This site has limited support for your browser. We recommend switching to Edge, Chrome, Safari, or Firefox.

PEXIO 3 Years of Innovation - Sale up to 40%

Sejarah Ergonomi dalam Dunia Furnitur yang Perlu Anda Ketahui

Furnitur ergonomi telah menjadi solusi efektif dalam menunjang kesehatan karyawan selama bekerja. Kehadiran ergonomi telah membawa keuntungan besar bagi karyawan dan perusahaan. Namun, tahukah Anda mengenai sejarah ergonomi hingga akhirnya diterapkan pada furnitur?

PEXIO akan mengulas lengkap tentang ergonomi dalam artikel ini, mulai dari pengertian, sejarah, tujuan, dan ruang lingkupnya. Baca sampai selesai agar Anda makin memahami seluk-beluk furnitur ergonomi.

Apa itu Furnitur Ergonomis?

Apa itu Furnitur Ergonomis Furnitur ergonomis adalah furnitur yang dirancang atau digunakan untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan di area kerja. Anda bisa lebih produktif dan efektif saat menyelesaikan pekerjaan dan tidak lagi mengeluhkan ketidaknyamanan berkat kehadiran furnitur ergonomi. Furnitur ergonomi terdiri dari variasi desain kursi dan meja sesuai kebutuhan penggunanya. Kursi ergonomi dirancang agar kesehatan tulang belakang manusia tetap terjaga. Selain itu, ada pula meja ergonomi yang bisa diatur ketinggiannya sesuai tinggi badan penggunanya. Anda perlu memahami bahwa desain pada furnitur biasa dan ergonomi sangat berbeda. Contohnya, kursi kerja tradisional tidak memiliki roda serta sandarannya terlalu tegak. Desain tersebut tentu kurang nyaman digunakan dalam waktu lama. Namun, kursi kerja ergonomi berbeda karena dilengkapi sandaran leher, lumbar support (sandaran pinggang), dan memiliki roda di bawahnya. Anda bisa melihat contoh desain kursi ergonomi pada produk BRIGHTON.

Tujuan Ergonomi

Ada tiga tujuan penerapan ergonomi dalam furnitur kantor, yaitu:

1. Peningkatan Keseimbangan Sistem Kerja

Furnitur ergonomi dirancang untuk meningkatkan keseimbangan dari aspek teknis, antropologi, budaya, dan ekonomi dalam sistem kerja. Keseimbangan tersebut bertujuan untuk menciptakan kualitas kerja yang tinggi.

2. Peningkatan Kesejahteraan Fisik

Desain furnitur ergonomi dirancang sedemikian rupa agar penggunanya tidak mengalami cedera atau penyakit seperti low back pain. Kepuasan karyawan makin meningkat sehingga mereka berpeluang meningkatkan kariernya berkat furnitur ini.

3. Peningkatan Kesejahteraan Sosial

Penerapan ergonomi juga bertujuan supaya kualitas komunikasi dan koordinasi antar karyawan bertambah. Kualitas kerja sama yang baik ini akan meningkatkan kesejahteraan sosial sehingga mengurangi miskomunikasi atau pertikaian. Baca juga: 7 Penerapan Ergonomi di Tempat Kerja dan Manfaatnya

Sejarah Ergonomi

Ergonomi telah melalui sejarah panjang dalam implementasinya. Meski identik dengan desain modern, faktanya penerapan ergonomi sudah ada sejak zaman prasejarah. Simak perjalanan ergonomi dari masa ke masa di bawah ini.

1. Zaman Prasejarah

Sejarah Ergonomi Zaman Prasejarah Prinsip ergonomi terlihat pada transformasi penggunaan alat-alatnya. Awalnya, manusia hanya menggunakan peralatan atau perkakas hanya untuk bertahan hidup dan menghadapi serangan alam. Waktu pun bergulir dan gaya hidup manusia berubah sehingga lebih berbudaya, tetapi tuntutan hidupnya makin meningkat. Karena itu, mereka mengubah beberapa alat sederhana agar lebih mudah dan efisien saat digunakan. Contohnya, batu biasa yang digunakan untuk segala keperluan mulai diasah menjadi pisau agar fungsinya lebih spesifik.

2. Zaman Revolusi Industri

Sejarah Ergonomi Zaman Revolusi Industri Prinsip ergonomi tersebut terus berjalan hingga tiba masanya Revolusi Industri pada abad ke-19. Tahun 1831, Thackrah, dokter asal Inggris, melakukan observasi terhadap postur tubuh pekerja di sekitarnya. Beliau sangat peduli terhadap postur tubuh sebagai bagian dari kesehatan manusia. Saat itu, dia melihat seorang penjahit yang bekerja dengan posisi dan dimensi kursi serta pencahayaan yang kurang baik. Alhasil, penjahit tersebut memiliki badan bungkuk dan sering mengalami sakit pinggang. Solusi masalah tersebut digagas oleh Gilbreth, insinyur asal Amerika Serikat, pada 1911. Beliau menerbitkan motion study berisi solusi mengatasi postur tubuh dengan menciptakan meja yang bisa diatur naik-turun sesuai antropometri penggunanya. Elton Mayo, peneliti asal Australia, juga meneliti ergonomi berdasarkan pencahayaan ruangan pada 1933.

