Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Kami menyarankan untuk beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

10 Contoh Ergonomi dalam Kehidupan Sehari-hari yang Mudah Ditemukan

Ergonomi sebenarnya cukup dekat dengan aktivitas sehari-hari. Saat seseorang mengatur tinggi kursi agar lebih sesuai dengan meja, memindahkan monitor supaya tidak perlu terus menunduk, atau memilih alat dengan gagang yang lebih mudah dijangkau, prinsip ergonomi sudah mulai digunakan.

Contohnya paling mudah terlihat di workspace karena kita berinteraksi dengan kursi, meja, komputer, dan perangkat kerja selama berjam-jam. Prinsip yang sama juga berlaku di luar pekerjaan. Tujuannya tetap serupa: menyesuaikan alat, ruang, dan aktivitas dengan orang yang menggunakannya.

Apa yang Dimaksud dengan Penerapan Ergonomi?

Ergonomi mempelajari bagaimana pekerjaan, alat, dan lingkungan dapat disesuaikan dengan kemampuan serta keterbatasan manusia.

Dalam praktiknya, penerapan ergonomi tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Pergeseran posisi monitor beberapa sentimeter atau penyesuaian tinggi kursi bisa mengubah cara tubuh bekerja.

Prinsip yang perlu diingat cukup sederhana: manusia tidak seharusnya terus memaksa tubuh menyesuaikan diri dengan alat yang digunakan. Setup dan alat kerjanya juga perlu mengikuti penggunanya.

Pembahasan lebih luas mengenai ergonomi dapat ditemukan melalui Hub Inspirasi PEXIO.

Contoh Ergonomi di Workspace

Workspace menjadi salah satu tempat yang paling mudah untuk melihat prinsip ergonomi bekerja. Satu workstation terdiri dari banyak elemen yang saling memengaruhi, mulai dari kursi hingga posisi mouse.

Berikut beberapa contohnya.

1. Mengatur Kursi Sesuai dengan Tubuh Pengguna

Kursi Komputer

Dua orang bisa menggunakan kursi yang sama dengan pengaturan yang berbeda.

Pengguna yang lebih pendek mungkin membutuhkan posisi dudukan lebih rendah dan seat depth yang lebih pendek. Pengguna dengan paha lebih panjang bisa membutuhkan dudukan yang lebih dalam agar paha mendapat tumpuan yang cukup.

Kursi ergonomis biasanya menyediakan beberapa titik pengaturan seperti seat height, lumbar support, armrest, recline, atau seat depth, tergantung modelnya.

Fitur tersebut berguna ketika benar-benar disesuaikan dengan penggunanya. Kursi dengan banyak adjustment yang dibiarkan pada posisi default belum tentu memberikan fit yang tepat.

Baca juga: Kursi Kantor Biasa vs Kursi Ergonomis: Apa Perbedaannya?

2. Menyesuaikan Tinggi Meja dengan Posisi Tangan

Desain Meja Komputer

Permukaan meja yang terlalu tinggi sering membuat bahu ikut naik ketika mengetik. Meja yang terlalu rendah dapat mendorong tubuh turun mendekati area kerja.

Posisi siku dapat menjadi referensi praktis.

Saat bahu rileks, tangan sebaiknya bisa mencapai keyboard tanpa perlu mengangkat seluruh lengan. Adjustable desk mempermudah penyesuaian ini karena tinggi tabletop dapat mengikuti pengguna.

Pada fixed-height desk, penyesuaian bisa dilakukan melalui kursi, keyboard tray, atau footrest sesuai kondisi workstation.

Contoh ergonominya bukan terletak pada jenis mejanya saja. Hubungan antara tinggi meja dan tubuh pengguna yang menentukan.

3. Menempatkan Monitor agar Mudah Dilihat

Layar Komputer atau Laptop

Monitor yang berada terlalu rendah membuat kepala lebih sering mengarah ke bawah. Layar yang terlalu jauh dapat membuat pengguna maju mendekati meja agar teks lebih mudah dibaca.

Posisi monitor sebaiknya disesuaikan dengan tinggi pengguna, ukuran layar, serta kebutuhan visualnya.

