Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Kami menyarankan untuk beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Panduan Memilih Kursi Belajar Ergonomis untuk Anak

Pernah merasa anak sulit fokus, cepat lelah, atau gampang pindah posisi saat belajar di rumah? Bisa jadi penyebabnya ada pada kursi belajar yang mereka gunakan. 

Banyak orang tua hanya membeli kursi belajar seadanya, tanpa sadar bahwa kursi belajar yang tidak tepat dapat mempengaruhi kenyamanan, postur tubuh, bahkan semangat belajar anak setiap hari.

Untuk itu, artikel ini akan membahas segala hal tentang kursi belajar ergonomis untuk anak. Mulai dari pentingnya penggunaan kursi belajar ergonomis, kriteria kursi ergonomis, hingga rekomendasi kursi ergonomis, semuanya hadir untuk mendukung tumbuh kembang dan kebiasaan belajar yang sehat.

Pentingnya Kursi Belajar Ergonomis untuk Anak

Kursi belajar ergonomis penting untuk anak karena langsung mempengaruhi kenyamanan, fokus, dan kesehatan postur mereka. Ketika anak menggunakan kursi yang tidak tepat, mereka cenderung membungkuk, cepat merasa pegal atau lelah, dan lebih mudah kehilangan fokus, sehingga proses belajar jadi tidak optimal.

Dalam jangka panjang, kebiasaan duduk yang salah dapat mempengaruhi kondisi tubuh. Contohnya seperti pertumbuhan tulang, memicu postur tubuh yang buruk, dan meningkatkan risiko nyeri punggung saat mereka tumbuh remaja dan dewasa. 

Selain itu, dalam lingkup bisnis atau institusi, kebutuhan kursi ergonomis bukan hanya untuk penggunaan rumah. Sekolah dan institusi pendidikan kini semakin menyadari bahwa furniture belajar yang ergonomis dapat meningkatkan konsentrasi siswa. Perabot ini pun mampu mengurangi keluhan fisik dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih produktif. 

Maka, pilihan pada kursi belajar ergonomis merupakan investasi penting untuk mendukung proses belajar anak secara optimal.

Kriteria Utama Kursi Belajar Ergonomis

Kursi belajar ergonomis ideal adalah kursi yang dirancang untuk mengikuti postur alami tubuh anak dan memberikan kenyamanan saat belajar dalam durasi panjang. Kriterianya dapat dilihat dari fitur-fitur berikut:

  • Ketinggian kursi yang dapat disesuaikan: Kursi yang baik harus bisa diatur naik-turun agar sesuai dengan usia, tinggi badan, dan pertumbuhan anak. Tujuannya agar posisi kaki menyentuh lantai dengan stabil dan meja berada pada level yang nyaman untuk menulis.

  • Sandaran yang mendukung tulang belakang: Sandaran punggung harus mengikuti lengkungan alami tulang belakang (S-shape). Hal ini penting untuk menjaga postur tegak, mencegah bungkuk, dan mengurangi risiko nyeri punggung sejak dini.

  • Dudukan yang nyaman dan tidak licin: Bagian dudukan harus empuk namun tetap stabil, tidak licin, dan memiliki permukaan yang mendistribusikan berat tubuh dengan baik. Dengan begitu, anak tidak cepat lelah.

  • Material yang aman dan ramah anak: Kursi perlu dibuat dari material yang kuat, tidak beracun, sudutnya tidak tajam. Teksturnya juga harus aman untuk anak yang aktif bergerak.

  • Kapasitas beban dan standar keamanan: Kursi belajar ergonomis wajib memiliki kapasitas beban jelas serta mengikuti standar keselamatan. Ini untuk memastikan kursi tetap aman digunakan dalam jangka panjang, bahkan saat anak tumbuh atau bergerak aktif.

Fitur Tambahan yang Dianjurkan

Selain fungsi utamanya sebagai tempat duduk, kursi belajar ergonomis akan jauh lebih nyaman dan mendukung proses belajar anak jika dilengkapi fitur tambahan berikut:

  • Penyangga kaki (footrest): Footrest membantu anak menjaga posisi duduk yang stabil, terutama untuk anak yang kakinya belum sepenuhnya menyentuh lantai. Fitur ini mengurangi ketegangan pada paha dan meningkatkan fokus.

  • Armrest ergonomis: Sandaran tangan yang tepat membantu anak mempertahankan postur tubuh yang baik. Armrest yang tepat bisa mengurangi ketegangan bahu dan memberikan kenyamanan ekstra saat menulis atau membaca dalam waktu lama.

  • Opsi kursi beroda atau tanpa roda: Kursi beroda cocok untuk anak yang membutuhkan fleksibilitas gerak, misalnya saat berpindah posisi atau mengambil buku di sekitar meja. Namun, kursi tanpa roda lebih stabil dan aman untuk anak kecil atau ruang belajar yang terbatas. 

