Pernah menaikkan kursi supaya tangan lebih nyaman mengetik, lalu sadar kaki malah menggantung? Atau monitor sudah terlihat cukup tinggi, tetapi tubuh masih sering maju mendekati meja setelah beberapa jam bekerja?
Masalahnya sering ada pada hubungan antara meja, kursi, dan perangkat kerja. Meja ergonomis membantu ketika permukaan kerja bisa ditempatkan sesuai tubuh dan aktivitas pengguna, sehingga bahu tidak perlu terus terangkat, keyboard tetap mudah dijangkau, monitor berada di area pandang yang nyaman, dan kaki punya cukup ruang untuk bergerak.
Kenapa Tinggi Meja Bisa Mengubah Posisi Tubuh?
Coba perhatikan bahu saat mengetik.
Jika meja terlalu tinggi, pengguna cenderung mengangkat bahu agar tangan mencapai keyboard. Kalau terlalu rendah, tubuh bisa mulai condong atau membungkuk untuk mendekati area kerja.
Posisi seperti ini terkadang tidak langsung terasa mengganggu. Saat sedang fokus bekerja, tubuh akan mencari caranya sendiri untuk menyesuaikan.
Itulah alasan tinggi meja sebaiknya tidak ditentukan hanya berdasarkan angka standar. Posisi siku pengguna menjadi referensi yang lebih berguna.
1. Sesuaikan Tinggi Meja dengan Elbow Height
Untuk aktivitas mengetik, area keyboard idealnya berada kurang lebih setinggi siku saat bahu dalam keadaan rileks.
Bayangkan posisi tangan saat duduk santai di kursi. Lengan atas berada dekat tubuh, siku tidak perlu dibuka terlalu lebar, dan bahu tidak terangkat. Dari posisi itu, tangan seharusnya bisa menjangkau keyboard tanpa perlu mengangkat seluruh lengan.
Kalau meja terlalu tinggi, biasanya tanda-tandanya cukup mudah terlihat:
-
bahu naik ketika mengetik;
-
siku terdorong menjauh dari tubuh;
-
pergelangan tangan banyak menekuk;
-
pengguna menaikkan kursi terlalu tinggi hanya untuk mencapai keyboard.
Sebaliknya, meja yang terlalu rendah bisa membuat badan terus mendekati permukaan kerja.
Pada adjustable desk, tinggi permukaan bisa dinaikkan atau diturunkan sampai sesuai dengan posisi siku pengguna. Untuk meja fixed-height, penyesuaian mungkin perlu dilakukan dari kursi, keyboard tray, atau footrest.
Yang dicari bukan angka tinggi meja tertentu. Yang dicari adalah hubungan yang pas antara meja dan tubuh.
2. Pastikan Keyboard dan Mouse Tidak Memaksa Tubuh Menjangkau
Tinggi meja sudah sesuai, tetapi keyboard berada jauh di tengah tabletop. Hasilnya? Pengguna tetap harus maju atau meluruskan tangan setiap kali mengetik.
Karena itu, posisi perangkat sama pentingnya dengan tinggi meja.
Tempatkan keyboard cukup dekat sehingga siku tetap berada di dekat tubuh. Mouse sebaiknya berada pada area yang mudah diraih dari posisi yang sama, bukan jauh ke samping karena meja dipenuhi dokumen atau perangkat lain.
Untuk pekerjaan yang banyak menggunakan keyboard dan mouse, perhatikan beberapa hal berikut:
-
bahu tetap rileks;
-
siku berada dekat dengan tubuh;
-
tangan mudah mencapai keyboard dan mouse;
-
pergelangan tidak terus menekuk ke atas atau ke samping;
-
tersedia ruang untuk mengubah posisi tangan.
Kalau meja fixed-height terlalu tinggi untuk posisi keyboard yang nyaman, keyboard tray dapat membantu menambahkan level kerja yang lebih rendah.
Baca juga: Aksesoris Ergonomis yang Dibutuhkan untuk Workstation Karyawan
3. Gunakan Kedalaman Meja untuk Mengatur Posisi Monitor
Permukaan meja yang lebih luas bukan cuma memberi ruang untuk menyimpan barang. Kedalamannya menentukan seberapa fleksibel monitor bisa ditempatkan.
Monitor yang terlalu dekat membuat ruang pandang terasa sempit. Kalau terlalu jauh, pengguna bisa mulai condong ke depan untuk membaca teks.
Sebagai titik awal, letakkan layar kira-kira sejauh satu lengan dari posisi duduk, kemudian sesuaikan dengan ukuran monitor, resolusi, kebutuhan visual, dan jenis pekerjaan.
Ketinggian layar juga perlu diperhatikan. Bagian atas monitor umumnya berada sekitar atau sedikit di bawah garis pandang ketika kepala berada pada posisi yang nyaman. Pengguna seharusnya bisa melihat area utama layar tanpa terus mendongak atau menundukkan kepala.
