Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Kami menyarankan untuk beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Checklist Workstation Ergonomis untuk Kenyamanan Produktivitas

Workstation yang terlihat nyaman belum tentu sudah sesuai dengan kebutuhan setiap karyawan. Audit ergonomi dibutuhkan, untuk membantu perusahaan mengevaluasi kesesuaian meja, kursi, perangkat kerja, serta kebiasaan pengguna selama bekerja.

Penilaian ini penting karena setiap pekerja memiliki karakteristik tubuh, jenis pekerjaan, dan durasi penggunaan workstation yang berbeda. Mari simak artikel di bawah ini untuk mengetahui checklist audit ergonomi workstation yang dapat digunakan perusahaan.

Mengapa Perusahaan Perlu Melakukan Ergonomic Assessment pada Workstation?

Ergonomic assessment membantu perusahaan melihat apakah workstation sudah sesuai dengan aktivitas kerja dan kebutuhan penggunanya. Penilaian ini mencakup hubungan antara kursi, meja, perangkat kerja, durasi penggunaan, serta karakteristik tubuh pekerja.

Fokusnya bukan sekadar memastikan karyawan duduk dengan posisi tertentu sepanjang hari. Workstation yang ergonomis perlu mendukung variasi aktivitas dan memungkinkan pengguna melakukan penyesuaian sesuai kebutuhannya.

Kapan Audit Ergonomi Workstation Perlu Dilakukan?

Audit ergonomi dapat dilakukan setelah perusahaan membuat office setup baru atau menyelesaikan renovasi ruang kerja. Penilaian juga relevan ketika workstation mulai digunakan pekerja baru atau terjadi perubahan meja, kursi, maupun perangkat kerja.

Pada shared workstation dan hot desking, audit membantu memastikan setup dapat mengakomodasi berbagai pengguna. Evaluasi juga dapat dilakukan ketika muncul pola keluhan kenyamanan yang berulang atau sebagai bagian dari evaluasi kesehatan and keamanan secara berkala.

Persiapan Sebelum Melakukan Audit Ergonomi Workstation

Persiapan yang tepat membuat proses audit lebih terarah dan sesuai dengan kondisi kerja sebenarnya. Perusahaan perlu memahami jenis aktivitas, durasi penggunaan, karakteristik pengguna, serta tipe workstation yang akan dievaluasi.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan:

1. Identifikasi Jenis Pekerjaan dan Durasi Penggunaan

Catat aktivitas utama pada workstation, seperti mengetik, membaca dokumen, meeting online, desain, penggunaan multi-monitor, atau pekerjaan lainnya. Perhatikan juga durasi duduk dan jam kerja karena kebutuhan workstation dapat berbeda berdasarkan intensitas penggunaannya.

2. Kenali Pengguna dan Jenis Workstation

Perhatikan variasi dimensi tubuh pekerja karena satu pengaturan belum tentu sesuai untuk semua pengguna. Bedakan personal workstation, shared workstation, dan hot desking karena masing-masing memiliki kebutuhan yang berbeda.

Workstation personal dapat diatur lebih spesifik sesuai penggunanya. Shared workstation dan hot desking membutuhkan furnitur dengan rentang penyesuaian yang lebih fleksibel agar dapat digunakan oleh beberapa pekerja.

Baca Juga: 10 Kesalahan Saat Membeli Kursi Ergonomis Online yang Sering Terjadi

Checklist Audit Ergonomi Workstation untuk Perusahaan

Checklist membantu perusahaan mengevaluasi workstation secara sistematis dari berbagai aspek. Penilaian sebaiknya melihat hubungan antara furnitur, perangkat kerja, aktivitas, serta cara pengguna berinteraksi dengan workstation.

Adapun checklist audit ergonomi yang perlu diperhatikan, di antaranya:

1. Kursi dan Posisi Duduk

Periksa seat height, seat depth, backrest, lumbar support, armrest, posisi bahu, dukungan paha, serta posisi punggung terhadap backrest. Setiap fitur perlu dinilai berdasarkan kesesuaiannya dengan tubuh pengguna, bukan sekadar keberadaannya pada kursi.

Kursi yang memiliki banyak fitur belum tentu ergonomis bagi semua pekerja. Pastikan setiap pengaturan dapat digunakan untuk mendapatkan posisi kerja yang nyaman dan sesuai kebutuhan pengguna.

2. Meja, Elbow Height, dan Legroom

Periksa hubungan antara tinggi kursi dan meja untuk melihat apakah pekerja dapat bekerja dengan posisi bahu tetap rileks. Posisi siku juga perlu diperhatikan agar penggunaan keyboard tidak membuat pekerja harus mengangkat bahu.

Area bawah meja perlu menyediakan ruang yang cukup untuk kaki dan memungkinkan perubahan posisi. Hindari menetapkan satu angka tinggi meja atau kursi sebagai standar universal karena kebutuhan setiap pekerja dapat berbeda.

