Situs ini memiliki dukungan terbatas untuk browser Anda. Kami menyarankan untuk beralih ke Edge, Chrome, Safari, atau Firefox.

Apa Itu Japandi? Ini Ciri dan Cara Menerapkan Japandi Interior di Rumah

Japandi interior menjadi pilihan bagi pemilik rumah yang menyukai tampilan minimalis tetapi tidak ingin ruangan terasa terlalu kosong atau dingin. Gaya ini menggabungkan kesederhanaan desain Jepang dengan kehangatan dan fungsionalitas interior Skandinavia.

Hasilnya adalah ruangan yang terlihat rapi, tenang, natural, dan tetap nyaman digunakan sehari-hari. Furnitur dipilih berdasarkan fungsi, dekorasi digunakan secara terbatas, sedangkan kayu, tekstil, tanaman, dan warna-warna bumi membantu menghadirkan suasana yang lebih hangat.

Namun, menciptakan Japandi home tidak cukup dengan menggunakan furnitur kayu dan mengecat dinding berwarna beige. Tata ruang, proporsi furnitur, pencahayaan, penyimpanan, material, serta kebiasaan penghuni juga perlu direncanakan sebagai satu kesatuan.

Lantas, apa itu Japandi dan bagaimana cara menerapkannya di rumah? Simak panduan berikut.

Apa Itu Japandi?

Japandi adalah gaya interior yang memadukan elemen desain Jepang dan Skandinavia. Nama Japandi sendiri berasal dari gabungan kata Japanese dan Scandinavian.

Dari desain Jepang, Japandi mengambil prinsip kesederhanaan, keteraturan, hubungan dengan alam, serta penghargaan terhadap material dan proses pembuatan. Gaya Jepang juga dikenal melalui konsep wabi-sabi, yaitu cara melihat keindahan pada bentuk yang tidak selalu sempurna, tekstur alami, dan perubahan yang terjadi seiring waktu.

Dari desain Skandinavia, Japandi mengambil fungsi, kenyamanan, pencahayaan alami, dan suasana rumah yang hangat. Pendekatan ini sering dikaitkan dengan hygge, yaitu menciptakan rasa nyaman melalui suasana, kebersamaan, dan elemen-elemen sederhana di rumah.

Perpaduan keduanya menghasilkan Japandi interior yang:

  • Minimalis tetapi tidak terasa kosong.

  • Rapi tetapi tetap hangat.

  • Modern tanpa kehilangan unsur alami.

  • Estetik sekaligus fungsional.

  • Sederhana tetapi tetap memiliki tekstur dan karakter.

Baca juga: Mengenal Interior Skandinavia yang Minimalis dan Fungsional

Apa Perbedaan Japandi, Jepang, dan Skandinavia?

Ketiga gaya tersebut memiliki beberapa persamaan, seperti mengutamakan fungsi, garis sederhana, dan hubungan dengan alam. Namun, karakter visualnya tidak sepenuhnya sama.

1. Interior Jepang

Interior Jepang cenderung menggunakan tata ruang yang tenang, furnitur berprofil rendah, material alami, serta dekorasi terbatas. Palet warnanya dapat mencakup warna kayu, cokelat, krem, hitam, dan warna bumi yang lebih dalam.

2. Interior Skandinavia

Interior Skandinavia umumnya terlihat lebih terang dengan dominasi putih, abu-abu muda, kayu terang, dan tekstil lembut. Desainnya menekankan fungsi, kenyamanan, dan pemanfaatan cahaya alami.

3. Japandi Interior

Japandi berada di antara keduanya. Ruangan tetap memiliki ketenangan dan kesederhanaan Jepang, tetapi dilengkapi kehangatan, kenyamanan, dan tampilan ringan dari gaya Skandinavia.

Japandi juga dapat menggunakan kontras yang lebih kuat daripada interior Skandinavia, misalnya melalui kayu gelap, keramik hitam, olive green, atau aksen charcoal.

8 Ciri-Ciri Japandi Interior

1. Menggunakan Palet Warna Netral dan Earthy

Warna Japandi umumnya berasal dari alam, seperti:

  • Warm white.

  • Cream.

  • Beige.

  • Greige.

  • Taupe.

  • Cokelat kayu.

  • Sage green.

  • Olive green.

  • Terracotta.

  • Charcoal.

Gunakan warna netral hangat sebagai dasar, lalu tambahkan satu atau dua warna lebih dalam sebagai aksen. Hindari menggunakan terlalu banyak warna cerah yang saling bersaing.