Untuk pengguna dua monitor, setup-nya sedikit berbeda.
Jika kedua layar digunakan dengan frekuensi yang sama, tempatkan keduanya sedekat mungkin dengan pusat pandangan. Kalau satu monitor menjadi layar utama, posisikan layar tersebut lebih langsung di depan tubuh.
Monitor arm bisa membantu jika meja tidak memberi banyak fleksibilitas untuk mengatur tinggi dan jarak layar.
4. Jangan Korbankan Legroom untuk Menambah Storage
Area di bawah meja sering berubah menjadi tempat penyimpanan.
CPU, kardus, laci tambahan, tas, kabel, bahkan stok dokumen akhirnya mengisi ruang yang sebenarnya dibutuhkan kaki.
Padahal, legroom memberi pengguna kebebasan untuk mendekat ke meja dan mengganti posisi selama bekerja.
Ruang yang terlalu sempit bisa membuat seseorang duduk lebih jauh dari keyboard. Tubuh kemudian maju, sementara punggung kehilangan dukungan dari backrest.
Cek area di bawah meja:
-
apakah paha memiliki cukup ruang di bawah tabletop?
-
apakah lutut bebas bergerak?
-
apakah kaki bisa sedikit maju atau mundur?
-
apakah kursi bisa mendekati meja?
-
apakah ada benda yang membuat pengguna harus duduk miring?
Untuk workstation perusahaan, hal ini layak diperhatikan sejak proses layout. Storage yang praktis tetap dibutuhkan, tetapi sebaiknya tidak mengambil area utama untuk kaki.
5. Meja dan Kursi Harus Bisa Bekerja sebagai Satu Setup
Membeli meja ergonomis dan kursi ergonomis secara terpisah belum tentu menghasilkan workstation yang nyaman.
Keduanya harus compatible.
Misalnya, pengguna sudah mengatur chair height sampai kaki mendapat tumpuan dan punggung terasa nyaman. Namun permukaan meja ternyata terlalu tinggi. Bahu pun naik setiap kali mengetik.
Contoh lain cukup sering terjadi: armrest kursi terlalu tinggi untuk masuk ke bawah meja. Kursi akhirnya berhenti cukup jauh dari tabletop sehingga pengguna harus condong ke depan.
Saat mengecek compatibility meja dan kursi, perhatikan:
Tinggi Dudukan dan Tinggi Meja
Pengguna harus bisa mendapatkan posisi tangan yang nyaman terhadap permukaan kerja tanpa kehilangan dukungan pada kaki dan punggung.
Jika meja tidak bisa diturunkan, kursi terkadang perlu dinaikkan. Dalam kondisi tersebut, footrest dapat digunakan jika kaki tidak lagi mendapat tumpuan yang stabil.
Armrest dan Ketebalan Meja
Armrest yang mentok pada tabletop atau frame meja membuat pengguna sulit mendekat.
Cek tinggi armrest pada posisi kerja serta konstruksi di bawah tabletop, terutama pada meja yang mempunyai frame cukup tebal.
Seat Depth dan Jarak ke Meja
Kursi dengan dudukan terlalu dalam dapat membuat pengguna sulit memanfaatkan backrest sekaligus mendekati area kerja.
Seat depth yang sesuai membantu pengguna tetap duduk dengan punggung mendapat dukungan sambil menjaga keyboard mudah dijangkau.
Baca juga: Cara Memilih Kursi Ergonomis Sesuai Tubuh dan Penggunaan
6. Adjustable Desk Memudahkan Setup Mengikuti Pengguna
Meja adjustable punya satu keuntungan yang sulit diberikan fixed-height desk: permukaan kerja dapat mengikuti tinggi pengguna.
Ini terasa relevan di kantor yang satu standar mejanya harus mengakomodasi banyak orang dengan tinggi badan berbeda.
Alih-alih memaksa kursi menyesuaikan seluruh setup, tabletop bisa dinaikkan atau diturunkan sampai posisi keyboard lebih sesuai dengan elbow height.
Fleksibilitas yang sama berlaku ketika bekerja sambil berdiri.
Saat beralih ke standing position, jangan sekadar menaikkan meja sampai terasa “cukup tinggi”. Atur lagi berdasarkan posisi tangan. Bahu tetap rileks, keyboard mudah dijangkau, dan monitor tidak membuat kepala terus menunduk.
Yang perlu diingat, standing desk bukan ajakan untuk berdiri sepanjang hari.
Nilai utamanya ada pada kemampuan berganti posisi. Duduk ketika membutuhkan fokus tertentu, berdiri saat ingin mengubah postur, lalu bergerak atau berjalan singkat secara berkala.
7. Cek Monitor Lagi Setelah Mengubah Tinggi Meja
Ada satu detail yang sering terlupakan saat menggunakan sit-stand desk.