3. Monitor dan Laptop

Periksa posisi, tinggi, jarak, dan arah monitor terhadap pengguna untuk melihat apakah pekerja perlu membungkuk atau memutar kepala secara berlebihan. Posisi layar perlu mendukung aktivitas visual tanpa membuat pengguna terus-menerus mencari posisi yang tidak nyaman.

Laptop membutuhkan pendekatan berbeda karena layar dan keyboard berada dalam satu perangkat. Pengaturan dapat memerlukan penyesuaian tambahan agar posisi layar dan tangan tetap mendukung aktivitas kerja.

4. Keyboard, Mouse, dan Reach Zone

Keyboard dan mouse sebaiknya mudah dijangkau tanpa membuat pekerja terus-menerus meregangkan tangan. Periksa posisi siku, pergelangan tangan, jarak mouse dari keyboard, serta letak benda yang sering digunakan.

Reach zone adalah area yang dapat dijangkau dengan mudah tanpa perlu menjulurkan tubuh secara berlebihan. Letakkan perangkat dan perlengkapan yang paling sering digunakan dalam area jangkauan yang nyaman.

5. Posisi Kaki dan Foot Support

Periksa apakah kaki mendapatkan tumpuan yang stabil selama bekerja. Posisi ini perlu dilihat bersama pengaturan tinggi kursi dan meja agar pengguna tetap mendapatkan dukungan yang memadai.

Jika kursi perlu dinaikkan agar posisi tangan sesuai dengan meja, kaki mungkin tidak lagi menyentuh lantai dengan nyaman. Footrest dapat menjadi salah satu opsi pengaturan dalam kondisi tersebut, bukan kebutuhan wajib bagi setiap pekerja.

6. Kebiasaan Kerja dan Perubahan Posisi

Audit ergonomi juga perlu melihat kebiasaan pengguna selama bekerja, bukan hanya kondisi furnitur. Periksa apakah pekerja mempertahankan satu posisi terlalu lama, memiliki kesempatan berganti posisi, serta dapat berdiri atau berjalan secara berkala.

Workstation ergonomis tidak berarti pengguna harus mempertahankan satu “postur sempurna” sepanjang hari. Kemampuan untuk mengubah posisi dan menyesuaikan postur selama bekerja menjadi bagian penting dari pendekatan ergonomi.

Cara Membaca Hasil Audit Ergonomi dan Menentukan Prioritas Perbaikan

Hasil audit dapat digunakan untuk menentukan tindakan berdasarkan jenis masalah yang ditemukan. Perusahaan dapat memulai dari solusi paling sederhana sebelum mempertimbangkan penggantian furnitur.

Adapun cara membaca hasil audit ergonomi yang tepat, antara lain:

1. Masalah yang Bisa Diselesaikan dengan Adjustment

Beberapa masalah dapat diselesaikan dengan menyesuaikan workstation yang sudah tersedia. Contohnya seat height, seat depth, lumbar support, armrest, posisi monitor, atau penempatan perangkat yang belum tepat.

Adjustment sebaiknya menjadi langkah awal sebelum perusahaan menyimpulkan bahwa furnitur perlu diganti. 

2. Masalah yang Membutuhkan Ergonomic Accessories

Beberapa workstation masih dapat digunakan setelah mendapat dukungan tambahan melalui aksesori ergonomi. Contohnya penggunaan footrest untuk memberikan tumpuan kaki atau penyesuaian setup laptop agar posisi layar dan perangkat kerja lebih sesuai.

aksesori dipilih berdasarkan kebutuhan yang ditemukan dalam audit. Solusi ini dapat menjadi pilihan ketika furniture utama masih memiliki rentang adjustment yang memadai.

3. Masalah yang Membutuhkan Furniture atau Standardisasi Baru

Penggantian furnitur dapat dipertimbangkan ketika rentang adjustment yang tersedia tidak mampu mengakomodasi kebutuhan pengguna. Kondisi serupa yang ditemukan pada banyak workstation juga dapat menunjukkan perlunya evaluasi standardisasi furnitur.

Temuan berulang membantu perusahaan melihat pola masalah pada skala yang lebih luas. Hasil tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan spesifikasi furnitur yang lebih sesuai bagi berbagai jenis pengguna dan aktivitas kerja.

Baca Juga: 7 Pertimbangan Membeli Kursi Kantor agar Sesuai Kebutuhan Perusahaan

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Melakukan Audit Ergonomi

Berikut ini adalah beberapa kesalahan yang perlu dihindari saat melakukan audit ergonomi:

1. Menggunakan Satu Setting untuk Semua Karyawan

Satu pengaturan workstation belum tentu sesuai untuk seluruh karyawan. Setting ergonomis perlu mempertimbangkan karakteristik pengguna dan jenis pekerjaan yang dilakukan.

2. Hanya Memeriksa Kursi

Kursi merupakan bagian penting dari workstation, tetapi bukan satu-satunya aspek yang perlu diperiksa. Meja, monitor, keyboard, mouse, serta posisi kaki juga dapat memengaruhi kesesuaian workstation.