Layar utama juga lebih nyaman jika berada di depan pengguna. Setup dual monitor perlu mengikuti layar mana yang paling sering digunakan. Jika frekuensi penggunaannya sama, kedua layar dapat ditempatkan mendekati pusat pandangan.

Monitor arm atau stand dapat digunakan jika posisi bawaan monitor sulit disesuaikan.

Perubahan kecil pada posisi layar sering lebih berguna daripada terus mengingatkan diri sendiri untuk “duduk tegak”.

4. Menempatkan Keyboard dan Mouse Dekat dengan Tubuh

Penggunaan Mouse

Keyboard yang terlalu jauh membuat tangan terus menjangkau ke depan. Mouse yang diletakkan jauh ke samping juga membuat lengan bekerja lebih jauh dari tubuh.

Area input sebaiknya tetap mudah dijangkau dari posisi kerja normal.

Keyboard biasanya terasa lebih nyaman ketika berada dekat dengan tinggi siku dan bahu tetap rileks. Pergelangan tangan juga sebaiknya tidak terus menekuk tajam saat mengetik.

Mouse idealnya berada dekat dengan keyboard. Pengguna tidak perlu mengangkat tangan ke level berbeda setiap kali berpindah dari mengetik ke menggunakan mouse.

Baca juga: Keyboard Tray Ergonomis untuk Posisi Mengetik yang Lebih Nyaman

5. Menata Barang Berdasarkan Seberapa Sering Digunakan

Meningkatkan Kualitas Kerja

Ergonomi di meja kerja tidak berhenti pada furnitur.

Perhatikan posisi ponsel, notebook, headset, dokumen, atau perlengkapan yang sering digunakan.

Barang yang dipakai berkali-kali sebaiknya berada dalam area yang mudah dijangkau. Pengguna tidak perlu berulang kali memutar badan atau menjangkau jauh ke belakang meja hanya untuk mengambil benda yang sama.

Barang yang jarang digunakan bisa ditempatkan lebih jauh.

Prinsip sederhana ini membuat tata letak meja mengikuti alur kerja pengguna, bukan sekadar terlihat rapi.

6. Memberikan Ruang Gerak di Bawah Meja

Tata Letak Meja

Ruang di bawah meja sering berubah menjadi tempat penyimpanan. Tas, kardus, CPU, kabel, atau laci tambahan perlahan memenuhi area kaki.

Pengguna kemudian kesulitan mendekat ke meja atau harus duduk sedikit menyamping.

Legroom yang cukup memungkinkan kaki bergerak dan memberi ruang untuk mengubah posisi selama bekerja. Kursi juga bisa mendekati keyboard tanpa terhalang barang di bawah tabletop.

Ergonomi memang sering terlihat dari hal kecil seperti ini. Meja yang luas belum tentu menghasilkan workstation nyaman jika area kakinya penuh.

7. Mengubah Posisi Sepanjang Hari

Memberikan Batasan

Ergonomi tidak berarti menemukan satu postur sempurna lalu mempertahankannya selama delapan jam.

Tubuh membutuhkan variasi.

Posisi saat fokus mengetik bisa berbeda dengan ketika membaca, mengikuti meeting, atau melakukan panggilan. Pengguna bisa bersandar sesekali, berdiri, berjalan mengambil minum, lalu kembali duduk.

Adjustable desk memberi pilihan tambahan untuk berganti antara posisi duduk dan berdiri. Kursi dengan recline juga memungkinkan perubahan posisi tanpa meninggalkan workstation.

Gerak tetap menjadi bagian penting dari setup ergonomis. Furnitur membantu menyediakan pilihan posisi, bukan membuat tubuh diam lebih lama.

Untuk contoh yang lebih spesifik di lingkungan profesional, Baca juga: Penerapan Ergonomi di Tempat Kerja dan Manfaatnya

Contoh Ergonomi di Luar Workspace

Prinsip ergonomi tidak berhenti ketika laptop ditutup. Banyak benda yang digunakan di rumah juga dirancang agar lebih sesuai dengan cara tubuh bergerak.

Berikut beberapa contoh yang mudah ditemukan.

8. Menggunakan Alat Rumah Tangga dengan Panjang Gagang yang Sesuai

Sapu dengan gagang terlalu pendek membuat pengguna harus membungkuk lebih jauh. Hal serupa bisa terjadi pada pel, vacuum cleaner, atau alat berkebun.