Putih tetap dapat digunakan, tetapi pilih warm white atau off-white agar ruangan tidak terasa terlalu steril.

Baca juga: Inspirasi Warna Kamar Estetik dan Tips Memilih Cat

2. Mengutamakan Material Alami

Kayu menjadi salah satu material yang paling sering digunakan dalam Japandi home. Selain kayu, Anda dapat memanfaatkan:

  • Rotan.

  • Bambu.

  • Batu.

  • Keramik.

  • Tanah liat.

  • Linen.

  • Katun.

  • Wol.

  • Anyaman serat alami.

Tidak semua material harus benar-benar mentah atau unfinished. Hal terpenting adalah mempertahankan tampilan tekstur dan karakter alaminya.

Anda juga tidak harus menggunakan satu jenis kayu pada seluruh ruangan. Beberapa warna kayu dapat dipadukan selama undertone dan tingkat kontrasnya direncanakan dengan baik.

3. Memilih Furnitur dengan Garis Sederhana

Furnitur Japandi umumnya memiliki bentuk bersih, proporsi seimbang, dan sedikit ornamen. Beberapa furnitur dapat menggunakan profil rendah untuk menciptakan hubungan visual yang lebih dekat dengan lantai.

Pilih meja, kursi, lemari, dan tempat tidur yang:

  • Memiliki fungsi jelas.

  • Tidak menggunakan ukiran berlebihan.

  • Proporsional dengan ukuran ruangan.

  • Terbuat dari material yang tahan digunakan.

  • Mudah dipadukan dengan elemen lain.

  • Memberikan ruang gerak yang cukup.

Japandi bukan berarti seluruh furnitur harus kecil. Furnitur perlu dipilih berdasarkan proporsi ruangan dan kebutuhan penghuninya.

4. Mengutamakan Fungsi dan Kualitas

Dalam Japandi interior, setiap furnitur dan dekorasi sebaiknya memiliki alasan untuk berada di dalam ruangan.

Alih-alih membeli banyak barang, pilih produk dengan fungsi yang jelas, kualitas baik, serta desain yang dapat digunakan dalam jangka panjang.

Furnitur multifungsi dapat digunakan untuk rumah kecil, seperti bangku dengan penyimpanan, tempat tidur berlaci, meja lipat, atau kabinet yang sekaligus berfungsi sebagai pembatas.

Namun, fungsi tambahan hanya bermanfaat jika mudah digunakan dan memang sesuai dengan aktivitas penghuni.

5. Memiliki Tata Ruang yang Rapi

Japandi home tidak harus kosong, tetapi barang yang dimiliki perlu ditata dengan baik. Penyimpanan tertutup membantu menjaga benda sehari-hari agar tidak memenuhi permukaan meja dan rak.

Gunakan kombinasi:

  • Kabinet tertutup.

  • Laci.

  • Keranjang.

  • Lemari built-in.

  • Rak terbuka dalam jumlah terbatas.

  • Penyimpanan di bawah tempat tidur.

  • Furnitur dengan kompartemen tersembunyi.

Rak terbuka sebaiknya hanya digunakan untuk beberapa barang pilihan. Terlalu banyak barang yang terlihat dapat menghilangkan kesan tenang dan teratur.

6. Memaksimalkan Cahaya Alami

Pencahayaan alami membantu material dan tekstur Japandi terlihat lebih jelas. Gunakan tirai tipis atau window treatment sederhana agar cahaya tetap dapat masuk.

Pada malam hari, gunakan beberapa sumber cahaya dengan karakter lembut, seperti:

  • Lampu plafon sebagai pencahayaan umum.

  • Lampu meja untuk membaca atau bekerja.

  • Lampu lantai pada sudut ruangan.

  • Pendant lamp di atas meja makan.

  • Accent lighting untuk menonjolkan tekstur.

Pilih warna cahaya yang hangat dan nyaman. Hindari mengandalkan satu lampu yang sangat terang untuk menerangi seluruh ruangan.

7. Menggunakan Dekorasi Secara Selektif

Dekorasi Japandi digunakan sebagai aksen, bukan untuk memenuhi seluruh bidang kosong.

Beberapa dekorasi yang dapat dipertimbangkan adalah:

  • Keramik handmade.

  • Vas dengan bentuk sederhana.

  • Tanaman berdaun hijau.

  • Karya seni bernuansa natural.

