kedalaman dudukan dapat diperpanjang untuk membantu menyesuaikan support dengan panjang paha.
-
3D Adjustable Armrests: armrest dapat disesuaikan naik-turun, maju-mundur, dan ke samping.
-
2D Adjustable Headrest: tinggi dan sudut headrest dapat diatur sesuai kebutuhan pengguna.
-
Tilt & Locking Recline System: posisi recline dapat disesuaikan dan dikunci sesuai preferensi.
-
Pilihan seat: tersedia opsi high-density foam maupun breathable mesh.
-
Recommended height: 155–190 cm.
-
Maximum weight capacity: 90 kg.
Fitur seperti sliding seat, adjustable lumbar, backrest, dan armrest membuat Mike lebih fleksibel untuk shared workstation yang digunakan oleh pengguna dengan proporsi tubuh serta preferensi kerja yang berbeda.
Pengguna dapat mengatur ulang beberapa bagian penting kursi sebelum mulai bekerja, alih-alih mengikuti setting orang sebelumnya.
3. PEXIO x HBADA Evolve 3 Ergonomic Office Chair

Untuk perusahaan dengan profil pengguna yang lebih beragam, PEXIO x HBADA Evolve 3 Ergonomic Office Chair menawarkan adjustment range yang lebih luas.
Fitur yang mendukung kebutuhan tersebut meliputi:
-
Seat Height Adjustment: tinggi kursi dapat disesuaikan dengan pengguna dan workstation.
-
Sliding Seat: dudukan dapat diperpanjang hingga 5 cm untuk menyesuaikan support pada area paha.
-
Adjustable Backrest: backrest dapat dinaik-turunkan hingga 7 cm.
-
3-Zone Elastic Lumbar Support: memberikan dukungan adaptif pada area punggung bawah.
-
6D + 360° Adjustable Armrests: memberikan jangkauan pengaturan armrest yang luas untuk berbagai posisi lengan dan aktivitas kerja.
-
4D Adjustable Headrest: tinggi dan kedalaman dapat disesuaikan, serta posisi headrest yang dapat digerakkan ayun multi-arah.
-
Tilt & Lock Recline System: recline hingga 140° dengan empat posisi penguncian.
-
Class 4 Aluminum Gas Lift: mendukung mekanisme pengaturan tinggi kursi.
-
Aluminum Alloy Frame & Footbase: konstruksi aluminium untuk penggunaan kursi.
-
Recommended height: 150–200 cm.
-
Maximum weight capacity: 150 kg.
Kombinasi rentang pengguna dan adjustment tersebut membuat Evolve 3 relevan ketika perusahaan membutuhkan satu jenis kursi untuk mengakomodasi variasi profil pengguna yang lebih luas, terutama pada area hot desking dengan tingkat pergantian pengguna tinggi.
Bangun Hot Desking yang Lebih Fleksibel dengan Kursi Ergonomis PEXIO
Hot desking yang ergonomis bukan sekadar membeli satu model kursi dalam jumlah banyak. Perusahaan perlu mempertimbangkan variasi profil pengguna, durasi duduk, adjustment range, serta intensitas penggunaan sebelum menentukan spesifikasi.
Kursi yang tepat memungkinkan setiap pengguna melakukan penyesuaian dengan cepat tanpa harus menerima setelan dari pengguna sebelumnya.
Untuk kebutuhan pengadaan kantor, jelajahi solusi workspace ergonomis untuk perusahaan bersama PEXIO dan konsultasikan kebutuhan berdasarkan jumlah workstation, karakter pengguna, serta pola kerja di perusahaan Anda.
Jika ingin membandingkan adjustment dan kenyamanan beberapa model secara langsung, Anda juga dapat mengunjungi showroom PEXIO untuk mencoba kursi sebelum menentukan pilihan yang sesuai bagi kebutuhan hot desking perusahaan.