3. Langsung Mengganti Furniture sebelum Mencoba Adjustment

Penggantian furnitur bukan selalu solusi pertama ketika ditemukan masalah ergonomi. Perusahaan dapat menerapkan pendekatan, mulai dari adjustment, dilanjutkan aksesori ergonomi, lalu penggantian furnitur jika memang diperlukan.

Pendekatan ini membuat keputusan lebih berdasarkan hasil audit daripada asumsi. Furnitur yang sudah tersedia dapat tetap dimanfaatkan selama masih mampu memenuhi kebutuhan pengguna.

4. Menganggap Checklist sebagai Diagnosis Kesehatan

Checklist ergonomi digunakan untuk mengevaluasi kondisi workstation, bukan untuk mendiagnosis kondisi kesehatan pekerja. Keluhan seperti nyeri punggung, nyeri leher, atau masalah musculoskeletal dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor.

asesmen ergonomi dapat membantu mengidentifikasi faktor workstation yang berpotensi berkontribusi terhadap ketidaknyamanan. Penilaian ini bukan pengganti assessmen medis atau konsultasi dengan profesional kesehatan.

Produk PEXIO untuk Mendukung Perbaikan Ergonomi Workstation

Hasil audit dapat membantu perusahaan menentukan jenis dukungan yang paling sesuai untuk setiap workstation. PEXIO menyediakan berbagai solusi workspace yang dapat dipertimbangkan berdasarkan kebutuhan pengguna dan hasil evaluasi ergonomi. 

Berikut ini adalah rekomendasinya:

1. PEXIO Regent Executive Ergonomic Chair

Pexio Regent Rekomendasi kursi ergonomis

PEXIO Regent merupakan kursi kantor ergonomis premium dengan fitur Automated Lumbar Support, konstruksi mesh yang memiliki sirkulasi udara yang baik, serta berbagai pengaturan ergonomis. Fitur tersebut membantu menyesuaikan dukungan kursi dengan kebutuhan pengguna selama bekerja.

Regent dapat menjadi salah satu pilihan untuk workstation yang membutuhkan kursi dengan dukungan dan adjustability lebih lengkap. 

2. PEXIO Taylor Ergonomic Office Chair

Pexio Taylor Rekomendasi kursi ergonomis

PEXIO Taylor merupakan kursi kantor ergonomis premium dengan ruang duduk yang luas dan dukungan yang dapat disesuaikan secara personal. Fitur seperti Swing Armrest dan dudukan geser memberikan fleksibilitas untuk menyesuaikan posisi pengguna selama bekerja.

Taylor dapat dipertimbangkan ketika workstation membutuhkan kursi dengan ruang gerak dan adjustment yang lebih fleksibel. Kesesuaiannya tetap perlu dilihat berdasarkan kebutuhan pengguna serta aktivitas kerja.

3. PEXIO Ergonomic Laptop Table

PEXIO Ergonomic Laptop Table rekomendasi meja ergonomis

PEXIO Ergonomic Laptop Table merupakan meja laptop yang dapat disesuaikan untuk berbagai kebutuhan ruang kerja. Produk ini dapat digunakan saat bekerja, belajar, bermain gim, atau menikmati hiburan dari kursi, sofa, tempat tidur, maupun lantai.

Desain 2-in-1 memungkinkan meja digunakan secara mandiri atau dipasang pada kursi kantor. Fleksibilitas tersebut dapat membantu menyesuaikan setup laptop dengan kebutuhan aktivitas dan ruang kerja.

4. PEXIO Anti-Fatigue Footrest

PEXIO Anti-Fatigue Footrest agar kaki nyaman saat bekerja

PEXIO Anti-Fatigue Footrest merupakan sandaran kaki ergonomis yang dapat membantu memberikan tumpuan kaki saat duduk dalam waktu lama. Produk ini dapat digunakan untuk mendukung adjustment workstation ketika kaki membutuhkan tumpuan tambahan.

Footrest dapat dipertimbangkan untuk kebutuhan kerja di kantor, rumah, maupun area belajar. Penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan hasil audit dan konfigurasi meja serta kursi yang digunakan.

Tingkatkan Ergonomi Workstation Perusahaan dengan Solusi PEXIO

Setelah audit dilakukan, perusahaan dapat mengetahui apakah masalah workstation cukup diselesaikan melalui adjustment, membutuhkan aksesori ergonomi, atau memerlukan evaluasi furnitur yang lebih menyeluruh. Hasil audit tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan solusi yang sesuai dengan kondisi kerja sebenarnya.

Jelajahi PEXIO untuk menemukan solusi workspace ergonomis yang dapat mendukung kebutuhan perusahaan. Konsultasikan kebutuhan furnitur berdasarkan jumlah workstation, karakter pengguna, serta aktivitas kerja untuk mendapatkan pendekatan yang lebih tepat.

Kunjungi showroom PEXIO dan temukan pilihan kursi ergonomis yang sesuai dengan kebutuhan Anda. 

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda kosong