  • Lampu dari kertas atau anyaman.

  • Bantal dan selimut bertekstur.

  • Buku pilihan.

  • Benda pribadi yang memiliki nilai khusus.

Anda tidak perlu mengisi setiap dinding dan rak. Ruang kosong merupakan bagian penting dari komposisi Japandi.

8. Menghadirkan Tekstur dan Ketidaksempurnaan Alami

Japandi bukan interior yang harus terlihat terlalu licin dan seragam. Tekstur kayu, permukaan keramik, serat kain, dan bentuk handmade dapat memberikan kedalaman visual.

Gunakan tekstur melalui:

  • Linen pada gorden.

  • Wol atau katun pada karpet.

  • Kayu dengan serat terlihat.

  • Keramik berlapis matte.

  • Dinding bertekstur lembut.

  • Anyaman pada keranjang atau lampu.

Variasi tekstur membantu ruangan tetap menarik meskipun menggunakan warna yang terbatas.

Cara Menciptakan Japandi Home

1. Tentukan Palet Warna Utama

Mulailah dengan tiga kelompok warna:

  1. Warna dasar untuk dinding dan permukaan besar.

  2. Warna sekunder untuk furnitur serta tekstil.

  3. Warna aksen untuk dekorasi.

Sebagai contoh, gunakan warm white sebagai dasar, warna kayu dan beige sebagai warna sekunder, lalu tambahkan olive green atau charcoal sebagai aksen.

2. Kurangi Barang yang Tidak Digunakan

Sebelum membeli dekorasi baru, evaluasi barang yang sudah ada. Singkirkan benda yang rusak, tidak digunakan, atau tidak memiliki tempat penyimpanan.

Tujuannya bukan membuat rumah terlihat kosong, tetapi memastikan setiap benda memiliki fungsi atau nilai bagi penghuni.

3. Pilih Furnitur Utama Terlebih Dahulu

Mulailah dari furnitur yang paling sering digunakan, seperti tempat tidur, sofa, meja makan, lemari, dan meja kerja.

Setelah furnitur utama ditentukan, barulah tambahkan lampu, karpet, karya seni, atau tanaman. Cara ini membantu dekorasi menyesuaikan furnitur, bukan sebaliknya.

Baca juga: Tips Memilih Furniture untuk Rumah Minimalis

4. Padukan Kayu dengan Tekstil

Kayu dapat memberikan struktur dan karakter, sedangkan kain membantu ruangan terasa lebih nyaman.

Padukan meja kayu dengan kursi berlapis kain, tempat tidur kayu dengan sprei linen, atau kabinet kayu dengan karpet bertekstur lembut.

Gunakan pola dalam jumlah terbatas. Japandi lebih banyak mengandalkan tekstur daripada motif yang ramai.

5. Jaga Jalur Sirkulasi

Jangan memenuhi ruangan hanya karena masih terdapat area kosong. Sisakan jalur yang cukup untuk berjalan, membuka laci, menarik kursi, dan menggunakan furnitur.

Tata ruang yang lega membantu Japandi interior terlihat lebih tenang sekaligus mudah digunakan.

6. Tambahkan Unsur Alam

Tanaman dapat digunakan untuk menghadirkan warna dan bentuk organik. Pilih jumlah dan ukuran yang proporsional dengan ruangan.

Anda juga dapat menghadirkan unsur alam melalui kayu, batu, bunga kering, keramik, dan pemandangan dari jendela.

7. Gunakan Dekorasi Secara Bertahap

Tambahkan dekorasi sedikit demi sedikit. Setelah menempatkan satu elemen, lihat apakah ruangan masih membutuhkan tambahan lain.

Pendekatan bertahap membantu mencegah pembelian dekorasi berlebihan dan memberi waktu untuk memahami kebutuhan ruang.

Penerapan Japandi Interior pada Setiap Ruangan

1. Ruang Tamu Japandi

Gunakan sofa berbentuk sederhana, meja kayu, karpet berwarna netral, dan satu atau dua tanaman. Pilih penyimpanan tertutup agar remote, kabel, dan barang kecil tidak memenuhi permukaan meja.

Hindari memasukkan terlalu banyak kursi apabila jarang digunakan. Sisakan ruang agar penghuni dan tamu dapat bergerak dengan nyaman.

2. Kamar Tidur Japandi

Pilih tempat tidur dengan garis sederhana dan gunakan palet warna lembut. Linen, katun, dan kayu dapat membantu menciptakan suasana hangat.

