Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Kami menyarankan untuk beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Kursi Kantor Biasa vs Kursi Ergonomis: Perbandingan Fitur, Kenyamanan, dan Manfaatnya

Sekilas, kursi kantor biasa dan kursi ergonomis bisa terlihat tidak jauh berbeda. Keduanya memiliki dudukan, sandaran punggung, roda, bahkan beberapa model sama-sama menawarkan pengaturan ketinggian.

Perbedaannya baru terasa ketika kursi digunakan setiap hari. Kursi kantor biasa umumnya berfokus pada fungsi dasar untuk duduk dan bekerja, sedangkan kursi ergonomis dirancang agar lebih mudah disesuaikan dengan tubuh, aktivitas, dan posisi duduk penggunanya.

Hal ini menjadi semakin relevan jika pekerjaan mengharuskan Anda duduk di depan komputer dalam waktu lama. Bukan berarti kursi ergonomis membuat seseorang harus mempertahankan satu postur sepanjang hari, tetapi fitur penyesuaiannya dapat membantu tubuh memperoleh dukungan yang lebih sesuai sekaligus memberi ruang untuk berganti posisi.

Lalu, apa saja perbedaan kursi kantor biasa dan kursi ergonomis yang perlu diperhatikan sebelum membeli?

Apa Itu Kursi Kantor Biasa?

Kursi kantor biasa merupakan kursi yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan duduk dasar di lingkungan kerja. Fiturnya dapat berbeda pada setiap model, tetapi umumnya pilihan penyesuaiannya lebih terbatas.

Beberapa kursi kantor hanya menawarkan pengaturan tinggi dudukan, sementara sandaran punggung, armrest, kedalaman dudukan, dan lumbar support memiliki posisi tetap.

Model seperti ini masih dapat digunakan untuk kebutuhan tertentu, misalnya ruang meeting, meja kerja dengan durasi penggunaan relatif singkat, atau area yang tidak digunakan oleh satu orang secara terus-menerus.

Namun, semakin lama durasi duduk dan semakin beragam karakter tubuh penggunanya, semakin penting memastikan kursi dapat disesuaikan dengan kebutuhan tersebut.

Apa Itu Kursi Ergonomis?

Kursi ergonomis adalah kursi yang dirancang dengan mempertimbangkan hubungan antara tubuh pengguna, posisi duduk, dan aktivitas kerja.

Salah satu karakter utamanya adalah adjustability. Tinggi dudukan, lumbar support, armrest, recline, hingga kedalaman dudukan pada model tertentu dapat diatur sehingga kursi tidak memaksa semua pengguna duduk dengan konfigurasi yang sama.

Artinya, istilah ergonomis bukan sekadar tentang kursi yang empuk atau memiliki sandaran tinggi. Kursi perlu memberikan dukungan yang sesuai serta memungkinkan pengguna melakukan penyesuaian berdasarkan tinggi badan, panjang paha, posisi meja, dan aktivitasnya.

Baca juga: 13 Fitur Kursi Kantor yang Perlu Diperhatikan

Perbedaan Kursi Kantor Biasa dan Kursi Ergonomis

Perbedaan paling penting antara keduanya tidak hanya terlihat dari bentuk, tetapi dari seberapa jauh kursi dapat menyesuaikan diri dengan penggunanya.

Berikut perbandingannya secara side-by-side:

Aspek Kursi Kantor Biasa Kursi Ergonomis
Adjustability Umumnya terbatas pada pengaturan dasar seperti tinggi dudukan. Memiliki lebih banyak titik penyesuaian sesuai model, seperti seat height, lumbar, armrest, recline, atau seat depth.
Lumbar Support Sandaran punggung dapat memiliki bentuk tetap tanpa lumbar yang dapat disesuaikan. Umumnya memberikan dukungan area punggung bawah, dengan beberapa model menawarkan lumbar support yang dapat diatur.
Seat Depth Kedalaman dudukan umumnya tetap. Model tertentu dilengkapi sliding seat atau seat depth adjustment agar kedalaman dudukan dapat disesuaikan.
Recline Kemiringan sandaran biasanya terbatas atau menggunakan mekanisme sederhana. Dapat menawarkan recline, tilt tension, locking position, atau mekanisme lain yang memberi variasi posisi duduk.
Armrest Dapat menggunakan fixed armrest atau bahkan tanpa armrest. Banyak model menawarkan adjustable armrest dengan satu atau beberapa arah penyesuaian.
User Fit Satu ukuran dan konfigurasi digunakan oleh sebagian besar pengguna. Lebih mudah disesuaikan dengan tinggi badan, proporsi tubuh, meja, dan preferensi pengguna.
Usage Duration Lebih sesuai jika kebutuhan penyesuaian dan durasi penggunaan tidak terlalu tinggi. Lebih relevan untuk aktivitas kerja dengan durasi duduk panjang karena memberikan lebih banyak pilihan dukungan dan perubahan posisi.