  • Pengaturan sudut sandaran: Fitur reclining atau pengaturan kemiringan sandaran memungkinkan anak menyesuaikan posisi duduk sesuai kebutuhan aktivitas, baik saat fokus menulis, membaca, maupun saat jeda belajar.

  • Fitur tambahan untuk durasi belajar panjang: Untuk anak yang belajar dalam waktu lama, fitur tambahan akan sangat membantu. Contohnya seperti bantalan ekstra, bahan breathable, atau desain kursi yang meningkatkan sirkulasi udara. Teknologi ini membantu mencegah rasa panas, lelah, dan menjaga kenyamanan sepanjang sesi belajar.

Tips Menyesuaikan Kursi dengan Meja Belajar Anak

Menyesuaikan kursi dengan meja belajar sangat penting agar anak bisa duduk dengan postur yang benar dan belajar dengan nyaman. Berikut tips langsung yang bisa dijadikan acuan:

  • Pastikan jarak ideal antara kursi dan permukaan meja: Tinggi meja harus berada di posisi di mana siku anak dapat membentuk sudut 90° ketika tangan diletakkan di atas permukaan meja. Ini membantu anak menulis tanpa membungkuk atau mengangkat bahu terlalu tinggi.

  • Gunakan kombinasi kursi dan meja yang adjustable: Kursi dan meja yang bisa diatur tingginya memungkinkan Anda menyesuaikan setelan secara presisi dengan tinggi badan anak yang terus bertumbuh.

  • Perhatikan posisi kaki anak: Kaki harus menapak lantai atau footrest dengan stabil. Jika tidak, penyesuaian tinggi kursi atau tambahan footrest diperlukan agar posisi duduk lebih ergonomis.

  • Cek kesesuaian kedalaman dudukan dengan meja: Pastikan anak bisa duduk dengan punggung menyandar penuh pada sandaran kursi sambil tetap menjangkau meja tanpa harus maju terlalu jauh.

  • Pastikan jarak pandang ke meja atau buku tidak terlalu dekat: Idealnya, jarak pandang ke buku sekitar 30-40 cm. Jika buku terlalu dekat, pertimbangkan posisi meja atau tinggi kursi.

Dengan mengikuti panduan ini, kursi dan meja belajar akan bekerja selaras mendukung kenyamanan dan postur ideal anak saat belajar.

Rekomendasi Kursi Belajar Ergonomis di PEXIO

Berikut beberapa rekomendasi kursi belajar ergonomis dari PEXIO yang cocok untuk berbagai usia, dari anak hingga remaja/anak sekolah. Kursi dapat diatur secara fleksibel sehingga nyaman untuk belajar dalam durasi panjang.

  • Pexio Sky Kids Ergonomic Chair:: Ideal untuk anak kecil (usia SD), dengan sandaran dan tinggi kursi yang bisa disesuaikan. Desain ergonomisnya membantu menjaga postur tubuh anak tetap ideal saat belajar.

  • Pexio Riley Ergonomic Chair: Cocok untuk anak yang sedang tumbuh atau sudah di usia sekolah menengah. Dengan ergonomi dan fleksibilitas yang dapat diatur ketinggiannya serta back support pada sandarannya, kursi ini dapat “tumbuh bersama” anak.

  • Pexio Taylor Ergonomic Chair:  Fleksibel dan bisa disesuaikan saat anak bertambah umur atau saat meja belajar berubah. Pas juga bagi remaja atau siswa yang belajar lebih intensif atau dalam durasi panjang karena menggunakan bahan mesh agar sirkulasi udara tetap terjaga.

Untuk anak umur kecil (SD), pilih model CASTLE Kids karena proporsi dan fitur keamanan (seperti auto-lock roda) lebih sesuai. Untuk anak yang lebih besar atau rentang usia sekolah menengah ke atas, kursi tipe Riley atau Taylor akan cocok. Sebab, karakternya lebih fleksibel dan bisa disesuaikan dengan postur maupun tinggi anak yang terus tumbuh.

Pilih Kursi Belajar Ergonomis yang Tepat untuk Mendukung Kenyamanan Anak

Memilih kursi belajar ergonomis yang tepat dan dapat mendukung pertumbuhan anak adalah langkah penting. Anak dapat belajar dengan postur yang benar, nyaman, dan lebih fokus. 

Dengan kursi yang tepat, risiko pegal, bungkuk, hingga masalah postur jangka panjang bisa diminimalkan, bahkan mendukung performa belajar harian mereka.

Jelajahi koleksi kursi ergonomis untuk mendukung produktivitas kerja dan belajar dari PEXIO. Temukan model kursi belajar yang pas untuk kebutuhan anak Anda!

 

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda kosong