Gunakan meja samping yang compact, lampu baca, dan dekorasi dinding secukupnya. Kurangi perangkat atau barang kerja yang terlihat jika kamar digunakan untuk beristirahat.

3. Ruang Makan Japandi

Meja kayu dapat menjadi pusat ruangan. Pilih kursi dengan bentuk sederhana dan gunakan pendant lamp untuk memberikan suasana yang lebih intim.

Dekorasi dapat berupa vas, keramik, atau rangkaian tanaman sederhana. Pastikan ukuran meja sesuai dengan jumlah pengguna dan masih menyisakan ruang untuk menarik kursi.

4. Workspace Japandi

Workspace Japandi perlu terlihat rapi, tetapi tetap harus mendukung aktivitas kerja. Gunakan meja dengan permukaan cukup luas, kursi yang dapat disesuaikan, pengelolaan kabel, dan penyimpanan tertutup.

Padukan furnitur kerja berwarna netral dengan kayu, kain beige, tanaman, serta pencahayaan hangat agar area kerja menyatu dengan rumah.

Kesalahan Menerapkan Japandi Interior

Hindari beberapa kesalahan berikut:

  • Membuat seluruh ruangan berwarna putih hingga terasa dingin.

  • Menganggap semua furnitur harus berukuran kecil.

  • Menggunakan terlalu banyak dekorasi bergaya Jepang.

  • Mencampurkan banyak warna kayu tanpa memperhatikan undertone.

  • Mengutamakan tampilan dan mengabaikan kenyamanan.

  • Membeli barang baru tanpa mengurangi barang lama.

  • Menggunakan material alami tanpa mempertimbangkan perawatan.

  • Membuat ruangan terlalu kosong dan tidak personal.

  • Menggunakan hanya satu sumber pencahayaan.

  • Meniru gambar inspirasi tanpa menyesuaikan kebutuhan penghuni.

Japandi home yang baik tetap perlu mencerminkan kebiasaan dan karakter penghuninya. Gaya tersebut sebaiknya membantu aktivitas sehari-hari, bukan membatasi cara rumah digunakan.

Produk PEXIO untuk Workspace Bergaya Japandi

1. PEXIO Milson Ergonomic Chair

PEXIO Milson Ergonomic Chair tersedia dalam pilihan warna netral, termasuk grey, beige, dan black.

Pilihan beige dapat dipadukan dengan kayu terang, warm white, dan tekstil natural untuk menciptakan workspace Japandi. Kursi ini juga dilengkapi pengaturan lumbar support, armrest, headrest, sliding seat, dan recline untuk mendukung kebutuhan kerja.

2. PEXIO Hervey Ergonomic Chair

PEXIO Hervey Ergonomic Visitor & Meeting Chair memiliki desain compact dan swing armrest yang dapat dinaikkan.

Bentuknya yang sederhana dapat dipertimbangkan untuk sudut kerja, kamar, atau ruang multifungsi yang membutuhkan furnitur ringkas.

3. PEXIO Wesley Ergonomic Desk

PEXIO Wesley Ergonomic Desk menawarkan permukaan kerja 120 × 60 cm dengan pengaturan ketinggian elektrik.

Meja ini dapat dipadukan dengan aksesori kayu, penyimpanan netral, dan dekorasi natural agar lebih selaras dengan Japandi interior.

PEXIO juga menyediakan jasa desain interior dan custom furniture yang mencakup perencanaan ruang, pemilihan material, pembuatan furnitur khusus, serta pembangunan interior berdasarkan kebutuhan proyek.


Ciptakan Japandi Home yang Nyaman dan Personal

Japandi interior menggabungkan kesederhanaan, kehangatan, fungsi, dan hubungan dengan alam. Gaya ini tidak bergantung pada banyak dekorasi, tetapi pada pemilihan elemen yang tepat dan hubungan yang harmonis di antara setiap elemen.

Mulailah dengan menentukan palet warna, mengurangi barang yang tidak dibutuhkan, dan memilih furnitur utama yang sesuai dengan ukuran ruangan. Setelah itu, tambahkan material alami, tekstur, pencahayaan, dan dekorasi secara bertahap.

Dengan perencanaan yang tepat, Japandi home dapat terlihat rapi dan estetik tanpa kehilangan kenyamanan, fungsi, serta karakter penghuninya.

Keranjang

Tidak ada lagi produk yang tersedia untuk dibeli

Keranjang Anda kosong