Perlu diperhatikan bahwa tidak semua kursi kantor biasa memiliki fitur yang sama, begitu pula kursi ergonomis. Semakin tinggi kelas atau spesifikasi kursinya, biasanya semakin banyak pula pilihan penyesuaian yang tersedia.

Karena itu, jangan hanya melihat label “ergonomis”. Periksa fitur dan rentang penyesuaiannya sebelum membeli.

Perbedaan Fitur Penyesuaian yang Paling Terasa

Beberapa fitur sebenarnya dapat langsung menunjukkan seberapa baik sebuah kursi mampu mengakomodasi kebutuhan penggunanya.

1. Seat Slide dan Pengaturan Kedalaman Dudukan

Salah satu perbedaan yang sering luput diperhatikan adalah seat depth atau kedalaman dudukan.

Pada kursi kantor biasa, kedalaman dudukan umumnya bersifat tetap. Kondisi ini mungkin terasa nyaman bagi satu pengguna, tetapi belum tentu cocok untuk orang dengan tinggi badan atau panjang paha yang berbeda.

Kursi ergonomis tertentu memiliki fitur sliding seat, yaitu dudukan yang dapat digeser maju atau mundur.

Fungsi utamanya bukan sekadar membuat dudukan lebih luas. Seat slide membantu pengguna mendapatkan dukungan paha yang cukup tanpa membuat bagian depan dudukan menekan area belakang lutut.

Jika dudukan terlalu dalam, pengguna bisa kesulitan menyandarkan punggung sepenuhnya. Sebaliknya, dudukan yang terlalu pendek dapat membuat sebagian besar paha kehilangan tumpuan.

Karena itu, seat depth menjadi salah satu aspek penting dalam menciptakan user fit yang lebih baik.

2. Lumbar Support

Perbedaan berikutnya terletak pada dukungan punggung bawah.

Pada kursi biasa, sandaran punggung cenderung memiliki kontur dan posisi yang tetap. Dukungan tersebut belum tentu berada tepat pada area lumbar setiap pengguna.

Kursi ergonomis umumnya memberikan perhatian lebih pada lumbar support, yaitu bagian sandaran yang membantu menopang kurva alami punggung bawah.

Pada beberapa model, posisi lumbar support dapat diatur secara vertikal, kedalaman, atau tingkat tekanannya. Dengan begitu, pengguna dapat menempatkan dukungan pada posisi yang terasa lebih sesuai.

Lumbar support yang tepat dapat membantu mengurangi kecenderungan tubuh kehilangan dukungan saat duduk. Namun, fitur ini tetap perlu diatur dengan benar dan bukan berarti pengguna harus mempertahankan satu posisi sepanjang hari.

3. Adjustable Headrest

Headrest juga sering menjadi pembeda, terutama pada kursi yang dirancang untuk memberikan dukungan tubuh bagian atas ketika pengguna bersandar.

Kursi biasa dapat memiliki headrest tetap atau tidak memilikinya sama sekali. Sementara itu, beberapa kursi ergonomis menyediakan adjustable headrest yang dapat disesuaikan ketinggian maupun sudutnya.

Headrest yang tepat membantu memberikan tumpuan pada kepala dan area leher saat posisi bersandar.

Namun, keberadaan headrest bukan satu-satunya penentu apakah kursi ergonomis atau tidak. Untuk aktivitas kerja dalam posisi tegak, faktor seperti backrest, lumbar support, seat depth, armrest, dan ketinggian dudukan juga sama pentingnya.

4. Recline dan Tilt

Tubuh tidak dirancang untuk diam pada satu posisi dalam waktu lama. Karena itu, kemampuan kursi untuk mengikuti perubahan posisi menjadi salah satu keunggulan kursi ergonomis.

Fitur recline memungkinkan sandaran bergerak ke belakang, sementara tilt tension pada model tertentu digunakan untuk menyesuaikan resistensi gerak sandaran terhadap berat atau preferensi pengguna.

Beberapa kursi juga menyediakan locking position sehingga pengguna dapat memilih sudut sandaran tertentu.

Fitur tersebut membantu memberikan variasi posisi saat bekerja, membaca, melakukan panggilan, atau beristirahat sejenak.

5. Adjustable Armrest

Armrest yang terlalu tinggi dapat membuat bahu terangkat, sedangkan armrest yang terlalu rendah tidak memberikan tumpuan yang memadai.