Panjang gagang yang sesuai membuat alat lebih mudah digunakan tanpa memaksa tubuh terus bekerja dalam posisi yang kurang nyaman.

Beberapa alat menyediakan telescopic handle sehingga panjangnya bisa diatur oleh pengguna yang berbeda.

Contoh ini menunjukkan satu prinsip dasar ergonomi: desain alat sebaiknya mempertimbangkan ukuran tubuh orang yang akan menggunakannya.

9. Mengatur Area Dapur Berdasarkan Aktivitas

Ergonomi juga terlihat dari tata letak dapur.

Peralatan yang sering digunakan akan lebih praktis jika ditempatkan pada area yang mudah dijangkau. Barang berat yang disimpan terlalu tinggi membuat pengguna harus mengangkat beban sambil menjangkau ke atas.

Ketinggian permukaan kerja juga memengaruhi aktivitas.

Menyiapkan makanan, memotong bahan, mencuci piring, dan mengambil perlengkapan melibatkan posisi tubuh yang berbeda. Layout yang baik membantu mengurangi kebutuhan untuk terus membungkuk, memutar badan, atau menjangkau terlalu jauh.

10. Menyesuaikan Cara Membawa dan Mengangkat Barang

Menggunakan Teknik yang Sesuai

Prinsip ergonomi tetap relevan ketika seseorang memindahkan barang.

Beban yang terlalu berat atau sulit dipegang sebaiknya tidak dipaksakan hanya karena masih bisa diangkat. Pengguna bisa membagi isi menjadi beberapa bagian, menggunakan trolley, meminta bantuan, atau memilih pegangan yang lebih mudah dikontrol.

Posisi barang juga berpengaruh. Beban yang berada dekat dengan tubuh biasanya lebih mudah dikendalikan dibanding benda berat yang harus dipegang jauh di depan badan.

Ergonomi pada aktivitas seperti ini berfokus pada bagaimana tugas dirancang agar sesuai dengan kemampuan orang yang melakukannya.

Ergonomi Tidak Selalu Berarti Membeli Produk Baru

Ada anggapan bahwa workstation ergonomis harus dipenuhi furnitur dan aksesori khusus.

Padahal, beberapa masalah bisa diperbaiki melalui pengaturan.

Monitor dapat dipindahkan. Keyboard bisa didekatkan. Barang yang sering digunakan dapat disusun ulang. Kursi adjustable yang sudah tersedia mungkin hanya membutuhkan beberapa perubahan pada seat height atau lumbar support.

Produk tambahan lebih relevan ketika setup yang ada memang memiliki keterbatasan.

Footrest, misalnya, berguna ketika kaki belum mendapat tumpuan setelah kursi diatur terhadap meja. Monitor arm membantu jika layar bawaan tidak bisa mencapai posisi yang dibutuhkan. Keyboard tray cocok ketika fixed-height desk membuat keyboard berada terlalu tinggi.

Pendekatan seperti ini membuat ergonomi lebih masuk akal: identifikasi masalah terlebih dahulu, lalu cari adjustment atau alat yang sesuai.

Ergonomi Perlu Mengikuti Orang dan Aktivitasnya

Contoh ergonomi dalam kehidupan sehari-hari bisa ditemukan mulai dari kursi kerja hingga gagang sapu. Kesamaannya ada pada satu hal: alat dan lingkungan disesuaikan agar lebih cocok dengan orang yang menggunakannya.

Workspace menjadi tempat yang paling relevan untuk mulai memperhatikan prinsip tersebut karena banyak profesional menggunakannya selama berjam-jam setiap hari. Kursi, meja, monitor, keyboard, mouse, dan tata letak perangkat perlu dilihat sebagai satu setup.

Setelah itu, prinsip yang sama bisa diterapkan pada aktivitas lain di rumah.

Pelajari lebih banyak topik mengenai workstation, postur, furnitur, dan penerapan ergonomi melalui Hub Inspirasi PEXIO, atau lihat koleksi produk ergonomis PEXIO untuk kebutuhan kantor maupun WFH.

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda kosong