3. Masa Perang Dunia II

Sejarah Ergonomi Masa Perang Dunia II Kebutuhan ergonomi sejatinya terlihat dari penggunaan alat-alat militer yang digunakan sejak Perang Dunia II (1942-1945). Disiplin ilmu ergonomi pun mulai dikembangkan agar bisa menciptakan mesin yang sesuai kebutuhan manusia. Sayangnya, ilmu ergonomi tidak bisa dikembangkan karena terjadi krisis ekonomi dan personil akibat perang. Perang Dunia II menjadi bukti bahwa kemajuan teknologi memaksa manusia agar beradaptasi dengan desain mesin yang belum tentu cocok. Contohnya, ada kecelakaan pesawat lantaran peletakan alat konfigurasinya dianggap kurang ergonomis, bukan karena ketidakmahiran pilotnya. Itulah momen lahirnya disiplin ilmu ergonomi, yaitu pada 1947.

4. Masa Kini (1960 dan Seterusnya)

Sejarah Ergonomi Masa Kini (1960 dan Seterusnya) Ilmu ergonomi terus mengalami perkembangan sejak 1960-an sehingga bisa diterima oleh banyak negara. Ilmu yang awalnya diterapkan pada mesin perang kini diterapkan dalam berbagai bidang, seperti komputer (hardware dan software), sistem persenjataan, teknologi adaptif lainnya hingga furnitur seperti meja dan kursi dan meja komputer ergonomis. Disiplin ilmu ergonomi yang juga dikenal dengan nama human factor (faktor manusia) ini mulai masuk ke Indonesia pada 1969. Saat itu, banyak lembaga pemerintah atau swasta mulai didirikan di bidang Ergonomi Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Baca juga: 10 Kursi Ergonomis Terbaik dan Harganya pada Tahun 2022

Ruang Lingkup Ergonomi

Ruang Lingkup Ergonomi Ergonomi sebagai disiplin ilmu yang mempelajari tentang kemampuan dan keterbatasan manusia tentu memiliki ruang lingkup kajian di dalamnya. Ada empat ruang lingkup ilmu ergonomi, yaitu:

1. Kajian Ergonomi Fisik

Kajian ini berkaitan dengan aktivitas fisik manusia, seperti anatomi tubuh, antropometrik, fisiologi, dan karakteristik biomekanisnya. Ergonomi fisik meliputi topik berupa: postur kerja, desain dan tata letak atau layout lokasi kerja, keselamatan dan kesehatan karyawan, dan sebagainya. Baca juga: Posisi Duduk yang Benar untuk Menjaga Kesehatan Tulang

2. Kajian Ergonomi Kognitif

Ruang lingkup ini mengkaji aktivitas mental yang bisa memengaruhi interaksi manusia dalam sistem kerja. Ergonomi kognitif meliputi topik berupa: beban kerja mental, interaksi manusia dan komputer, kemampuan manusia, stres akibat kerja, dan lain-lain.

3. Kajian Ergonomi Organisasi Kerja

Kajian ketiga ini meneliti tentang optimalisasi sistem sosiologi dalam lingkungan kerja. Adapun topik ergonomi organisasi kerja terdiri dari komunikasi, pengelolaan karyawan, manajemen waktu kerja dan istirahat, manajemen mutu, organisasi dan sebagainya.

4. Kajian Ergonomi Lingkungan Kerja

Terakhir, ruang lingkup ini mempelajari kondisi lingkungan kerja. Topik yang dibahas dalam ergonomi lingkungan kerja adalah proses kerja, desain ruang kerja, sistem akustik, kenyamanan pemakaian alat pelindung diri (APD), dan sebagainya.

Kesimpulan

Sejarah perkembangan ergonomi yang sangat panjang membuktikan bahwa ergonomi telah berhasil diterima oleh manusia. Hal ini tidak lepas dari peningkatan kualitas, produktivitas, dan kondisi keselamatan dan kesehatan kerja yang semakin baik. Anda pun pastinya memerlukan furniture ergonomis di area kerja (workspace) rumah atau kantor, bukan? Anda tidak perlu lagi mencari furniture ergonomis seperti meja dan kursi karena ada PEXIO yang menyediakannya. Kami menyediakan berbagai desain ergonomic furniture seperti kursi dan meja kantor. Pilihan desain dan warnanya pun beragam, jadi bisa disesuaikan dengan interior kantor Anda. Hubungi kami segera untuk informasi lebih lanjut tentang produk ergonomis PEXIO. Aplikasi ergonomi di tempat kerja dengan Ergonomic Chair PEXIO

Use coupon code WELCOME10 for 10% off your first order.

Cart

No more products available for purchase

Your Cart is Empty