Pada kursi kantor biasa, sandaran tangan sering kali berada pada posisi tetap. Kursi ergonomis dapat menawarkan pengaturan ketinggian, maju-mundur, lebar, maupun sudut, tergantung modelnya.

Tujuannya adalah membantu lengan memperoleh tumpuan tanpa memaksa bahu berada pada posisi yang tidak nyaman.

Mengapa User Fit Lebih Penting daripada Sekadar Banyak Fitur?

Kursi dengan daftar fitur panjang belum tentu langsung nyaman untuk semua orang.

Faktor yang lebih penting adalah apakah rentang penyesuaian kursi sesuai dengan tubuh penggunanya.

Sebagai contoh, pengguna bertubuh lebih pendek dapat membutuhkan kedalaman dudukan yang lebih pendek agar kaki tetap nyaman dan punggung tetap menyentuh backrest. Sebaliknya, pengguna bertubuh tinggi mungkin membutuhkan seat depth yang lebih panjang dan backrest dengan proporsi berbeda.

Selain tubuh pengguna, perhatikan pula:

  • tinggi meja kerja;

  • posisi monitor;

  • tinggi keyboard dan mouse;

  • jenis pekerjaan;

  • durasi penggunaan;

  • kebutuhan berpindah posisi;

  • ruang yang tersedia di area kerja.

Dengan mempertimbangkan faktor tersebut, kursi dapat menjadi bagian dari workstation yang lebih sesuai, bukan sekadar furnitur untuk duduk.

Apakah Kursi Ergonomis Lebih Nyaman untuk Duduk Lama?

Untuk pekerjaan yang membutuhkan banyak waktu di depan meja, kursi ergonomis umumnya memberikan keunggulan berupa lebih banyak pilihan penyesuaian dan dukungan.

Namun, kursi ergonomis bukan berarti Anda harus duduk terus-menerus sepanjang hari.

Bahkan ketika kursi sudah diatur dengan baik, tubuh tetap membutuhkan perubahan posisi. Berdiri, berjalan sejenak, mengubah posisi duduk, atau melakukan microbreak secara berkala tetap penting.

Dengan kata lain, keunggulan kursi ergonomis bukan membuat tubuh mampu diam selama mungkin. Nilainya justru terletak pada kemampuannya memberikan dukungan yang sesuai sekaligus memungkinkan posisi duduk menjadi lebih dinamis.

Kursi Kantor Biasa atau Kursi Ergonomis, Mana yang Sebaiknya Dipilih?

Jawabannya bergantung pada kebutuhan penggunaan.

Kursi kantor biasa masih dapat dipertimbangkan untuk ruang meeting, area kerja sementara, atau penggunaan dengan kebutuhan penyesuaian yang relatif sederhana.

Sebaliknya, kursi ergonomis lebih layak dipertimbangkan jika:

  • Anda bekerja di depan komputer dalam durasi panjang;

  • kursi digunakan setiap hari;

  • satu jenis kursi perlu mengakomodasi pengguna dengan ukuran tubuh berbeda;

  • Anda membutuhkan pengaturan lumbar, armrest, recline, atau seat depth;

  • kenyamanan jangka panjang menjadi pertimbangan utama;

  • perusahaan ingin menyediakan workstation yang lebih mudah disesuaikan untuk karyawan.

Yang terpenting, jangan memilih hanya berdasarkan tampilan atau banyaknya fitur. Pastikan ukuran kursi dan fitur yang tersedia benar-benar dapat disesuaikan dengan pengguna serta aktivitas kerjanya.

Pilih Kursi Ergonomis Berdasarkan Kebutuhan Tubuh dan Cara Kerja

Perbedaan kursi kantor biasa dan kursi ergonomis pada akhirnya terletak pada kemampuan kursi memberikan dukungan dan fleksibilitas yang sesuai dengan penggunanya.

Fitur seperti lumbar support, seat depth adjustment, recline, adjustable armrest, dan headrest dapat membantu meningkatkan kenyamanan, terutama ketika kursi digunakan sebagai workstation utama setiap hari.

Namun, kursi terbaik bukan selalu kursi dengan fitur paling banyak. Pilih model dengan rentang penyesuaian yang sesuai dengan tinggi badan, proporsi tubuh, meja kerja, serta kebiasaan Anda saat bekerja.

PEXIO menyediakan berbagai pilihan kursi ergonomis dengan tingkat penyesuaian yang berbeda untuk kebutuhan home office maupun lingkungan kerja profesional.

Jika masih ragu menentukan ukuran dan fitur yang sesuai, Anda juga dapat mengunjungi showroom PEXIO untuk mencoba pengaturan kursi secara langsung sebelum menentukan pilihan.

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda kosong