Begitu tinggi meja berubah, posisi tubuh ikut berubah. Setup monitor yang terasa pas saat duduk belum tentu sama nyamannya ketika berdiri.
Perhatikan kembali:
-
tinggi layar;
-
jarak pandang;
-
sudut monitor;
-
posisi laptop jika digunakan sebagai layar kedua;
-
apakah monitor tetap berada di depan area kerja utama.
Monitor arm cukup membantu untuk setup semacam ini karena posisi layar dapat diubah tanpa memindahkan seluruh perangkat.
Untuk laptop, perubahan tinggi meja saja belum tentu cukup. Layar dan keyboard menyatu, sehingga menaikkan layar berarti keyboard ikut naik.
Jika laptop menjadi perangkat kerja utama dalam durasi panjang, laptop stand yang dipadukan dengan external keyboard dan mouse memberi ruang adjustment yang lebih baik.
8. Jangan Mengejar “Postur Sempurna” Sepanjang Hari
Setup ergonomis sering digambarkan seperti satu pose yang harus dipertahankan: punggung tegak, siku 90 derajat, lutut 90 derajat, lalu diam seperti itu selama delapan jam.
Tubuh tidak bekerja seperti itu.
Sudut tubuh akan berubah saat Anda mengetik, membaca dokumen, mengikuti video call, bersandar, atau berpindah dari duduk ke berdiri. Sedikit perubahan tersebut normal.
Meja ergonomis seharusnya memberi ruang untuk variasi tersebut.
Yang lebih penting adalah memastikan:
-
tubuh mendapat dukungan;
-
perangkat mudah dijangkau;
-
bahu tidak terus terangkat;
-
leher tidak dipaksa melihat ke satu arah yang tidak nyaman;
-
kaki punya tumpuan dan ruang gerak;
-
posisi bisa berubah sepanjang hari.
Ergonomi lebih dekat dengan fit dan movement daripada mempertahankan satu postur “sempurna”.
Checklist Setup Meja untuk Mendukung Postur
Sebelum mulai bekerja, lakukan pengecekan sederhana berikut:
-
Tinggi meja sesuai dengan posisi siku saat bahu rileks.
-
Keyboard dan mouse bisa dijangkau tanpa tubuh condong ke depan.
-
Monitor berada langsung di area pandang utama.
-
Jarak monitor terasa nyaman untuk membaca tanpa mendekatkan kepala.
-
Ada cukup ruang untuk paha, lutut, dan kaki di bawah meja.
-
Kursi bisa mendekat ke meja tanpa armrest mentok tabletop.
-
Kaki mendapat tumpuan dari lantai atau footrest.
-
Backrest tetap bisa digunakan ketika tangan mencapai keyboard.
-
Setup memungkinkan pengguna mengubah posisi selama bekerja.
Kalau beberapa poin gagal sekaligus, jangan buru-buru menyalahkan kursi. Bisa jadi tinggi atau konfigurasi mejanya yang perlu diperbaiki.
Meja Ergonomis PEXIO untuk Setup Kerja yang Lebih Fleksibel
Untuk pengguna yang membutuhkan penyesuaian tinggi meja, PEXIO Wesley Ergonomic Desk memiliki permukaan 120 × 60 cm dengan rentang tinggi 77,5–122 cm.
Ukuran tersebut memberi ruang untuk setup monitor, keyboard, dan perangkat kerja harian, sementara electric height adjustment memungkinkan posisi tabletop disesuaikan ketika berpindah antara duduk dan berdiri.
Untuk setup yang membutuhkan tabletop lebih luas, PEXIO juga memiliki AMBY 160 × 80 Ergonomic Desk. Namun, ketersediaan produknya perlu diperiksa sebelum pembelian karena stok dapat berubah.
Pemilihan ukuran tetap perlu mengikuti workstation. Pengguna dual monitor mungkin membutuhkan kedalaman dan lebar meja berbeda dari pekerja yang sehari-hari hanya memakai laptop.
Mulai dari Hubungan Meja, Kursi, dan Tubuh
Cara meja ergonomis mendukung postur sebenarnya terlihat dari hal-hal kecil: siku tidak perlu naik untuk mencapai keyboard, monitor bisa ditempatkan tanpa membuat leher terus menunduk, dan kaki mempunyai cukup ruang untuk bergerak.
Karena itu, jangan menilai meja hanya dari fitur adjustable atau ukuran tabletop. Lihat bagaimana meja tersebut bekerja bersama kursi, monitor, perangkat input, dan ukuran tubuh pengguna.
Anda dapat melihat pilihan meja ergonomis PEXIO untuk workstation kantor maupun WFH. Saat memilih, prioritaskan rentang tinggi, ukuran permukaan, legroom, serta compatibility dengan kursi yang akan digunakan.
